sebuah keniscayaan

kita tak mengingat lagi awalnya
tiba-tiba sampai di tengah
menempuh arah yang salah

lalu malam pun risik
angin berbisik: kita harus kembali pulang
pulang pada mula-mula
yang tak kita tau di mana
di sana tak ada ‘kita’
hanya ‘aku’ dan ‘kamu’
juga rahasia yang membatu

lunglai kugantungkan harap pada bintang
enggan meraih
biar menjelma bintang jatuh

sementara di sini
air mata menghapus duka
karna perpisahan tak pernah penuh hura-hura
keniscayaan telah tiba
seperti pernah kaujanjikan suatu ketika
aku hanya menggenapkannya

dan kini
bukalah pintu rumahmu

melangkahlah

aku pun…

 

Kamar, 281210, 23.37