Nekad Berbuah Berkat :D

Akhir bulan bangeeeetttt, uang di dompet tinggal satu lembar warna biru, tapi keinginan untuk mengunjungi teman di Jepang, mb Nia namanya, yang sedang pulang libur musim panas cuma tinggal bisa dilaksanakan minggu ini karna minggu-minggu berikutnya sudah dipenuhi jadwal (sok sibuk yaa..wkwk). Itu juga minggu ini saya musti pulang kampung ke Purworejo karna sudah 3 minggu saya tidak mudik. Akhirnya dibagilah waktunya: ke rumah mb Nia di Temanggung hari Jumat sepulang kantor, menginap semalam, lalu Sabtunya balik Jogja dulu sebelum akhirnya mudik ke Purworejo. Iya, memang tidak langsung mengambil rute Temanggung-Purworejo karna saya pergi berdua teman saya, namanya Budi. Cewek juga kok biarpun namanya Budi ;). Jadi saya harus nganter dia ke Jogja dulu sebelum pulang Purworejo.

Anyway, awal rencana adalah kita berangkat pukul 5 sore, jadi saya ada waktu persiapan 1 jam dari saya pulang kantor. Pas jam 5 saya kontak Budi, eh..ternyata do’i baru bangun tidur & belum sholat Ashar pula. Akhirnya saya kasih waktu buat mandi and sholat dulu. Menjelang maghrib do’i bilang udah siap, tapi bentar lagi maghrib. Haha… Maghrib dulu gih, habis maghrib baru kita berangkat. Dan akhirnya, pukul 18:30 saya ampiri dia di rumahnya. Sebelum berangkat terjadilah percakapan:

Tt : “Kamu tahu rute ke Temanggung kan Bud?”
Budi: “Endak e mbak.”
Tt: (matik kau, padahal rumah mb Nia Ngadirojo, Temanggung masih ke atas lagi katanya.. Fyuuuhuhu…)
Budi: “Mbak belum pernah motoran ke Temanggung po?”
Tt: “Belum” (nyengir)

Ah, tenang aja Bud, tadi si iTem sudah ku-charge sambil nungguin kamu. Kita pakai fasilitas map di si iTem aja. Paket data Flash dari Telkomselku masih banyak, tiap bulan aku pakai yang paket 2GB, 30hari, 60 ribu. Amanlah sudah. OK, search Purbosari, Ngadirojo, Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia (komplit yak) lalu cari direction-nya. Pilih yang mobil ya Bud, karna gak ada yang gambar motor :mrgreen: . OK, ketemu. Pasang earphone di kuping buat ndengerin instruksi dari mbak Map selama perjalanan. Dan berangkat!!!

Tercatat pukul 19:00 kita berangkat. Dua gadis gak ngerti arah, yang satunya cuma bawa uang 50 ribu, malam-malam nekad motoran ke Temanggung. Mengandalkan aplikasi map dan jaringan internet Telkomsel Flash. Haha…. Lalu, apa yang terjadi dengan kami? Ah, mbak Map menuntun langkah kita dengan sangat baik, gak pernah telat ngasih tahu kapan harus belok kanan atau belok kiri. Lima ratus meter lagi belok kanan ya, Tik. Belok kanan, ayo belok kanan. Jalan lurus 3 km ya.. Kalau di-Bahasa Indonesia-in, kira-kira gitu lah mbak Map kasih petunjuk. Koneksinya lancar jaya ya mb Map? Ihiiiy… Pastinya!! Dan honestly, kita berdua berhasil sampai di tujuan tanpa nanya penduduk sekalipun. Cuma pas udah berhenti petunjuknya, barulah kita telpon mb Nia. Ternyata kita kebablasan dikit, karna map membawa kita ke kantor kelurahan. Balik, jalan menuruuun dan ketemulah kita rumah mb Nia. Horraaaayyy!!! Pukul 21:20 kira-kira waktu itu. Nyampe juga ya kita Bud meski sudah malam banget bertamunya, xixi….

Kami berdua disambut mb Nia, suami, dan anak kedua yang udah nunggu-nunggu kami dari tadi. Duh, sampai belum bubu’ gara-gara nunggu tante-tante petualang nekad ini ya dik. Setelah beristirahat sebentar, lanjutlah kita ngobrol-ngobrol, secara 4 bulan gak ketemu ya.. Tapi Ngadirojo itu dingin amat ya malam itu. Pas kita naik ke Purbosari, kabutnya tebaaaal banget. Brrr..dingiiin. Saya pun pamit tidur duluan, njingkrung di bawah selimut.

Paginya -tadi pagi-, pas bangun matahari udah mulai naik gitu. Ya iya, udah jam 6an. Padahal kan saya pengen motret sunrise dari atas gunung, pengen motret Sindoro yang terlihat jelas dari rumah mb Nia. Ah…kenapa siang amat sih bangunnya. Saya bergegas cuci muka dan keluar rumah sambil toleh sana-sini nyariin gunung Sindoronya. Mana sih… Lalu putri mb Nia menyusul keluar dan menunjukkan: itu lho gunung Sindoronya. Ternyata di belakang rumah. Haha… Gak berapa lama mb Nia, Budi, dan anak kedua mb Nia ikut keluar dan ngajak jalan-jalan pagi. Di jalan-jalan orang-orang sedang sibuk menjemur tembakau yang sudah dirajang dan ditata di rigen-rigen. Saat melewati kebun tembakau, di kiri jalan tampak menjulang gagah gunung Sindoro yang saya cari-cari tadi. Aaaa……senangnyaa…. Poto-poto duluuu…

sindoro in the morning

di lereng sindoro

Acara jalan-jalan pagi selesai pukul 7 pagi karna mbak Omi harus berangkat sekolah. Saya dan Budi bergiliran mandi lalu sarapan bersama. Karna hari Sabtu, mb Omi pulang gasik. Mb Nia mengajak saya dan Budi jalan-jalan sepulang mb Omi dari sekolah. Wah….siapa yang gak seneng diajak jalan-jalan? Mauuu…. #semangat!!

Jadi setelah mb Omi pulang, siap-siaplah kita buat bertualang. Rencana tujuannya adalah mata air Jumprit, perkebunan teh Tambi, dan situs Liyangan. Woche, sudah siap semua?!! Ayo segera naik ke mobil…..pick up!! Waa…seneng banget, udah luamaaa banget gak muter-muter naik bak pick up.

IMG_2984[1]

Tujuan pertama adalah Jumprit. Di Jumprit ini terdapat mata air yang merupakan sumber air yang digunakan dalam perayaan Waisak di candi Borobudur. Air di mata air Jumprit ini teruji memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi. Karna masih pure alami, kita bisa meminum langsung air di mata air Jumprit ini. Mata air ini juga merupakan hulu dari sungai Progo yang melintasi provinsi DIY. Juga menjadi sumber air PDAM yang mengaliri kecamatan-kecamatan di Kabupaten Temanggung.

Kalau ke sana, jangan lupa bawa makanan untuk kera, karna ada banyak banget kera yang muncul saat kita datang. Tapi konon, tiap Waisak dan para biku melakukan ritual ibadah di situ serta mengambil air untuk perayaan Waisak, para kera itu tidak muncul sama sekali lho. Hmm…kenapa ya?

Wana Wisata Jumprit

Wana Wisata Jumprit

kera-kera di Jumprit

kera-kera di Jumprit

mata air Jumprit

mata air Jumprit

wajib narsis

wajib narsis

OK, setelah dari Jumprit, kita pun menuju perkebunan teh Tambi yang sudah masuk di kabupaten Wonosobo. Melewati jalan yang menanjak dan berkelok dengan pemandangan yang indah di kanan kiri. Dipandangi terus sama Gunung Sindoro yang kita kitari, akhirnya sampailah kita di hamparan hijau tanaman teh di kawasan wisata agro Kebun Teh Tambi. Cita-cita deh bisa poto di kebun teh. Iya, belum pernah saya poto di kebun teh :mrgreen: .

IMG_3035[1]

perkebunan teh Tambi #panorama

perkebunan teh Tambi #panorama

akhirnyaaa...

akhirnyaaa…

with mb Nia's family :)

with mb Nia’s family 🙂

Setelah berfoto sana sini di Tambi, kita pun pulang. Tapi, kita ke situs Liyangan dulu yang tempatnya tidak jauh dari rumah mb Nia, di desa Purbosari, kecamatan Ngadirojo, kabupaten Temanggung. Situs Liyangan ini ditemukan tahun 2008. Berdasar penjelasan pemandu yang ada di sana, situs ini diperkirakan merupakan situs pemukiman (karna ditemukan rumah panggung dari kayu), situs peribadatan (ditemukan candi), dan situs pertanian. Candi yang ditemukan di Liyangan ini pun memiliki keunikan, yaitu memiliki yoni tiga lubang yang merupakan candi dengan yoni tiga lubang pertama yang ditemukan di Indonesia, bahkan di dunia. Ah, sepertinya saya perlu menulis di postingan tersendiri nih tentang Situs Liyangan, karna ini postingan ternyata sudah panjang sekali :D.

candi dengan yoni tiga lubang di Liyangan

candi dengan yoni tiga lubang di Liyangan

 

Jalan Purba

Jalan Purba

bukan stupa candi Liyangan :D

bukan stupa candi Liyangan 😀

Jalan-jalan dengan ceria tak terasa sudah pukul 2 siang. Mari pulang, karna mb Tik dan mb Budi juga harus kembali ke Jogja. Kita pun pulang, makan siang, dan bersiap kembali ke Jogja. Meski kemarin sudah melewati rute Jogja-Ngadirojo, tapi tetep aja ya, perempuan itu susah untuk menghafal peta. Akhirnya, menggunakan bantuan google map lagi deh. Selepas Ashar kita berangkat dan sampai rumah pukul 17:46.

nyempetin skrinshut rute pas sampai di Magelang habis gantian 'nyetir'

nyempetin skrinshut rute pas sampai di Magelang habis gantian ‘nyetir’

home!!!

home!!!

 

Aaah…senangnyaa… Berawal nekad gak tau arah dan cuma punya 50 ribu di dompetnya (ditambah gengsi ngakuin ke Budi kalo saya gak punya duit jadi beli bensin tetep pake duit saya donk 😀 ), tetapi dengan bantuan google map yang ditopang koneksi 3G di mana-mana dari Telkomsel, akhirnya kita dapat berkat paket one day trip dari keluarga mb Nia, dan hati pun membuncah bahagia. Puji Tuhan. Terima kasih Telkomsel… ^_^

Tulisan ini ikutan Nekad Blog yaitu lomba #NekadTraveler dari telkomsel.com/nekadtraveler.

Btw, liburan seru gitu kamu habis berapa duit, Tik?! Tiga belas ribu!! Buat beli bensin 2 liter doang 😆

sisa perjalanan :D

sisa perjalanan 😀

Sedang Perempuan o^_^o

Ini masih ada hubungannya sama postingan sebelumnya kali ya. Jadi, saya merasa semakin ke sini semakin menemukan keperempuanan saya yang pernah ngumpet entah di mana. Hehe… Ada hal-hal yang dulu tidak pernah terpikir untuk dilakukan dan sekarang saya lakukan. Misalnya: dandan! Dulu kalau ngeliat kakak repot banget mau berangkat kerja musti bikin alis dulu, celakan dulu, dkk, saya pasti bilang: “besok kalau aku dah kerja kaya’nya gak bakal serempong itu deh, paling pol bedak dan lipstik”. Dan itu memang kejadian selama 5-6 tahun terakhir. Nah, berawal dari kakak yang ikut bisnis Ori*****, saya jadi pesen-pesen kosmetik yang ada di katalognya. Cuma dua ding: eyeliner dan maskara. Berhubung punya, saya jadi belajar memakainya. Awalnya belepotan gak rata gitu. Akhir-akhir ini sih sudah lumayan rapih hasilnya. Jadi ritual pagi sehabis mandi kini bertambah, kalau tadinya cuma sisiran, pelembab, bedak & lipstik; sekarang bertambah dan berbalik jadi oles pelembab, pakai eyeliner, jepit bulu mata, pakai maskara, lipstik, bedak, dan terakhir sisiran. Ih…kecentilan banget ya… 😀 Biarin ah, saya kan perempuan ^_^ . Kadang-kadang kalau pas lagi males ya back to before, bedak-lipstik doang. Untuk alis memang gak kesentuh, saya prefer merapikannya daripada melukis alis dengan pensil alis. Waktu ‘bersih2 muka’ sepulang dari Jepang kemarin dulu, alis saya dibentuk dengan dicabut dan jadi kaya yang di foto gravatar itu. Saya suka dengan bentuk alisnya, jadi sekarang tinggal merapihkan lagi mengikuti bentuk itu. Tapi gak semulus harapan sih, habis sakit juga kalo nyabut sendiri, hihi…. Jadilah alisnya sekarang melebat lagi. Gpp deh, masih membingkai muka dengan baik kok 😉 . Trus, habis dandan gitu ada bedanya gak? Mmm…kayanya sih ada. Liat deh perbedaannya:

20130830-105501.jpg

Beda kan, kan kan kan?? *maksa*. Btw mata saya gede sebelah ya ternyata, hihi…..

Misal kedua adalah: suka asesoris! Yang ini kayanya ada pengaruh dari ponakan yang punya koleksi asesoris deh. Saya jadi kadang milihin asesoris yang ada di lemarinya. Kalung misalnya. Masih belum terbiasa sih, cuma kadang-kadang sudah make, baik saat casual maupun saat formal seperti kondangan.

saat santai & saat formal

saat santai & saat formal

Waktu Omietha liat foto itu di FB dia komen (via omongan gak ditulis di FB): “Ih..gaya pake kalung segala”. Dan dijawab: “Ih, dibilang lagi perempuan!!” 😉 .

Tunggu-tunggu, belum selesai kecentilannya. Masih ada satu lagi yaitu: kutek kuku. Hihihihi…. Kuku jari jemari saya sebenernya buntek-buntek. Gak lentik gitu deh. Tapi biarin ah diutak atik. Tapi kutek ini paling gak bisa bertahan lama. Baru beberapa jam dioles juga udah rusak di mana-mana. Haha…. Kecuali kutek di kuku kaki, soalnya kan gak dipakai aktivitas sebanyak tangan ya, gak nendang-nendang juga 😀 . Ini ni keisengan saya mainan kutek. Newbie jadi wajar ya kalo berantakan.

mau bikin converse tapi kuteknya kekentalan... Blepotan deh, kaya pake tipe-x :D

mau bikin converse tapi kuteknya kekentalan… Blepotan deh, kaya pake tipe-x 😀

beberapa jam kemudian udah ngelupas di sana/i karna ketebelan :))

beberapa jam kemudian udah ngelupas di sana/i karna ketebelan :))

20130830-112531.jpg

udah pake wedges tapi masih pake ransel.. ah…

Centil yaaa?!! Iyaaaaa…. Biarin ah, mumpung sedang keperempuan-perempuanan. ^_^

Kamu, dandan juga gak? 😉

#another narcis elegant post 😉  

Narsis adalah nama tengahku…

Teman-teman yang temenan dengan saya di facebook pasti tahu kalau saya demen banget upload foto. Tercatat sudah 1010 foto yang saya upload (kebetulan ya dapat angka cantik 😀 ). Entah itu foto diri, lokasi, makanan, pemandangan, sampai hal-hal yang gak penting. Tapi akhir-akhir ini saya merasa aktivitas upload foto saya meningkat tajam. Seringnya malah bikin statusnya pakai foto. Sering gonta-ganti profile picture dan cover picture (biasanya gantinya barengan, sok-sok biar setema gitu deh… ). Yang gak suka sama saya (mudah-mudahan gak ada) mungkin akan mbatin: alamak…narsis amat anak ini. Ditambah lagi, akhir-akhir ini saya sering upload foto diri. Ah….ini mungkin yang dinamakan guilty pleasure, seneng ngelakuinnya, tapi merasa gimanaa gituu. Apalagi kalau ingat umur, makja…usia segini masih kaya ABG aja. Coba lihat foto yang saya unggah pagi tadi:

narsis

So ABG kan? Untung gak pake pose monyong-monyongin bibir ya… Itu yang foto kecil-kecil saya ambil di rumah habis selesai dandan. Foto yang besar di kantor, diambil pagi-pagi pas belum ada orang (kebetulan pagi tadi datang paling pagi di ruangan). Foto-foto semacam itu, rasanya hampir tiap pagi deh saya upload. Ya, gak tiap hari juga sih, dua hari sekali lah… 😀 . Narsis banget ya saya… Hiks…

Melihat perkembangan kenarsisan saya yang semakin mengkhawatirkan, sampai-sampai saya mencari-cari bahasan tentang narsis secara psikologis (takutnya kan saya udah mengidap kelainan mental gitu). Beberapa sih bilang kalo narsisme yang bersifat kelainan secara patologis itu narsisme yang mencintai diri sendiri sampai kehilangan empati kepada orang lain. Gitu lah kira-kira summary-nya. InsyAllah saya masih bisa ngerasain perasaan orang lain kok. Atau jangan-jangan saya haus pujian? Gak haus-haus amat sih, gak ada yang like atau komen di foto juga gak galau kok. Saya juga gak tahu tuh, kenapa makin rajin upload foto, meski habis itu bertanya pada diri sendiri lagi: ngapain coba upload2 foto. Kalau saya lihat, teman-teman saya di facebook jarang tuh yang suka upload foto diri sesering saya. Kebanyakan sih upload2 foto anaknya. Haha… Mungkin kalau nanti saya sudah punya anak, kenarsisan saya akan berkurang ya (dan menyalurkan kenarsisan ke anak saya :mrgreen: ).

Ada gak sih teman-teman yang juga suka upload foto narsis kaya saya gitu? Yang temenan sama saya di Facebook, masih wajar gak sih kenarsisan saya? Hihi….naris-narsis sendiri, galau-galau sendiri 😀

Udah ah, saya jadi bingung, ini tulisan sebenernya intinya apa sih? Gak jelas. Udah lama gak ngeblog makin absurd aja tulisannya. Geje!

Baiklah teman-teman, terima kasih masih sudi mampir & membaca ceracau gak jelas saya. Salam ^_^

Dirgahayu Republik Indonesia…

Selamat ulang tahun Indonesiaku, dirgahayu.. Terima kasih para pejuang untuk pengorbanan dan perjuanganmu, terima kasih Golongan Tua dan Golongan Muda yang di tahun 1945 telah mengerahkan energinya untuk melakukan perundingan, diplomasi, strategi, dan bermacam usaha hingga akhirnya Bapak bangsa Indonesia Soekarno bersama Moehammad Hatta membacakan naskah proklamasi yang menandai kemerdekaan Indonesia dan berdirinya negara Republik Indonesia. Terima kasih Mesir yang pertama kali mengakui kedaulatan Republik Indonesia diikuti negara-negara lainnya. Terima kasih. Indonesia MERDEKA!!

Kita sudah merdeka? Sudah donk, mangkanya saya bisa ngeblog sekarang, nulis ini. Coba belum merdeka, belum tentu bisa internetan bebas kaya gini, belum tentu bisa bekerja, memikirkan cara memajukan bangsa, mungkin pikirannya masih gimana bisa merdeka, hehe… Di HUT RI yang ke 68 ini, google memberikan ‘kado’ untuk bangsa Indonesia dengan logo Merah Putih dan Garuda-nya. Saya bangga, meskipun masih ada kekurangan dari pihak google, misalnya tidak cermat dalam menggunakan lambang negara burung Garuda. Di logonya, bulu dalam sayap burung garuda hanya berjumlah 9, dan bulu ekornya berjumlah 6, sehingga jika menggunakan perlambang burung Garuda milik kita maka kita jadi merdeka tanggal 9 Juni. Kekurangcermatan pihak google semoga bisa dimaafkan oleh rakyat Indonesia, dan kita menghargai niat baik google untuk ikut merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Saya pertama kali melihat logo Merah Putih oleh google dari FB kak Imelda. Lalu saya cek di HP dan ternyata benar. Saya printscreen logo tersebut dan ikut mengunggahnya di facebook maupun twitter. Dan yang biasanya twitter saya sepi-sepi saja, hari ini tumben-tumbenan banyak retweet. Sejarah pengetwitan saya nih, baru kali ini di-RT 50 orang lebih #ndeso :P.

twitter

Untuk peringatan kemerdekaan RI tahun ini, di kantor saya tidak banyak kegiatan karena kemarin baru banyak sekali kegiatan diklat, ditambah berdekatannya HUT RI dengan Idul Fitri. Tetapi tentu saja kami mengadakan upacara bendera memperingati HUT RI yang ke-68. Tidak ada lomba-lomba seperti panjat pinang, tapi mari tidak berhenti mengikuti lomba panjat (doa biar segera di-) pinang :mrgreen:. Siapa yang mau ikut lombanya? Nanti semua menang deh, aamiin 😀

Bagaimana peringatan HUT RI di tempat teman-teman? Selamat memperingati kemerdekaan RI yaa… Dirgahayu RI… 🙂

Lebaran lagiii….

Hallo hai semua… Apa kabarnya? Gimana libur lebarannya kemarin? Seru pastinya yaa… Eh, masih ada yang libur?? Enaknyaaa… Ituh kakak-kakakku juga masih pada libur, sekolah baru masuk tanggal 17 soalnya. Tapi sudah pada balik ke rumah tinggal/tempat kerjanya masing-masing kan? Siapa yang mudik?? Sayaaaa!!! *ngacung tinggi2* Seneng betul sih mudik aja, bukannya tiap minggu juga mudik, Tik? Eh, beda kali mudik mingguan sama mudik pas lebaran. Beda sensasinya. Apalagi udah 2x lebaran gak bisa mudik, cuma bisa lebaran on skype sama Bapak. Tahun ini, puji Tuhan bisa mudik dan merasakan suasana lebaran di rumah. Jadi ngapain aja pas libur lebaran kemarin?

H-1 Lebaran agenda saya bersih-bersih rumah, mumpung agak sepi di rumah, cuma saya, Bapak, dan 4 ponakan (itu sepiii?!! 😀 ). Tadinya saya bersih-bersih sendiri sambil ditemeni Bapak ngobrol. Males aja sih nyuruh tuh ponakan-ponakan. Kalau mau bantuin ya hayuk, kalau gak mau bantuin ya sana main di luar biar gak ganggu mbak. Xixi….tapi lama-lama minta bantuan juga, ayoo anak2..itu depan diberesi, dibersih-bersihi ditata mejanyaa… Dan berangkatlah mereka berempat. Selesai saya mberesi belakang, ke depan sudah bersih. Tinggal ngepel nih….

Lebaran hari pertama rumah kosong, hanya ada saya dan Bapak. Biasanya memang Lebaran hari pertama kakak2 berlebaran di rumahnya sendiri atau di rumah mertua. Hari kedua baru pada ngumpul di rumah. Jadilah lebaran hari pertama saya berdua bapak cari aktivitas berdua. Pasar yuk Pak, belanja buat masak besok kumpul-kumpul. Habis pasar mbumbuin ini itu, nyiapin ini itu, tentu saja sendiri. Sebelum magrib ngantuk melanda. Pak, aku tidur dulu yaa.. Baru juga rebahan, tempat tidur goyang-goyang. Eh….gempaaaa. Lumayan lama beberapa detik. Bapak yang duduk di depan TV juga merasakan. Akhirnya kita berdua keluar dan lihat lampu di ruang tamu goyang-goyang. Setelah whatsapan sama teman dikasih tahu kalo gempanya berpusat di Pacitan dengan kekuatan 5.5 SR. Yak, OK. Akhirnya berangkat tidur juga. Gak baik sebenernya tidur menjelang magrib. Tapi ngantuk beratt. Bangun tidur, mandi, lalu nerusin racik-racik, bikin ketupat, dan lain-lain.

Lebaran hari kedua, hari H keluarga Soewarno bakal ngumpul nih. Janjiannya jam 10, dan seperti biasa, Bapak yang on time mulai gelisah jam 9:30 belum pada datang. Hihi….saya bilang kalau kakak-kakak udah pada di jalan. Jam 10 kurang kk2 & keluarga datang. Ah, lega.. Bapak nyicil ayem, sudah ada yang datang. Trus gak lama kk1 datang bawa suring (kenikir) dan cipir. Lalu kita bikin pecel. O iya, saya udah masak opor ayam & tumis pare. Jadi menu kumpul keluarga hari itu ketupat opor, pare, & pecel. Yummy lah pokoknya 😀 .

Seperti kumpul keluarga yang lainnya, suasana sungguh ramai menyenangkan. Bercanda, nyombong ini itu, lucu-lucuan deh. Celetukan-celetukan yang bikin semuanya geerrrr ketawa bareng. Kaya yang satu ini: “ayo, foto depan mobil masing-masing”, nah saya langsung nyaut: “OK, bentar, takngeluarin Vega dulu”, anaknya kk2 nyaut juga: “ayo Pak, motor kita dijejer”, hahahaha……kita semua ketawa.. Trus dilanjut foto Bapak dan masing2 keluarga anaknya. Bapak + kk1 dan keluarganya, + kk2 dan keluarganya, begitu seterusnya sampai kk5. Begitu selesai keluarga kk5 foto, ponakan yang seusiaku langsung teriak: “ayoo foto bareng semuaaaa”, protes donk saya: “eeeeh, aku belum foto sama Bapaaaaaak!!!”. Ponakan dan yang pada pegang kamera/HP ketawa.. “gak tega motretnya kalo cuma berdua”. Asyeeeemmmm!!! Awaaas yaaaa……!!! Padahal sebenernya saya paling kasihan sama Bapak kalo pas digituin, kan beliau yang paling mikirin, selain saya sendiri tentunya 😛 #curcol. Trus..trus…foto bareng semua deeeeeh…. Taraaaa, this is it: Soewarno’s family…

Soewarno's family

Banyak yaa… Sebenernya kumplit tuh, sayang istrinya kk4 gak tau lagi ngapain kok ketinggalan. Padahal pas itu harusnya semua ada di situ lho.. Kata Om Nh, parade muka mirip dan serupa 😀

Setelah foto-foto kami melanjutkan acara, bagi angpau… Seneng deh jadi ponakan, budhe-buliknya banyak, jadi antri angpaunya 6 kali. Hahaha…. Seru, rame, menyenangkan. Semuanya tertawa ceria. Habis itu kita lanjut silaturahmi ke saudara-saudara dan sorenya ke pantai. Tapi gak semua ikut ke pantai karna ada urusan masing-masing.

Jadi, begitu cerita Lebaran saya kali ini. Saya senang sekali bisa ngumpul dengan keluarga lagi, komplit, di lebaran kali ini. Bapak juga kelihatan senang banget. Tiap kali nyeletuk: “dari dua orang bisa jadi segini banyak ya”, hehe… Iya Pak, berkah dari Yang di Atas. Puji Tuhan 🙂

Mumpung masih suasana lebaran, izinkan saya mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Mohon dimaafkan segala salah saya selama bergaul dengan teman-teman baik di dunia maya maupun nyata,
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Semoga dikarunia kesehatan dan keselamatan hingga bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin.

Salam,
Titik

Semacam Klarifikasi

Jadi begini, beberapa hari lalu, ponakan yang serumah dengan saya mau baca puisi di acara Samudera Kata (@puisiindojgj). Lalu dia minta puisi dari saya. Hah? Ngece kali kau dik, masa iya puisi menye2-nya mbak mau dibaca depan penonton.  Hihi…. Akhirnya, kukasih puisi ‘pergilah seperti uap, karna kutau kau akan kembali sebagai hujan’. Saya memang suka banget dengan puisi itu, mau suruh baca puisi Nyanyian Angsa-nya WS Rendra kok kepanjangan. Durasi rek durasi :D. Akhirnya do’i setuju deh bacain puisi ‘teman’ saya itu. Sukses? Mm…menurut saya sih, mesti terus belajar. Hihi…kaya sendirinya pinter baca puisi 😛

20130802-162523.jpg

Nah, paginya saya iseng search puisi itu di gugel. Daaaan…saya menemukan postingan yang lebih lama dari post teman saya di note. Aaaa….k ternyata saya keliru. Puisi yang saya cintai itu ternyata karya Bang Toga Nainggolan yang ia tulis di sini. Ihiks…semacam merasa bersalah telah share info tanpa konfirmasi dulu 😥 . Baiklah, dengan ini saya klarifikasii, bahwa puisi “Pergilah Seperti Uap, karna Kutau, Kau akan Kembali Sebagai Hujan” BUKAN karya Rio Anggoro seperti yang saya tulis di sini, tetapi karya bang Toga Nainggolan. Soundcloud-nya juga bakal saya rekam ulang deh. Hehe… Maaph ya bang Toga… ^_^

Eh, selamat mudik ya teman-teman, hari ini hari terakhir masuk kantor kan? Posting2 pas liburan juga boleh lho…saya baca2 aja 😀

See youuu….. Muuaaahhh….