#WPC: Juxtaposition

ziarah

Tanpamu, langit masih menguning berangsur jingga…
Kumbang masih bersahutan menyanyikan tembang senja,
masih ada 1001 cara menikmatinya..

Meski tanpamu, senja tetap memesona…

**menikmati senja, menziarahi kata2..

——————————————————————-

Saya tadinya tidak paham sama sekali dengan tema WPC kali ini. Setelah saya cari di kamus google, ternyata arti juxtaposition adalah “placing side by side” atau pensejajaran. Lalu apa hubungannya pensejajaran itu dengan foto di atas? Jadi, foto di atas sebenernya mau ambil fokus di tulisan Ziarah, judul bukunya Paulo Coelho, yang seharusnya dibaca sebelum The Alchemist. Kemudian, si vespa biru itu jadi background-nya saja. Tapi setelah diunggah si instagram dan FB, ternyata komentar teman-teman justru berfokus pada vespanya. Aish…gagal fokus deh ane. Maka dari itu, saya akhirnya menganggap bahwa backgroud foto ini bisa jadi sejajar kefokusannya dengan fokus foto yang sebenarnya, masuk lah ke tema WPC kali ini *maksa.

Demikian :mrgreen:

#mbfw #TdRM day 1: Perjalanan ke Ranah Minang

Sejak mendapat berita gembira tentang pernikahan sahabat saya, saya langsung memutuskan untuk menghadiri pernikahan itu. Jauh memang, di Sumatera (Jawa-Sumatera kan jauh ya bo’ 😛 ). Tapi apalah arti jarak jika hati sudah berkehendak, kan? 🙂 Tanpa babibu saya langsung bilang: “Tt mau datang, Bun”. Dan Bundo pun menyarankan untuk berangkat bersama Bunda Monda dan Inon Rizkia. Mereka semua kawan-kawan blogger saya, dan satu pun belum pernah bertemu sebelumnya, termasuk Bundo yang akan saya kunjungi itu. Apakah saya canggung? Pada awalnya iya, bahkan saya tidak berani menanyakan nomor HP mereka dan hanya berkomunikasi lewat fasilitas pesan di Facebook. Baru setelah mereka memberikan nomor HPnya tanpa diminta, kita mulai saling berbalas pesan lewat handphone.

Tiket pesawat Jakarta-Padang sudah dipesan oleh Inon, saya hanya memesan tiket Jogja-Jakarta dan Padang-Jogja untuk pulangnya. Sebelum keberangkatan tak ada persiapan yang berarti, percaya saja sama Inon tentang transportasi baik menuju maupun selama di sana karna Inon kan orang sana. Untuk tempat-tempat yang nanti akan dikunjungi di sana setelah kita menghadiri pernikahan Bundo juga tak banyak kurisaukan, selain Inon ada Bunda Monda juga yang sudah pernah Tour de Ranah Minang bersama keluarga beberapa tahun lalu. Jadi saya berangkat tanpa banyak keinginan ini itu, ringan sekali lah. Saya hanya ingin menghadiri akad nikah Bundo, selebihnya bonus 🙂 . Hanya mempersiapkan hati supaya gak mewek waktu akad dan siapkan stamina buat jalan-jalan.

Hari keberangkatan tiba, saya berangkat sendiri dari Jogja menuju Jakarta hari Kamis malam, 9 Januari 2014. Selanjutnya menginap di (hotel dekat) bandara yang sudah saya pesan sebelumnya. O ya, bukan promosi, cuma mau nyimpen nomor telpon hotel itu di blog ini saja plus siapa tahu juga ada yang butuh info hotel bandara yang murah. Kalau harus transit di Jakarta, saya biasanya menginap di Hotel Permata Bandara. Itu letaknya di Jl. Husein Sastranegara, Benda, Tangerang. Kurang lebih 15 menit dengan mobil dari bandara. Biasanya saya menelepon dulu ke nomor (021) 54381606/ 82561098 untuk reservasi kamar. Kenapa pilih di sini? Kebetulan saja dulu pertama kali browsing hotel murah bandara ketemunya hotel ini. Harga kamarnya untuk yang standar IDR200000, untuk yang suite IDR350000. Fasilitasnya lumayan, kamarnya bersih dan ada air hangatnya. Dan yang bikin saya merasa aman adalah fasilitas antar jemputnya. Sampai di bandara kita tinggal telpon untuk minta dijemput, besok paginya request diantar jam berapa. Cukup aman untuk seorang bernama Titik 😉 . Dan sampai saat ini saya sudah 3 kali menginap di hotel ini. OK, itu sekilas kamar yang saya inapi malam itu.

Paginya saya diantar menuju bandara Soeta pukul 6:30 karna pesawat kami akan berangkat pukul 7:30. Sampai bandara saya melihat Bunda Monda sedang menarik travel bag-nya. Aih, itu Bunda, teriak saya dalam hati. Ketemu juga kita… Begitu saya masuk, saya langsung menyapa Bunda dan cipika-cipiki. Merasa canggung? Kali ini sudah tidak. Seperti sudah kawan lama yang sering bertemu. Begitulah keluarga blogger, cukup membaca tulisan-tulisannya, kita sudah bisa mengenalnya luar dalam, tentunya tulisannya harus jujur ya 🙂 . Setelah melewati pemeriksaan dan masuk ruang cek in, saya menelepon Inon yang ternyata sedang di toilet. Tak berapa lama Inon datang bersama papanya. Salam, Pa 🙂 . Kami kemudian cek in lalu masuk ruang tunggu. Tak menunggu lama, ada panggilan boarding dan kami pun masuk pesawat. Ada sedikit kejadian lucu di sini, tapi biar itu jadi cerita offline saja, hihi…

Ah…terbanglah kita menuju Ranah Minang. Ini kali kedua saya ke Minang, pertama ke Solok beberapa waktu lalu, tapi tak sempat ke mana-mana karna waktu tersita untuk kerja. Dan kali ini yang kedua, saya mengkhususkan waktu untuk menghadiri pernikahan Bundo sekaligus liburan. Kebetulan belum banyak pekerjaan juga di kantor.

on board

on board

Di pesawat saya duduk terpisah dengan Bunda, Inon, dan Papa. Inon banyak bercerita, sedang saya….banyak tidur (doh). Rasanya cepat saja pesawatnya terbang, tau-tau sudah sampai saja di Minangkabau International Airport (MIA). Puji Tuhan…perjalanan aman bebas hambatan. Sebagai ‘turis’, tak elok rasanya kalau belum berfoto dengan tulisan ‘Welcome to…’. Berfotolah kami di tulisan ‘Selamat datang..’ yang ada di bandara. Norak? Biarin :mrgreen:

welcome to West Sumatera, dear bloggers ^_^

welcome to West Sumatera, dear bloggers ^_^

Perjalanan ke Ranah Minang berakhir manis dengan pertemuan kami dengan Bunda Lily yang sudah tiba lebih dulu di MIA. Next, cerita tentang pertemuan itu dan aktivitas kita di hari pertama TdRM yaa… See you :*

Pagi di Kampung Tembakau

Matahari sudah mulai meninggi pagi itu. Pukul 6 lebih sekian. Saya keluar dari rumah sahabat saya, rumah teduh di kaki gunung Sindoro, sebuah desa di kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Hamparan kebun tembakau di sekitarnya. Orang-orang mulai bergerak ke pasar meski pagi masih berkabut. Keluarga-keluarga mulai menjemur tembakau yang sudah digelar di rigen-rigen. Memang harus segera dijemur, karna sebelum pukul 14 siang nanti jemuran tembakau itu harus sudah diangkat, kalau tidak, menurunlah kualitas tembakaunya. Aktivitas di perkampungan penghasil tembakau telah dimulai.

matahari mulai meningi

matahari mulai meningi

suasana pagi berkabut

suasana pagi berkabut

menjemur tembakau

menjemur tembakau

jemuran tembakau berjajar-jajar di pinggir jalan

jemuran tembakau berjajar-jajar di pinggir jalan

kebun tembakau dan pemukiman yang tertutup kabut

kebun tembakau dan pemukiman yang tertutup kabut

anak-anak berjalan melalui pematang

anak-anak berjalan melalui pematang

mari jalan pagi, menghirup udara yang masih segar bebas polusi...

mari jalan pagi, menghirup udara yang masih segar bebas polusi…

kebun tembakau di kaki gunung sindoro

kebun tembakau di kaki gunung sindoro

ada pula sawah yang hijau membentang bagai permadani di kaki langit

ada pula sawah yang hijau membentang bagai permadani di kaki langit

Inilah pagi di desa Purbosari, kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Udara sejuk dan segar bikin saya betah lama-lama di sana. Pemandangan hijau dan suasana kampung yang akrab. Suatu saat kudatang lagi hai kampung nan asri….

Ikut meramaikan Turnamen Foto Perjalanan ke-34 dengan tema: Kampung di blog Berbagi Kisahku

Setentang pernikahan

20140120-123815.jpg

Aku tidak menikahimu karena engkau sempurna.
Aku menikahimu karena engkau memberikan janji kepadaku.
Janji itu menutupi kesalahan-kesalahanmu.
Dan janji yang kuberikan kepadamu menutupi kesalahan-kesalahanku.
Dua orang yang tidak sempurna menikah dan perjanjianlah yang menciptakan pernikahan itu.

[v]

Perempuan itu belum pernah kutemui sebelumnya. Kisah hidupnya pun tak banyak yang aku tahu. Aku hanya sering berinteraksi dengannya di jendela chatting Facebook, dan tentu saja, menikmati buah pikirnya di halaman blognya. Dia perempuan lembut yang kuat dan tegas, begitu yang kutangkap dari interaksiku melalui 2 media sosial itu. Mungkin aku tak sedekat sahabat2nya, tetapi aku membuncah bahagia ketika di hari ulang tahunku dia memberiku kejutan, sebuah kabar tentang keputusan hidup yang besar. Menikah. Dan aku ingin ada di sana, menyaksikan penyatuan dua manusia dalam ikatan pernikahan.

Selamat atas pernikahannya Bundo/eMak/LJ/Bening.. Aku tidak membawa kado, hanya doa seperti yang pernah kubaca di halaman terakhir buku doa harian kalian. Semoga Tuhan mengabulkan.

LJs wedding.jpg

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah terkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan marifah-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin.”

***

Love you always,

Tt-Bundo.jpg

Ekspresikan dirimu!! Narsis maksimal di DeMata XTSquare Jogja

Ada satu tempat hiburan lagi yang bisa dikunjungi kalau kamu ke dJogja. Namanya museum DeMata. Di sana ada banyak lukisan 3 dimensi (3D) yang bisa kamu ajak berfoto dengan ekspresi yang kamu mau. Mau berfoto di depan tulisan Jl. Malioboro? Kalau di tempat aslinya kamu harus antri lama karna banyaknya orang yang pengen berfoto di sana, di DeMata kamu bisa berfoto tanpa perlu antri lama. Atau…mau sowan kanjeng sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwana X? Bisa… Nanti kamu bakal dikasih souvenir bunga cantik dari beliau. Ada Tamansari juga di DeMata. Mmm…foto-foto 3D lainnya masih banyaaak…

Trus, museum DeMata itu ada di mana sih?

Museum DeMata itu ada di XTSquare, mall baru ex terminal Umbulharjo Jogja. Letaknya di lantai bawah. Museum DeMata mulai dibuka tanggal 22 Desember 2013 kemarin. Harga tiket masuknya Rp50.000,- tetapi karna baru aja opening, harga tiketnya discount 50%, jadi cuma Rp25000,- lho. So, buruan ke sana..

Ini alamat & link map buat ke sana..
XT Square
Jl. Veteran, Pandean, Umbulharjo, Yogyakarta, Yogyakarta 55163
http://goo.gl/maps/moHPf

Mau lihat serunya saya waktu di sana? Mau donk.. Kalau gak mau pun, saya tetap pajang kok, xixixi….

mumpung gak antre, foto depan tulisan Jl. Malioboro

mumpung gak antre, foto depan tulisan Jl. Malioboro

Nuwun sewu, Sinuhun. Nderek foto-foto wonten mriki... (Permisi, Paduka. Minta izin foto-foto di sini..) Ya Nduk, iki takparingi kembang arum. (ya Nak, ini kuberi bunga wangi)

Nuwun sewu, Sinuhun. Nderek foto-foto wonten mriki…
(Permisi, Paduka. Minta izin foto-foto di sini..)
Ya Nduk, iki takparingi kembang arum. (ya Nak, ini kuberi bunga wangi)

Aw..aw...tadi dikasih bunga Baginda Raja, ee sekarang ada pria (gak begitu ganteng sebenernya) yg ngasih bunga juga... Tetap aja berbunga-bunga...

Aw..aw…tadi dikasih bunga Baginda Raja, ee sekarang ada pria (gak begitu ganteng sih sebenernya) yg ngasih bunga juga… Tetap aja berbunga-bunga…

mau ke mana Nduk? Mau ke negeri di awan, Pakdhe.. ^_^

mau ke mana Nduk?
Mau ke negeri di awan, Pakdhe.. ^_^

Opo kang dadi panjalukanmu, bakal takturuti.... thok..thok..thok...

Opo kang dadi panjalukanmu, bakal takturuti…. thok..thok..thok…
–> orang Jawa gak mudeng wayang, hiks 😦 

narsis di Tamansari dulu... (12 th di Jogja belum pernah ke Tamansari)

narsis di Tamansari dulu… (12 th di Jogja belum pernah ke Tamansari)

hati-hati teman-temaaan... (sayang lipetannya dindingnya keliatan yak..hiks...)

hati-hati teman-temaaan… (sayang lipetannya dindingnya keliatan yak..hiks…)

traveling pake permadani terbang...jangan lupa update status, instagram, twitter, n ngeblog... hahaha....

traveling pake permadani terbang…jangan lupa update status, instagram, twitter, n ngeblog… hahaha….

Hwaaa...ada paman jin!! Hohoho...kuberi kau 3 permintaan...

Hwaaa…ada Paman Jin!!
Hohoho…kuberi kau 3 permintaan…
Lha kok malah kamu yang minta to, Paman Jin?

bercengkerama dengan makhluk2 indah di lautan..

bercengkerama dengan makhluk2 indah di lautan..

Hap!! Loncat Tiger!!

Hap!! Loncat Tiger!!

uncalin makanan buat Jeri... Jeripah :D

uncalin makanan buat Jeri… Jeripah 😀

Come sweety..jangan takut, mereka teman-temanmu kok meskipun wajahnya sangar..tapi sangar imut kok... :)

Come sweety..jangan takut, mereka teman-temanmu kok meskipun wajahnya sangar..tapi sangar imut kok… 🙂

Lu pikir gw takut sama mulut buaya lu?

Lu pikir gw takut sama mulut buaya lu?

Ini dia fotograferku selama jalan2 di DeMata... Udah ya Mr.Bean, aku capek... Pulang yuk...

Ini dia fotograferku selama jalan2 di DeMata… Keren kan? 😉
Udah ya Mr.Bean, aku capek… Pulang yuk…

Heuheu…gimana? Menarik kan? Semua foto di atas diambil dengan kamera handphone iPhone 5. Mau bawa kamera yang lebih prof, ternyata dipinjam temannya ponakan. Tapi cukuplah untuk ukuran foto narsis ala saya :). Jangan lupa dicharge sampai full handphone atau kameranya. Bawa power bank juga kalo perlu, hehe…

Selamat mencari jadwal untuk main-main ke sana yaa…

Salam 3D!! ^_^

The power of giving..

Take and give? Nope. First is give. Give. And leave it. Give. And forget it. Don’t expect to get something by giving. Just give.

Minggu yang lalu ketika sedang ibadah di gereja, bapak pendeta menunjukkan sebuah video dari Thailand yang sangat menyentuh hati saya. Kita tahu, Thai advertisement memang dibuat dengan profesional dan sarat pesan. Dan video yang ditunjukkan itu pun memberikan pesan pada kita tentang kekuatan dari memberi. Sepertinya itu kisah nyata seorang dokter di Thailand. Saat menyimaknya di gedung gereja, air mata haru tak mampu dibendung. Bahkan ketika akhirnya mencarinya di youtube dan menontonnya lagi, air mata masih menyembul.

Silakan simak video singkat itu melalui link berikut ini:

Memberi adalah bahasa kasih yang terbaik. Tak perlu mengharap balasan dari apa yang kita lakukan. Biarkan alam yang melakukannya. Bagian kita adalah melakukan yang terbaik, memberi yang terbaik dengan tulus, tanpa mengharap balasan. Apa yang kita lakukan saat ini adalah benih, alam akan merawatnya dan kita akan menuainya suatu saat nanti, entah dengan cara bagaimana Tuhan melakukannya. Jika kita menabur kebaikan, kita akan menuai kebaikan pula. Tetapi jika sebaliknya, maka sebaliknya juga yang akan kita tuai. Demikianlah masa depan. Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini.

Mari pandang impian kita jauh ke depan, lalu bersikap dan bertindaklah sesuai impian kita, karna masa depan kita tergantung pada apa yang kita lakukan sekarang.

SELAMAT TAHUN BARU 2014.
Tuhan beserta kita.