Masih ada sukacita?

Lepas sekian menit dari saya mengunggah tulisan antara bahagia dan sukacita, saya langsung dihadapkan pada ‘ujian’ atas apa yang saya tuliskan tersebut. Haish…berat betul pilihan katanya. Hihihi….. Iya, saya langsung dihadapkan pada kejadian yang meruntuhkan bahagia saya. Hahaha…. Hidup ini memang keren. Tetapi Tuhan lebih keren donk… Karena ucapan itu seperti pedang bermata dua, tidak hanya berlaku bagi yang mendengar tetapi juga bagi yang berbicara. Karnanya apa yang baru saja saya tuliskan pun, berlaku juga untuk saya. Puji Tuhan ya, Tuhan kasih saya nulis itu dulu juga tulisan yang sebelumnya itu, sebelum ada kejadian itu. Jadi…

Masih ada sukacita?? Masih donk…. Kan ada Tuhan yang keren 😉

Trus pilih bahagia apa sedih? Pilih bahagia donk.. Anggap saja dia tidak tahu apa yang dia lakukan ;))

JOY

Salam sekali lagi: Selamat hari Selasa, kawans. Semoga sukacita selalu ada di hati. Apapun kejadiannya, minumnya hatinya tetap bersukacita :D.

Salam,

~Tt

Bahagia & Sukacita

Masih tentang kebahagiaan. Setelah kemarin saya menulis tentang bahagia yang ternyata sederhana saja, kali ini lebih dalam dari bahagia yaitu sukacita. Memangnya beda Tik? Supaya lebih ‘terasa’ bedanya, mari kita gunakan bahasa Inggrisnya: happiness vs joy. Terasa kan bedanya? Belum terasa juga? Ok..ok… Sahabat blogger saya yang gak gede-gede alias kecil terus meski sudah jadi orang dan bukan bocah lagi (halah…lamaaa 😀 ), lha namanya Wong Cilik, ‘wong‘ kan artinya orang yang sudah besar, ‘cilik‘ artinya kecil, lha berarti lengkapnya kan orang besar yang masih kecil :mrgreen: , dia pernah menuliskan bedanya happiness dengan joy. Tulisannya ini ditulis setahun yang lalu. Mungkin beberapa teman sudah membaca tetapi mungkin banyak yang belum. Dan karena saya menyukai tulisannya itu, tanpa seizinnya saya berniat me-reblog-nya di sini. Tapi saking banyaknya blog saya, saya malah salah masuk reblog-nya. Jadinya sudah ter-reblog tapi tidak masuk sini. Sudah begitu tidak bisa di-reblog lagi pula. Huwaaa…. :(( Tampaknya saya tidak direstui pemiliknya 😛

Tapi berhubung saya sudah niat banget mau share tulisan itu, jadi tetep saya usahakan deh bisa nampil di sini 😛 . Mas Wong menuliskan beda happiness dengan joy merunut makna dasarnya. Happiness memiliki kata dasar yang sama dengan happening, yang bisa disarikan bahwa happiness didasarkan pada sesuatu atau kejadian. Sedangkan joy tidak didasarkan pada kejadian tapi pada sumber kehidupan kita. Meskipun tidak ada kejadian yang menimbulkan happiness tetapi kita tetap bisa merasakan joy, karena joy berasal dari hati bukan dari kejadian-kejadian.

Lebih lengkapnya, yuk simak paparan mas Wong… (klik gambar berikut ya… Atau di tautan ini –> “tautan” :D. Ini gantinya reblog :mrgreen: )

wongcilik

Joy itu berasal dari hati, bersumber dari sumber kehidupan kita sendiri. Mungkin kita mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, yang meruntuhkan kebahagiaan kita. Tetapi selama kita memiliki joy di hati, kita akan memiliki kekuatan & sukacita. Pertanyaan mas Wong yang terakhir menjadi perenungan untuk kita:

Akan tetapi, jika kita tidak merasakan adanya joy, mungkin kita perlu bertanya-tanya, apa yang menjadi sumber bagi kehidupan kita? Karena, bisa jadi kita salah memilih sumber kehidupan sehingga tidak merasakan adanya joy.

Selamat hari Selasa teman semua. Semoga sukacita selalu bersemayam di hati kita. Salam.

~Tt