2012 in review

Hello pals!!
Gimana malam tahun barunya? Di rumah saja? Jalan-jalan? Atau malah nglembur kerjaan? Humm….saya menghabiskan di jalan :D. Ini juga diketik sambil jalan2. 😛

Pagi ini saya dapat laporan dari WordPress tentang aktivitas blogging di 2012.
Tumben nih, biasanya saya gak dapat. Terima kasih ya WordPress. 🙂
Terima kasih untuk teman-teman di dunia maya yang nyata selalu memberi semangat dalam bentuk apapun. Terima kasih untuk kunjungan di blog celoteh .:tt:. , terima kasih komentar-komentar dan komunikasi yang terjalin selalu di keluarga blogosphere ini. Terima kasih banyak untuk persaudaraan di sini. I love you full!! 😀

OK deh temans, selamat menyambut tahun baru 2013. Semoga tahun 2013 menjadi tahun yang bersinar bagi kita semua. Amin. 🙂

Selamat tahun baru… 🙂

Dan ini laporan dari WordPress.com untuk blog celoteh .:tt:.
Yuk simak yuk… 🙂

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 46,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 11 Film Festivals

Click here to see the complete report.

Perjalanan Kita

Rangga, happy 2nd anniversary… Entah anniversary untuk apa karna kita tidak pernah mengikrarkan apa-apa. Hanya saja, hari ini dua tahun lalu kita sama-sama mengakui perasaan kita masing-masing. Ya, hanya sebatas pengakuan tanpa kelanjutan apa-apa. Karna ‘kelanjutan’ itu seolah kemustahilan bagi kita.

Rangga, selama bersamamu, aku bahagia. Meski….tak sempurna. Aku tak pernah bisa (bahkan sekedar) berharap akan begini selamanya. Kita hanya menjalani hari-hari berdua, berbagi segala hal, tetapi tak pernah berani bertanya ‘kita mau ke mana?’. Pada akhirnya nanti kita tetap harus memilih. Kita telah sama-sama tahu apa yang harus kita pilih. Meski hingga kini, kita tetap saja menyusun cerita dalam perjalanan hidup kita.

Rangga… Perjalanan kita ini seolah tanpa tanda baca ya… Kita tak ingat lagi bagaimana awalnya. Kita hanya terus menulis dan menulis dalam lembaran kehidupan kita. Kita tak pernah tau kapan akan berakhir, bahkan tak yakin apakah akan berakhir.

Mungkin memang cinta tak perlu tanda baca ya…..

Love,
~Tt

#intinya ingin posting puisinya Sapadi Djoko Damono, Sonet 12 ^_^
#ini hanya fiksi belaka, mencoba mengintepretasikan sonetanya Pak Sapardi 😛
#ditulis dalam perjalanan…

Prahara

Sudah tak perlu saya tulis lagi, sudah pada tahu kan ya kalau saya itu belum menikah. Tapi tidak tahu kenapa, teman-teman saya yang sudah menikah itu sering kali curhat sama saya. Dan kebanyakan yang curhat itu yang bermasalah sama rumah tangganya. Rrrrr….kadang jadi bikin saya takut menikah. Hehe… E tapi kalau lihat yang harmonis-harmonis gitu, apalagi yang anaknya banyak dan lucu-lucu gitu, ya keinginan menikahnya muncul lagi :P. Tapi, selain kadang bikin takut, dicurhati gitu bikin belajar juga, ternyata menikah itu sungguh tidaklah mudah. Menyatukan dua kepala yang isinya berbeda sehingga menjadi selaras. Menyatukan nilai-nilai yang berbeda menjadi semakin sama. Butuh menurunkan ego, butuh menurunkan keinginan-keinginan. Katanya untuk jadi bahagia itu rumusnya mencoret dua hal itu. i want happy –> i (ego) want (desire)happy –> happy. Yang tertinggal cuma happy. Itu yang ngajari malah teman saya yang curhat tentang masalah rumah tangganya. Curhat sendiri, kasih solusi sendiri, saya cuma dengerin doang, plus dapat ilmu pula. Enak ya jadi saya..mihihi… :mrgreen: .

Saya ini sebenernya orangnya no solution gitu deh. Paling gak bisa kasih saran-saran gitu. Apalagi yang bidangnya tidak saya kuasai macam pernikahan gitu. Ngalami aja belum kok berani-beraninya kasih saran. Paling pol cuma kasih semangat untuk terus berjuang mempertahankan rumah tangga. Mungkin dengan mengingat kembali saat-saat awal dulu bersama, ingat lagi hal-hal membahagiakan yang dilalui bersama. Tapi ya gak mudah juga sih, apalagi kalau keinginan tidak datang dari dua belah pihak. Tetapi jangan menyerah, terus berjuang sampai akhir.

Saya rasa semua rumah tangga pasti pernah diberi masalah, meski kadar kesulitannya berbeda-beda. Tetapi banyak yang bisa diselesaikan dengan baik. Jangan buru-buru menyerah dan ingin mengakhiri. Jika mau, mudah-mudahan didekatkan jalan keluar. Saya ingat lagunya KLA Project yang berjudul Prahara: harapku jangan dulu menyerah, kenanglah saat cinta merekah.. Pintaku jangan dulu berpisah, sebelum sesal nanti terlambat sudah… Kira-kira begitu juga harapan saya untuk teman-teman saya yang sedang mengalami prahara dalam rumah tangganya. Tetap semangat ya kawans. 🙂

Selamat menyambut tahun baru. Semoga segala prahara di 2012 segera berakhir & sambut 2013 dengan optimis!!

Salam,
Titik

(diketik mll hp, mudah2an tautannya muncul yaa…)

Mikangari (みかん狩り)

Beberapa minggu yang lalu, saya melakukan beberapa aktivitas ‘tahunan’ yang biasa dilakukan di Jepang. Akhir musim gugur awal musim dingin adalah waktu panen jeruk mandarin di sini. Biasanya ada beberapa tempat yang membuka kebun jeruknya untuk dipetik pengunjung dalam acara ‘mikangari’ atau petik jeruk mandarin (mikan=jeruk mandarin; gari=panen). Pengunjung bisa memetik dan memakan langsung hasil panennya. Kalau di tempat yang memang ditujukan untuk acara itu, biasanya kita bayar berapa yen lalu bisa memetik dan makan sepuasnya. Kalau hasil memetik kita berlebih, kita harus bayar untuk bawa pulang hasil petikan kita. Nah, saya termasuk yang beruntung karna diajak oleh Ibu Guru SD yang pernah saya kunjungi dalam acara English Day, untuk ‘mikangari’ di kebun jeruk milik temannya. Bertempat di Katsuura gun, sebelah selatan kota Tokushima, daerah pegunungan yang sejuk dan terkenal akan buah jeruknya di Tokushima ini. Pemiliknya adalah orang yang suka berteman dengan orang asing. Maka beruntung sekali karna dia bisa berbahasa Inggris sedikit-sedikit karna saya juga hanya bisa berbahasa Jepang sedikit-sedikit. Klop kan :mrgreen:.

Kami berangkat berempat, Ibu Guru, saya dan kedua teman saya. Sampai di lokasi, Bapak pemilik kebun menyambut dengan ramah. Kebetulan dulu beliau kenal dengan orang Indonesia dan berteman baik. Jadi senang sekali bertemu dengan orang Indonesia lagi. Lalu istirahat sebentar dan mulai mengeluarkan perlengkapan memetik jeruk. Kami tidak dibawa ke kebun yang besar, tapi di kebun depan rumahnya yang juga cukup luas. Kami harus memakai jaket khusus dan kaos tangan, membawa gunting dan ember. Yuk…siap petik jeruknya. Dan inilah foto-fotonya. (biar gambar bercerita ya…)

Seperti terlihat di foto, kami memetik banyak sekali. Saya tidak tahu kalau ternyata semua hasilnya akan diberikan ke kita untuk dibawa pulang. Hah?? Sebanyak itu?? Tiwas tadi semangat banget metiknya :D. Walhasil sampai rumah, saya lakukan pembagian jeruk untuk teman-teman international students lainnya. Berbagi rezeki…

Terima kasih Tokunaga san, ibu guru yang mengajakku. Terima kasih Kitamoto san, pemilik kebun jeruk yang mengizinkan kita mikangari di kebunnya, memberi cuma-cuma jeruknya plus makan siang dan obrolan menyenangkannya. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi lain waktu. Minimal bertemu lewat kartu pos ya… 🙂 .

Nah teman-teman, siapa yang punya kebun jeruk dan mau membuka kebunnya untuk mikangari? Saya mau dunk, apalagi yang gratis gini. :mrgreen:

Salam,
titik

Blue Christmas

blue-christmas-wish-wallpapers-1024x768

Selamat Natal ya teman-teman.. Berhubung lagi blue, jadi dreaming for a white christmas deh. Hihi…padahal aslinya sih mau sekalian narsis. Kalau biasanya narsis muka, sekarang narsis suara deh :P. Kata teman kemarin, suara saya waktu nyanyi sama suara saya waktu ngomong beda. Masa sih? Makanya di akhir lagu saya tambahin suara saya ngomong, sekalian mau mengucapkan selamat Natal untuk teman-teman semua. O iya, hari ini saya senang sekali karna banyak teman-teman yang mengucapkan selamat Natal untuk saya. Bukan hanya dari sesama teman yang merayakan, tetapi juga dari teman-teman lain yang tidak merayakan tetapi ikut bersama-sama berbahagia di hari Natal ini. Terima kasih banyak teman-teman semua. Semoga kita senantiasa hidup dalam kasih, saling mengasihi satu sama lain, dengan penuh suka cita. Damai Natal bagi dunia. Amin. Selamat Natal semua… ^_^

Salam saya,

Titik

Christmas Eve

christmas 2011

For to us a child is born, to us a son is given, and the government will be on his shoulders. And he will be called Wonderful Counsellor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace. (Iasiah 9:5)

Merry Christmas!!!
Joy to the world.…….

Love,
Titik

Rumah..

Ada banyak tempat singgah, tetapi aku ingin rumah, tempat di mana aku bisa selalu kembali. Pulang.

Ibu, selamat hari ibu. Aku ingin sepertimu, memiliki satu rumah, sekali seumur hidupmu.

ibu

Putrimu,
Tanti