Purworejo Berirama makin ceria… ^_^

Selamat hari Selasa temans. Gimana hari Seninnya kemarin? Langsung sibuk ya? Atau berasa sibuk karna habis libur? Kadang-kadang perasaan kita seperti itu ya, merasa hari Senin adalah hari yang sibuk. Padahal sih hari lainnya juga sibuk, tapi karena Senin adalah awal masuk kerja dari sebelumnya libur dua hari, jadi deh lebih terasa kesibukannya.

Weekend kemarin adalah weekend pertama setelah saya mulai ngantor. Mulai mudik tiap minggu lagi seperti dulu. Tapi sekarang tiap kali mudik ada Krishna dan Ganesh di rumah karna mereka sudah tinggal di depan rumah Bapak. Makin senang deh. Nah weekend kemarin, setelah mencuci dan membereskan kost (eh, yang beresin ponakan ding), saya berangkat mudik. Berangkat agak pagi memang karna perlu ke kantor Samsat untuk ambil plat motor. Habis itu berencana nyervis motor karna lampu depan mati. Sempat makai motor waktu malam dan buta jalan. Kejeglong-jeglong deh. Nah, di jalan kena momen polisi donk dengan pelanggaran lampu tidak menyala. Kujelaskan sama pak polisi kalo lampu depan memang mati. Tapi posisi tombol lampu terus di posisi ON. Kalo gak percaya silakan dicek deh. Ini saya pulang mau ambil plat nomor sekalian service, Pak. Akhirnya pak polisi meloloskan saya dari tilang.

Urusan ke kantor samsat selesai, tapi urusan service belum. Eh, hujan turun aja. Ya sudah lah, service ditunda. Dan waktu hujan memang paling enak buat….bobo :D. Senangnya bisa bobo siang. Bangun tidur, ponakan-ponakan juga baru bangun. Mandi-mandi lalu nonton kartun-kartun di TV. Mas Krishna belajar baca huruf di kalender. Dik Ganesh (sepertinya) serius nonton TV gitu. Tapi ternyata dia perhatikan aktivitas kakaknya lho. Buktinya besok harinya dia pegang-pegang kalender sambil tunjuk-tunjuk dan ceplas-ceplos: “S”, “A”, “S”, tapi cuma S dan A aja. Haha…

Habis maem, mas Krishna nagih janji jalan-jalan ke alun-alun. Soalnya tadi mb Tanti janji kalau maemnya habis diajakin jalan-jalan ke alun-alun. Sebelum ke alun-alun mampir kios potong rambut dulu karna rambut Krishna sudah panjang, sudah kena kuping. Tapi tukang cukur langganan Krishna ditunggu gak keluar-keluar. Akhirnya gak jadi potong deh. Besok lagi ya mas.

20130409-080214.jpg

batal potong rambut deh

dik Ganesh yang metal ky Zamrud

dik Ganesh yang metal ky Zamrud

Habis dari tukang cukur di belakang pendapa Kabupaten Purworejo, kita ke alun-alun. Wah, ramai sekarang alun-alun Purworejo. Ada sepeda dengan lampu LED warna-warni yang disewakan untuk dikayuh keliling alun-alun, seperti di alun-alun selatan Jogja. Ada delman-delman hias yang ditarik kuda kecil atau ada juga yang ditarik keledai. Ada tempat bermain anak-anaknya juga. Sayangnya gak mengambil foto karna baru nyetir si Mio. Di sekeliling alun-alun juga banyak warung tenda. Kalau warung-warung tenda memang sudah ada dari dulu. Tetapi tambahan hiburannya sepertinya masih baru. Kami berhenti di penjual martabak, karna saya memang maniak martabak #ingat kesehatan Nduk, martabak banyak minyaknya #seminggu sekali aja boleh yaa…

20130409-080334.jpg

menggoreng martabak spesial

Habis martabaknya selesai, kita pulang deh.. Eh, di pojok alun-alun sebelah timur-selatan, ada tulisan Purworejo besar. Waduh..memang sudah banyak perubahan nih, makin bersinar kotaku.

20130409-142557.jpg

Purworejo Berirama

Nah, buat teman-teman yang belum pernah ke Purworejo, monggo lho pinarak wonten kutha Purworejo Berirama. Tindak alun-alun wayah dalu kathah hiburan. Badhe dhahar ndalu, kathah warung wonten alun-alun. Menawi siang, monggo kula aturi tindak Warung Soto Pak Rus wetan stasiun Purworejo, napa Bebek Pak Dargo ingkang sampun kondang saloka. Lanthing Bagelen, kue lompong, lan clorot, jajanan khas Purworejo. Duren lan manggis ugi kondang saking Purworejo. Menawi ngelak, monggo tindak Jembatan Butuh ngunjuk dawet ireng. Badhe piknik sekulawarga bakar iwak laut, monggo tindak pantai Jatimalang. Ampun kesupen pinarak Mranti, dalemipun bapak kula 😀 . Monggo… 🙂

#searcing-searching ternyata nemu campursari kutho Purworejo. Monggo disimak. ^_^

Kepompong vs Pong-pongan

20130404-183138.jpgBeberapa waktu lalu saat perayaan Paskah, mama, bapak, & d’Ganesh ke gereja Sabtu malam. Mas Krishna gak ikut karna ada sepupu yang datang & mas Krishna memilih main dengan sepupu. Mb Tanti juga gak ke gereja malam itu tapi besok hari Minggunya. Nah, usai main-main dengan sepupu, mas Krishna merasa ngantuk. Tapi karna mama belum pulang, mas krishna gak mau bubu. Padahal matanya udah lima watt gitu. Akhirnya mb Tanti ajak mas Krishna ke kamarnya, siap-siap tidur sambil nunggu mama pulang. Karna anak ini melek gadget, dia mau makai hp-nya mb Tanti buat main game. Tapi gak boleh sama mb Tanti. Kalau main game nanti gak jadi tidur donk. Trus akhirnya bikin kesepakatan kita mendongeng saja. Mb Tanti cerita tentang kancil yang baik dan pintar, yang mau nyebrang sungai lalu dapat ide mengumpulkan buaya-buaya di sungai untuk membantunya menyebrang. Si kancil minta buaya berbaris lalu melompat dari satu buaya ke buaya lainnya untuk menyebrang. Karna kancil anak yang baik, jadi buaya di sungai mau membantunya. Mb Tanti nyari gambar kancil yang nyebrang sungai dengan bantuan para buaya itu di HPnya. Mas Krishna menghitung buayanya. Ternyata ada dua puluh buaya yang membantu si kancil (Krishna baru bisa berhitung sampai 20). Selesai satu dongeng, mas Krishna belum tidur, malah makin melek karna liat gambar-gambar di hp plus berhitung juga. Lalu mb Tanti nyari cerita lain, ketemu cerita semut dan kepompong. Ada dua gambar ilustrasi di sana. Yang pertama gambar semut dan kepompong, yang kedua gambar semut yang berlumuran lumpur dan kupu-kupu. Agak susah cerita semut dan kepompong ini ke mas Krishna karna semutnya itu semut yang nakal. Mb Tanti gak mau kasih contoh kenakalan seperti yang semut lakukan dengan meledek si kepompong. Akhirnya cuma lihat gambarnya & mb Tanti ubah dikit ceritanya. Pada gambar semut dan kepompong, mb Tanti cerita kalau semut bingung melihat makhluk di depannya. Ini apa ya? Kok diam saja? Hei, kamu siapa? Semut bertanya tapi kepompong tetap diam saja. Lalu mas Krishna nyeletuk: “ini kan enthung (bahasa Jawa untuk kepompong adalah ‘enthung’)”. Dan gantian mas Krishna yang cerita: ” mas Krishna tadi liat enthung tapi udah jadi kupu-kupu. Trus kupu-kupunya terbang”. Lalu mb Tanti bilang kalau enthung yang dilihat mas Krishna itu sama kaya kepompong ini. Lalu mas Krishna nyaut: pas mas Krishna ke laut sama mama, mas Krishna beli kepompong. Ooh…itu pong-pongan namanya, mas. Kalau kepompong itu yang kaya enthung. Kalau yang kaya keong kecil itu namanya pong-pongan. Mas Krishna bingung membedakan istilah kepompong dan pong-pongan. Sebelum kebingungan berlanjut, mama pulang. Mas Krishna dibikinin susu lalu tidur deh. Selamat tidur ya mas… 🙂

#mas Krishna udah ditinggal kerja mb Tanti seminggu. Suka nanya sama mama: “mb Tanti kok malah lama sih Ma kerjanya”. Hoho… Besok deh mb pulang yaa… 🙂

[Jepang: kilasbalik] Legalisasi ijazah & nostalgia

Sekarang saya sudah di Indonesia lagi. Tapi masih pengen kilas balik mengenang proses sampai di Jepang dan beberapa serba-serbi selama di Jepang. Meskipun melanjutkannya lama banget, mudah-mudahan masih bisa nyambung. Hehe….

Setelah mendapat info dari bu bos seperti cerita saya di sini, hari Seninnya saya menghadap Kasubbag Kepegawaian untuk mendapatkan informasi lengkap. Surat dari Jakarta sudah sampai dan saya mulai mengisi aplikasi dan melengkapi berkas yang dibutuhkan. Salah satu yang dibutuhkan adalah ijazah dari SD sampai S1 yang dilampiri terjemahan dalam bahasa Inggris. Dalam menerjemahkan ijazah tersebut, saya hanya meminta bantuan penerjemah di kantor lalu meminta pengesahan dari kepala sekolah masing-masing sekolah. Kecuali untuk ijazah S1, memang sudah ada prosedur yang diatur kampus untuk menerbitkan terjemahan ijazah dalam bahasa Inggris. Dengan begitu, maka saya pun mengunjungi almamater saya tersebut.

SD

SD saya hanya berjarak 50an meter dari rumah. Dahulu SD saya ini adalah SD Inpres. Tetapi dalam perkembangannya SD Inpres ini justru lebih maju dari SD negeri sebelumnya. Pada saat ke SD untuk meminta pengesahan ijazah terjemahan & legalisir ijazah asli, sudah tidak ada lagi yang saya kenal di sana. Guru-guru saat saya sekolah sudah pindah sekolah karna naik jabatan atau malah sudah pensiun. Benar-benar asing saya di sana. Hanya satu guru yang saya kenal, itu pun karna beliau tetangga saya. Wajah sekolah pun sudah berubah total tal. Wah, tempat bermain lompat taliku dulu sudah tidak ada.

SMP

SMP saya letaknya di kota dekat alun-alun. Bangunannya adalah bangunan kuno peninggalan Belanda. Dulu waktu sekolah, saat di kelas 1 & 3 mendapat kelas yang merupakan bangunan kuno itu lengkap dengan bangku tempo dulu. Bangku kayu yang gandengan meja dan kursinya dan bentuk mejanya yang miring. Dari segi bangunan masih belum berubah, hanya ada tambahan bangunan-bangunan lain. Saya masih bisa mengenang masa lalu. Hihi…SMP itu saya culun, jelek, mungil, item, gak banget lah. Pinternya juga cuma pas-pasan jadi gak ada yang menonjol dari saya saat SMP. Mungkin hanya beberapa guru yang hapal dengan saya. Tidak banyak. Dan waktu saya ke sana, lagi-lagi guru-guru saya sudah berganti. Tapi ternyata di ruang TU masih ada yang mengenali saya. Sempat sedikit senang saya ternyata masih ada yang mengenali. Tapi ternyata…kenalnya bukan sebagai mantan murid SMP 2, tapi sebagai anaknya bapak saya. Hahaha….

SMA

Nah, kalau SMA ini, masih hangat di ingatan. Beberapa guru memang sudah pensiun atau pindah sekolah, tapi masih banyak yang saya kenal. Bahkan pegawai TU pun masih kenal. Saat di SMA saya sudah tidak seculun seperti saat di SMP. Lebih lumayan lah meskipun gak tenar-tenar banget tapi sudah lebih bisa bergaul. Dan di SMA ceritanya lebih banyak, jadi nuansa nostalgianya lebih terasa. Buat saya, riwayat sekolah dari SD sampai S1, SMA lah yang paling mengena di hati. Di perpustakaan itu dulu aku… Eh, madingnya masih di sini juga. Dulu sering nulis di mading. Lalu beranda di depan kelas tempat biasa ‘nongkrong’ sepulang sekolah berpasang-pasangan sampai akhirnya ‘ditertibkan’ oleh sekolah: dilarang duduk berdua-duaan di depan kelas sepulang sekolah. Hahaha…. Tapi hebatnya pada nurut lho. Habis ada aturan itu, depan sekolah bersih dari pasangan-pasangan muda SMA. 😀

Kuliah

Tempat kuliah S1 sudah buanyaaaaaaak sekali berubah. Jamannya juga berubah sih yaa.. Sekarang di kampus sudah ada wifi jadi banyak mahasiswa-mahasiswi yang berkumpul-kumpul dengan laptop terbuka di mana-mana. Coba jamanku, laptop aja masih jarang. Kalau ngetik atau ngeprint di rentalan komputer. Skripsi saya dulu made in rental komputer Karangmalang :D. Gedungnya juga sudah banyak berubah. Tetapi personilnya masih banyak yang sama. Ya, karna kampus ini yang paling terakhir saya tinggal kan dibanding jenjang sekolah yang lain. Dosen-dosen yang bertemu masih kenal, beberapa malah sering bekerja sama dengan kantor tempat saya kerja. Pegawai di urusan kemahasiswaan juga masih kenal. Yang dihapal oleh beliau adalah kawan saya yang gemuk banget. Jadi waktu liat saya, dia langsung nanya: “temenmu yang gendhut itu di mana sekarang?”. Beugh….

Singkat cerita urusan terjemah ijazah dan legalisasi selesai. Selanjutnya adalah mengirimkan aplikasi beserta seluruh kelengkapannya ke kantor JICA di Jakarta. Supaya punya dokumen digitalnya, saya scan semua dokumen dan saya kirimkan (juga) melalui email selain berkas asli yang saya kirim melalui pos. Selesai. Saya melanjutkan pekerjaan. 😀

Hello..,,

Selamat pagiiii…,,!!! (biarpun bacanya siang/malam tetap selamat pagi, biar semangat 😀 )
Selamat Paskah untuk semua yang meyakininya..
Selamat bulan April..
Dan selamat memasuki hari baru buatku ^_^
Yup! Hari ini mulai masuk kerja lagi. Memang gak ngambil istirahat lama-lama lah, langsung cap cus aja. Semalam mulai masuk kost baru. Dan beneran baru, mulai dari 0 kaya di SPBU. Haha… Belum beli kasur donk. Lha habis libur hari raya, gak sempat jalan-jalan nyari perlengkapan. Untung kostnya bareng ponakan, jadi bisa nebeng kasur ponakan dulu. Pagi tadi bangun tidur listrik mati. Ah.. Udah setengah 6 jadi berasa masih gelap. Tapi karna hari pertama masuk kerja, tetap semangat donk.. Sebelum jam 7 dah ready. Yuk Dik, mbak dianter ke kantor biar motornya bisa kamu pakai. Iya, selama 2 tahun kutinggal, ponakan ini yang ‘ngerawat’ motor kesayangan si Vega Ngatini. Nah, sekarang dia belum punya pengganti Ngatini deh.. Gak papa, kita share lah ya.. Nah, mampir sarapan di soto wonosari dekat kantor. Kaya dulu lagi deh.. Trus berangkat kantor. Sampai kantor masih 7:20-an. Langsung menuju finger print machine buat presensi. Eeeh…ternyata finger print-nya baru dan sidik jariku belum terdaftar donk. Waaah…gagal presensi di hari pertama masuk deh.. Haha…gak papa, yang penting udah masuk kerja.. Lapor manual aja.. ^_^

Yuk teman-teman, awali hari ini, minggu ini, bulan ini dengan semangat!! Tuhan memberkati.. Salam…