Bahagia itu sederhana

Siapa yang pernah buat status dengan kalimat itu? Pasti banyak kan? Ada yang dilanjut dengan: “seperti saat menyesap teh manis panas ditemani ketela goreng” (sungguh saya kangen banget sama ketela goreng), atau “seperti saat menikmati sunset bersamamu” dan seterusnya dan selanjutnya. Haha….kalau dilihat kejadiannya memang sederhana kan? Jadi sebenarnya yang membuat bahagia itu memang bukan hal-hal yang besar. Yang simple-simple aja asalkan kita mau membuatnya menjadi kebahagiaan, jadilah. Membuatnya? Kita yang membuatnya gitu? Yup! Kita sendiri kok yang mengolah perasaan kita. Kalau mau dijadiin sedih juga bisa. Contohnya ni, pagi tadi teman saya bikin status gini (sudah sedikit diedit tanpa mengurangi makna):

Pagi ini penjual bubur bilang: “mbak’e sekarang cantik ya”
Dalam hatiku “wadoooooh, berarti selama ini aku ga cantik donk :(“

Gampang aja kan kalau mau dibikin sedih? Padahal untuk membuatnya menjadi kebahagiaan, mudah sekali. Lha wong kalimat itu saja sudah berisi kebahagiaan. 🙂 Tinggal memilih saja, mau dijadikan bahagia atau mau dijadikan sedih. That’s it. Sesimple itu.

Yang perlu dimiliki dan dilatih itu adalah sikap positif. Menyikapi hal dengan positif. Sulit? Bisa jadi sulit tapi bisa jadi mudah. Itu juga tergantung bagaimana menyikapinya. Mau dipilih jadi sulit ya jadi sulit, mau dipilih jadi mudah ya jadi mudah. Hehehe…. Nggak menjawab banget ya? Tapi memang begitu kok. O iya, salah satu cara untuk selalu bersikap positif itu dengan bersyukur. (eh, ini kebalik gak ya?). Ambil hal yang bisa membuatmu bersyukur. Misal dari status teman tadi, ambil yang bisa membuat bersyukur: “puji Tuhan berarti perawatan saya selama ini berhasil”, “puji Tuhan, sekarang saya kelihatan lebih cantik”, “puji Tuhan, terima kasih Bu”, dan seterusnya. Selain lebih mudah, yang begitu lebih menentramkan hati.

Ya sudah, itu opiniku. Kalian boleh berbeda. Tentu saja. 🙂

Kamu pilih kurung buka atau kurung tutup? Kalau saya pilih kurung tutup, karna titik dua kurung tutup lebih menyenangkan daripada titik dua kurung buka. Mari berbahagia…. 🙂