Kuis: yang manakah kakiku?

kakikita.jpg

Kakikita pada sebuah obrolan (tentang masa depan) di suatu pagi sehabis hujan.

Hayoo tebak, kakiku yang mana? Kiri feminin atau kanan tomboy?? Hihi…
Guampang buangettt….
Satu orang yang jawabannya bener kukasih buku (nyari dulu di Toga Mas :mrgreen: ).
Mau?!

Ditunggu tebakannya sampai tgl 13 November 2013 yaa…
Kok lama banget?
Dipasin sama ulang tahunnya kantorku **gaknyambungbanget :mrgreen:

Tiga Puluh

Sabtu, 19 Oktober 2013, pagi selepas sadar dari tidurnya, perempuan pencinta langit mengerjapkan mata dan bersyukur: Puji Tuhan, sudah 10.958 hari diberi kesempatan untuk mencicipi hidup di dunia fana yang penuh cerita. Sudah dianugerahi berbagai berkat yang membuat hidup semakin indah, pun ujian-ujian yang memperkaya pengalaman dan mendewasakan kepribadian. 10.958 hari, atau 360 purnama, jadi berapa tahun anak-anak?? Iya, tiga puluh tahun. Puji Tuhan.

wajah asli pas kepala nambah

wajah asli pas kepala nambah

Menjadi tiga puluh, bagi sebagian perempuan apalagi yang masih lajang macam saya itu sungguh horor. Ngeri, menyebalkan, dan kalau bisa gak usah melewati hari itu. Tapi yang namanya waktu kan gak peduli, kamu mau diam, jalan di tempat, jalan cepat atau berlari, dia tetep lempeng aja jalan 60 detik tiap menit, 60 menit tiap jam, dan 24 jam tiap hari. Tetep sampai juga di hari Sabtu, 19 Oktober 2013 tadi, di mana bilangan usia saya bergeser dari dua puluhan menjadi resmi tiga puluhan. Trus, gimana kamu menghadapi perpindahan bilangan usia itu Tik? Haha…saya harus berterima kasih pada kantor atas kesibukan yang bertubi-tubi sehingga menjelang hari H pikiran saya sudah penuh dengan kesibukan dan lupa pada ketakutan remeh temeh masalah usia. Hahaha….. Jadi semua mengalir saja, tidak ada status seperti yang saya tulis beberapa bulan sebelumnya tentang ketidakmauan saya memercayai kenyataan kalau saya sudah tua tiga puluh tahun :D. Saya juga belum menggusur pelembab saya yang iklannya sih untuk remaja, menjadi pelembab warna2 merah matang yang judulnya ‘anti aging’ :D. Woles aja. Selow. :mrgreen:

Tak ada gempita di hari ulang tahun saya. Meski begitu, beberapa kawan karib yang entah kenapa masih saja ingat hut saya, padahal saya gak pernah traktir mereka tiap saya ultah, masih mengirimkan ucapan melalui berbagai media. Ponakan serumah yang kamarnya bersebelahan, sudah nggeblas dari pagi, gak tau dia kalau tantenya di kamar sebelah sudah nambah satu kepalanya. Hihi…. Dan saya pun gak ngapa-ngapain hari itu sampai siang hari kepala terasa pusing. Lah iya, lha wong cuma tidur-tiduran, gak mandi, gak makan. Ultah kok males-malesan. Hup!! Bangun, mandi, & keluar cari makan.

me on my 30th b'd

me on my 30th b’d

Selesai makan yang gak bisa masuk karna kadung telat, jalan-jalanlah diriku mengejar senja. Mendapatkan langit yang mistis tapi manis.

langitku

langitku

HUT diakhiri dengan bo2 manis.

Minggu, 20 Oktober 2013. Saya memang gak mudik karna ada acara kumpul2 dengan teman SMA yang tinggal di Jogja. Lalu pengen nonton festival layang-layang di pantai Glagah. Dan yang kedua ini saya lewati dengan seseorang yang….mmm…adalah, sesuatu pokoknya 🙂 . Kami sampai di Glagah pukul 3-an. Dan layang-layang sudah mulai diturunkan dan dilipat. Hiks, terlambat. Tapi tak apa, kami tetap menikmati kok. Apalagi setelah kami merapat ke pantai, senja turun dengan cantiknya. Oh baiklah senja, mari kita bercumbu.

mandi senja di pantai Glagah

mandi senja di pantai Glagah

Kami kenyang berfoto ria, sampai gelap merenggut senja dari kita. Kami pulang, diakhiri pelukan perpisahan, dan harapan semoga setelah ini segalanya menjadi lebih baik 🙂 . Saya bahagia. Sungguh.

Sampai di rumah, rumah kosong. Ponakan saya itu memang gak betahan di rumah kayanya. Saya pun istirahat sambil melihat-lihat foto tadi. Gak berapa lama ponakan menyusul pulang. Tumben gasik. Lalu ngobrol dengan pacarnya (yang katanya baru putus sementara demi jadian lagi suatu ketika – nggosip) di teras. Saya sih gak menduga macam-macam, sampai tiba-tiba lampu ruang tamu dimatikan dan mereka berdua masuk membawa kue dengan lilin menyala di atasnya sambil nyanyi ‘happy birthday to you’. Haha….semacam surprise party setelah kemarin kelupaan :mrgreen: . Yah, kami menikmati malam itu, meniup lilin, potong kue, dan makan. Ah, ponakan, kamu menambah kebahagiaan. Terima kasih ya.. 🙂

little surprise party from my niece n nephew

little surprise party from my niece n nephew

Setelah selesai dan kami beristirahat. saya buka FB dan baca status teh Nchie tentang Ariel di ultah salah satu stasiun tv. Oh my, lengkaplah sudah kado ultah buat saya hari ini. Komplet. Matur nuwun, Gusti…

what a perfect day

what a perfect day

Eh, dari tadi belum ceritain harapan-harapan saya di ulang tahun ke-30 ya? Hehe..malu saya. Saya berdoa, pertama-tama untuk menjadi lebih baik dari waktu yang lalu, lebih dekat dengan Tuhan yang sudah mengasihi saya tanpa lelah, lebih pinter juga, perasaan saya merasa tambah bodoh deh, hiks. Saya juga berdoa semoga di usia saya yang sudah kepala 3 ini segera diizinkan punya rumah sendiri (aamiin). Dan, saya juga berdoa semoga segera dipertemukan dengan pasangan hidup saya, tak perlu pangeran berkuda putih deh, yang penting dia pria yang mengasihi Tuhan, mengasihi saya & keluarga saya, dan bisa membuat saya mengasihinya. Aamiin.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menirim ucapan & mendoakan saya melalui SMS, WhatsApp, LINE, Facebook, Instagram, maupun yang secara langsung salim & cipika-cipiki. Doa-doa terbaik juga untuk kalian semua. Tuhan memberkati.

**

Dan kebahagiaan saya bertambah lengkap ketika Senin sorenya
saya mendapat kado special dari seseorang di jauh sana.
Tuhan memang luar biasa .
Terima kasih ya 🙂

Masih kutunggu kejutan manis selanjutnya :).

Tentang Kebalikan

Merakit mesin penenun hujan
hingga terjalin, terbentuk awan.
Semua tentang kebalikan
terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu.

Keputusan yang tak terputuskan
ketika engkau telah tunjukkan
semua tentang kebalikan
kebalikan di antara kita..

Kau sakiti aku,
kau gerami aku,
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi takkan lama, ku kan jadi awan

Merakit mesin penenun hujan
Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan
Kebalikan di antara kita

*

**bersenandung sambil menikmati gerhana bulan yang berlalu cepat sore tadi. Ada yang lihat?!**
***hawa gerah. Kemarin lusa bau tanah basah sudah menghampiri hidung, segar.
Malam ini pun hujan menghambur memeluk bumi yang merindui. Hmm…sudah masuk musim hujan (kah?)***

Long Weekend kemarin

Hallo… Apa kabar temans? Gimana libur panjangnya? O iya, sebelumnya mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Adha, selamat menghayati ketaatan Ibrahim yang rela mengorbankan anak yang dicintainya sebagai bukti kecintaannya pada Yang Kuasa.

Long weekend saya kemarin diisi dengan jagong manten, jalan-jalan dengan Krishna-Ganesh, main ke tempat kakak, dan kehabisan tiket kereta Prameks. Haha…. Ceritanya Krishna belum pernah naik kereta api, padahal hobinya main kereta api dan nonton video kereta api. Sejak dari keciiil dulu udah hobby sama kereta api. Dan waktu saya di Jepang kemarin dia sering bilang: besok kalau mb Tanti udah pulang, mz Krishna mau naik kereta api. Mumpung ada libur panjang, saya sempatin ngajak dia ke Jogja naik kereta api. OK, karna liburnya 4 hari, mari kita ceritakan satu per satu.

Hari Sabtu saya mudik sore dengan kereta api Prameks. Motor saya titip di stasiun. Sampai rumah nonton sepakbola U-19 yang hasilnya membanggakan ituh. Bapak masih heboh lho kalo nonton bola, masih teriak-teriak kaya anak muda, hihi…. Hari Minggunya, saya jagong manten ke Kebumen, bareng2 teman kuliah yang hasilnya semacam mini reunion gitu deh…

20131016-164922.jpg

20131016-165248.jpg

Hari Seninnya, saya, Krishna, Ganesh, dan mamanya Krishna-Ganesh ke Jogja naik kereta api Prameks. Wah, Krishna heboh deh naik kereta. Tiketnya mau dipegangnya terus, pokoknya harus dia yang ngasihkan ke kondekturnya. Karna gak dapat tempat duduk, akhirnya kami ndeprok di lantai kereta. Tapi Krishna gak mau duduk donk, dia berdiri dan mengamati sekitar. Hmm…sip..sip!! Kalau Ganesh sih anteng di pangkuan saya. Tengak tengok juga tapi gak banyak suara. Sampai Jogja, saya ambil motor di penitipan dan kita jalan-jalan deh. Pertama ke Taman Pintar yang letaknya di depan Bank Indonesia, atau dari Malioboro belok kiri. Krishna lagi tertarik dengan planet dan bintang, makanya kuajak masuk planetarium untuk lihat video tentang planet dan bintang-bintang. Setelah keluar, langsung cerita ke mamanya: tadi ada planet yang ada cincinnya tapi bukan Saturnus lho Mah, terus ada yang tabrakan (lalu nengok ke saya) itu apa mbak Tanti? Hehe…jadi menjelaskan dengan bahasa anak-anak: itu debu-debu di luar angkasa, waktu mau jadi planet. Nangkep gak ya dia? Hoho…

20131016-171358.jpg

20131016-170629.jpg

Selesai di Taman Pintar, kita makan siang dulu di food court-nya Taman Pintar, sambil istirahat. Lalu melanjutkan jalan-jalan ke kebun binatang Gembira Loka. Masih satu jalur dengan Taman Pintar tadi. Luruuuus aja ke timur, sampai deh di bonbin. Setelah membeli tiket masuk, kami menerima tiket dan peta. Krishna pegang itu peta, dan sebelumnya sempat nanya: mah, mz krishna pegang petanya kebalik gak? Hihi…lalu dia sadar sendiri kalo sudah benar karna gambar hewan-hewannya tidak terbalik. Beberapa hewan yang dia sudah tahu sudah tidak ditanyakan lagi, tapi beberapa yang lain dia tanyakan. Waktu sampai pada gambar kancil, Krishna semangat sekali mau lihat kancil. Itu kan yang mamah cerita kan mah? Hehe… Jadi berjalanlah kita mengelilingi Gembira Loka sambil mengenalkan anak-anak dengan binatang-binatang yang biasanya hanya dilihat di buku dan poster. O iya, karna Krishna sedang belajar membaca, beberapa nama hewan dia berusaha membaca sendiri dari papan nama yang ada di depan kandang. Good job, boy!!

20131016-172535.jpg

20131016-172611.jpg

20131016-172630.jpg

20131016-172639.jpg

20131016-172736.jpg

Kebun binatang Gembira Loka sekarang lebih bersih ya? Ada Taring (transportasi keliling) yang berupa kereta kelinci mengelilingi kebun binatang. Ada juga kapal-kapal boat sebagai wahana air. Saya sengaja memilih jalan, tidak naik Taring, supaya lebih leluasa melihat binatang-binatang di kandang. Sepertinya anak-anak juga menikmati, tidak mengeluh capek. Syukurlah..

Tak terasa waktu sudah menunjuk pukul 16:30. Wah, harus cepat-cepat ke stasiun nih karena kereta kembali ke Purworejo ada lagi pukul 17:35. Kita pun bergegas menuju stasiun, membeli tiket dan pulang menaiki Prameks lagi. Puji Tuhan kali ini Krishna dapat tempat duduk. Yang lainnya ya teteup, ndeprok di lantai 😀

Sampailah kita pada hari terakhir libur panjang, yaitu Selasa, pas perayaan Idul Adha. Pagi-pagi bangun lalu masak soto ayam, lalu sarapan. Mungkin karna capek jalan-jalan kemarin, hari itu saya tidur siang. Bangun sudah sekitar pukul 14:00. Kakak pertama datang dan mengajak saya ke rumah kakak ketiga. OK, sekalian kita ke stasiun ya. Rumah kakak ketiga cukup dekat dengan stasiun Kutoarjo. Sampai rumah kakak ketiga, ngobrol sana sini, dan akhirnya sampai waktu kembali ke Jogja. Jadwal kereta adalah pukul 19:00. Pukul 18:30 kami sudah sampai stasiun. Masih 30 menit lagi, masih agak longgar lah waktunya, begitu pikir saya. Ternyata oh ternyata, antrian tiket mengular dan loket sudah ditutuuuup!! Aaaak….saya kehabisan tiket!! Huhuhu…. Dengan sedih hati saya kejar kakak yang untungnya belum melaju dan ikut ke Purworejo lagi. Pulang lagi deh… Hiks…

Akhirnya, pagi tadi berangkat ke Jogja naik bis yang juga penuh sesak. Berdiri dari Purworejo sampai Jogja. Lumayaaaan. Sampai kantor sudah terlambat. Tapi sejak semalam saya kehabisan tiket kereta, saya langsung SMS bagian kepegawaian kalau besok hari saya mungkin sedikit terlambat. Jadi kalau saya datang terlambat setidaknya sudah minta izin. Hehe…

Begitulah long weekend saya kemarin, yang diceritakan dengan long juga ternyata 😀

Oh iya, long weekend kemarin saya dapat hiburan lucuuuu banget dari seseorang. Hihi… Terima kasih ya, kamu. Sungguh menghibur! God bless you :*

Jatuh cinta…

Entah bagaimana memaparkannya dengan kata-kata, tetapi ketika aku melihatnya ada rasa yang begitu absurd merasuk ke dalam dada. Ah…aku jatuh cinta dengan birunya, dengan gundukan tertutup abu vulkanik yang mengeras, dan akhirnya keduanya memadu sempura dalam frame seluas layar telepon selulerku.

20131013-214826.jpg

Bagaimana mungkin aku melewatkan pemandangan indah ini tanpa mengabadikannya dengan aku di dalamnya. Maka kuteriakkan: “Ataaaa….fotoiiiiinnn!! Pokoknya latarnya ky gini yaaa…” Dan Ata Septarius pun mengintip dari balik view finder-nya untuk memotret si gadis yang narsisnya maksimal ini. (Ataaa…fotoku yg itu manaaa???!!!)

Tak berapa lama ada segerombolan muda-mudi yang berjajar di atas lalu berpose. Aku pun ikut memotret dari belakang. Mereka berharap foto berlatar gunung Merapi, aku mendapat foto berlatar langit biru yang memesona.

20131013-215814.jpg

Segera kutunjukkan pada Ata: “Ataaa…bagus yaa…?!” Dan jawabnya tidak sesuai harapan: “Titik kalau motret jangan center-center, biar enak dilihat.” Sambil manyun aku membidik lagi, dan kali ini tidak kukasih liat pada Ata chan.

20131013-220258.jpg

Tapi memang lebih bagus dari foto yang kedua ya. Lihat foto di gallery klik edit klik gambar tongkat ajaib (auto-enhance). Terlihat bedanya dengan foto kedua yang tidak disunting kan? Beberapa waktu lalu pengen kuunggah di instagram. Supaya bisa terlihat utuh, tidak square seperti template instagram, kumasukkan dulu dalam FrameMagic.

20131013-221034.jpg

Pencinta langit ini masih saja jatuh cinta pada langit, setiap hari, setiap waktu. Begitulah cinta, setiap hari jatuh pada orang/sesuatu yang sama.

**foto-foto koleksi pribadi, diambil menggunakan kamera iPhone, diedit dengan fasilitas editing di iPhone (non aplikasi), ditambahkan frame dengan aplikasi FrameMagic. Lokasi: tepi sungai Gendhol di lereng gunung Merapi.

Ini asli fotoku lho, Om….. (semacam laporan ke Om Nh :D)**

Don’t ever lost your focus while driving,

….or it will happen to you!

20131011-181134.jpg

Pagi-pagi.
Terjadi keributan kecil. Ditambah lagi menyadari tablet dan kapsul HP tidak ada di kamar. Iya, bahasa kerennya ‘raib’. Sedang PMS, plus pekerjaan bejibun yang bikin pikiran gak fokus. Hasilnya: mengendarai motor dalam kondisi pikiran dan hati yang tidak karuan. Saat tersadar tiba-tiba sudah ada CRV gold dalam jarak yang sangat dekat mengerem karna masuk perempatan. Reflek kaki dan tangan menginjak & menarik rem. Tapi apa daya, tak sempat menjaga keseimbangan dan….bruuuggg….tubuh terlempar ke depan. Untung gak sampai nyentuh itu CRV. Tapi lutut, kaki, dan tangan tak luput dari benturan. Huffff… Benar-benar pagi yang s.e.m.p.u.r.n.a. :mrgreen:

Etapi itu udah pagi beberapa hari lalu kok. Sekarang sih sudah gak begitu s.e.m.p.u.r.n.a.2 banget lah. Kerjaan sudah selesai satu per satu. Memar masih kerasa sih tapi udah mendingan. Sedih kehilangan tablet & HP?! Cuma keinget kalo udah masuk kamar, hiks udah gak ada :D. Ikhlasin aja, memang bukan rejeki, nanti akan ada pengganti yang lebih baik lagi. Aamiin. **berharap ada yang kasihan lalu mengirimkan Asus Taichi 21**

Antara nasi kucing & onigiri

Beberapa hari terakhir saya pulang malam. Kalau sudah begitu seringnya lupa makan. Sampai rumah barulah keingat: oiya belum makan malam. Hari kemarin minta tolong ponakan beli nasi kucing & susu jahe, lebih penting susu jahenya sih daripada nasinya karna kalo udah malam saya malas makan, jadi pikirnya kalo nanti bener2 gak mau makan, minum susu cukup lah. Berangkatlah dia, dan setelah pulang susu jahenya kelupaan donk! #tepok jidat ponakan << bukan hestek. Malam ini saya pulang malam lagi. Karna belum makan juga, mampirlah dulu ke angkringan terdekat. Dan keinginan minum susu jahe pun bisa tertunaikan. Karna sudah malam dan seorang diri, dibungkuslah itu susu jahe ditambah nasi kucing dan sate usus. Sampai rumah, ambil gelas, tuang suhe ke cangkir, ambil foto dulu (khas anak MUDA jaman sekarang), lalu minum suhe dengan nikmatnya…. Pas mau makan nacingnya barulah sadar tadi gak sekalian bawa sendok. Hawa malas menyerang lalu terbayanglah imajinasi di kepala…

20131009-225925.jpg

Nasi kucing itu kalau dilihat-lihat bentuknya macam piramid, cuma sedikit, cukup untuk mengganjal perut doang. Sepertinya inilah yang ditiru Jepang untuk membuat onigiri #yakinhoax. Lalu terbayang, coba nasi kucing ini seperti onigiri yang kempal, bisa dipegang, makannya gak perlu pakai sendok, pasti sekarang aku gak perlu ke dapur untuk ambil sendok…!!!