Semacam Klarifikasi

Jadi begini, beberapa hari lalu, ponakan yang serumah dengan saya mau baca puisi di acara Samudera Kata (@puisiindojgj). Lalu dia minta puisi dari saya. Hah? Ngece kali kau dik, masa iya puisi menye2-nya mbak mau dibaca depan penonton.  Hihi…. Akhirnya, kukasih puisi ‘pergilah seperti uap, karna kutau kau akan kembali sebagai hujan’. Saya memang suka banget dengan puisi itu, mau suruh baca puisi Nyanyian Angsa-nya WS Rendra kok kepanjangan. Durasi rek durasi :D. Akhirnya do’i setuju deh bacain puisi ‘teman’ saya itu. Sukses? Mm…menurut saya sih, mesti terus belajar. Hihi…kaya sendirinya pinter baca puisi 😛

20130802-162523.jpg

Nah, paginya saya iseng search puisi itu di gugel. Daaaan…saya menemukan postingan yang lebih lama dari post teman saya di note. Aaaa….k ternyata saya keliru. Puisi yang saya cintai itu ternyata karya Bang Toga Nainggolan yang ia tulis di sini. Ihiks…semacam merasa bersalah telah share info tanpa konfirmasi dulu 😥 . Baiklah, dengan ini saya klarifikasii, bahwa puisi “Pergilah Seperti Uap, karna Kutau, Kau akan Kembali Sebagai Hujan” BUKAN karya Rio Anggoro seperti yang saya tulis di sini, tetapi karya bang Toga Nainggolan. Soundcloud-nya juga bakal saya rekam ulang deh. Hehe… Maaph ya bang Toga… ^_^

Eh, selamat mudik ya teman-teman, hari ini hari terakhir masuk kantor kan? Posting2 pas liburan juga boleh lho…saya baca2 aja 😀

See youuu….. Muuaaahhh….