One Day Trip and Kopdar Bandung

Warning: akan jadi postingan yang panjang dan banyak foto! πŸ˜€

Postingan ini masih lanjutan dari postingan kemarin. Pagi itu, Minggu, 15 Juli 2012 pukul 5 pagi, saya mengantar Sensei dan teman-teman sampai depan hotel, berpelukan lalu sayonara-sayonara. Lho, kok pakai sayonara? Emangnya Tt gk ikut balik ke Jepang?! Puji Tuhan oleh Sensei dikasih waktu beberapa hari untuk menengok rumah. Sepertinya Sensei ingat pengalaman tahun lalu ketika juga ada konferensi di Jawa Timur. Karna tidak ada kesempatan untuk pulang, akhirnya Bapak yang ngalahi ngunjungi anaknya ini ke Jawa Timur. Jauh bo’! Meskipun Bapak senang juga bisa sekalian jalan-jalan & bertemu Sensei. Hihi… Dan akhirnya, kali ini dikasihlah waktu beberapa hari untukku pulang. Puji Tuhan πŸ™‚

Oke, lanjut lagi.. Setelah mobil travel mereka bergerak pergi, saya kembali masuk kamar hotel dan…tidur lagi (doh!). E..ndak pakai lama kok, saya bangun lagi dan packing. Lalu ada pesan masuk dari Teh Nchie yang bilang akan datang sekitar pukul 10 bersama Olive. Wuih, dalam bayangan saya, melihat foto-foto di blog & FB Teh Nchie, si Olive tu kaya udah gede. Jadi waktu bilang akan datang dengan Olive, sempat nanya juga: nanti bisa boncengan bertiga kah? Hihi…. Akhirnya sebelum pukul 10 saya sudah turun dan check out dari hotel lalu menitipkan barang-barang saya di hotel. Menunggu Teh Nchie dan Olive beberapa saat sambil ngenet di lobi. Sempat ada mbak-mbak cantik juga duduk di lobi, kupikir Teh Nchie, tapi kok rambutnya ikal, ah bukan.. Nunggu lagi. Lalu ada pesan masuk dari Teh Nchie tapi gk ada isinya. Hehe.. Baru mau balas, sudah terlihat sosok Teh Nchie n Olive masuk ke hotel. Hai…hai…..akhirnya ketemu juga… Hihihi…senangnyaa….. Dan ternyata, pas ketemu Olive, Olive masih bisa diajak bonceng bertiga.. Sip deh… Bersama duo cantik ini one day trip in Bandung dimulai…

1. Cihampelas Walk

Seperti diceritakan Teh Nchie di sini, saya mau diajaki makan nasi timbel di Punclut sambil menikmati panorama kota Bandung. Seneng banget lah. Dengan motor matic oren kami melaju menuju Punclut. Tetapi di pertigaan kami dibelokkan karena katanya di depan macet. Teh Nchie pun nurut. Eh…ternyata di jalan alternatif pun macet parah. Duh! Akhirnya memutar balik dan menuju Cihampelas Walk. Jalan-jalan dulu sebelum cari makan, di sana melihat-lihat souvenir khas Bandung. Ada magnet bergambar jembatan dan tulisan Bandung. Kutanya Olive: ini jembatan apa Ol? Jembatan Pasopati, kata Olive. OK, ambil deh buat oleh-oleh. Kami akhirnya makan di sebuah resto di Ciwalk. Banyak makanan tradisional di sana. Tapi waktu lihat stan mie kocok, pilihan saya langsung jatuh padanya :D. Sementara Teh Nchie dan Olive memilih menu yang sama: lontong kare.

Mama Olive & Kaka Olive yang kompak.

Bersama Teh Nchie yang kehilangan kakinya.
“Lho, kaki Mama mana Ol?” dan Olive pun tertawa πŸ˜€

Selesai makan, kami jalan-jalan lagi. Dan saya nemu kaos lucu bertuliskan Bandung dengan aksara Jawa Sunda, Arab, Jepang kanji, dan Romaji (alfabet). Wah…lucu nih untuk oleh-oleh Sensei yang gaul & teman dari Jepang. Hihi…

2. Jembatan Pasopati

Selanjutnya kami akan menuju Gedung Merdeka. Dan oleh Teh Nchie saya dilewatkan jembatan Pasopati, salah satu icon Bandung yang saat itu sedang dalam perbaikan. Ternyata ini yang dibilang teman-teman mirip dengan jembatan di Naruto yang saya post di facebook. Dan ini yang tadi Olive bilang ada di magnet yang saya beli. Kami pun berhenti sebentar untuk mengabadikan jembatan ini dalam foto.

Jembatan Pasopati vs Naruto no hashi

bukti saya pernah lewat jembatan Pasopati

 

3. Gedung Merdeka

Selanjutnya kami menuju Gedung Merdeka di Jl. Asia Afrika. Gedung Merdeka merupakan gedung bersejarah tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika pertama yang merupakan cikal bakal terbentuknya Gerakan Non Blok yang juga mendasari kerjasama internasional (international cooperation) hingga saat ini. Selanjutnya, gedung ini menjadi tempat berbagai pengalaman sejarah bangsa Indonesia, dari gedung MPRS sampai tempat tahanan para tapol G30S.

Gedung Merdeka (picture by Bapaknya Fauzan)

Di sini kami bertemu Teh Dey bersama Fauzan dan Bapaknya. Sedang narsis-narsisan, tiba-tiba ada yang teriak: “ikutan donk”. Dan begitu motor berhenti, langsung deh mengenali: Teh Dey iniiii…. Hihi… Dan seperti tumbu oleh tutup, Teh Dey yang bawa kamera SLR plus fotografernya (ups!) semakin menguatkan hasrat narsis kita πŸ˜€

Trio Emak Cantik di Gedung Merdeka

 

4. Jalan Braga

Selanjutnya kami mampir ke Jalan Braga karna saya penasaran sama setting flash fiction Sepanjang Jalan Braga yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Betul tidak ya intepretasi saya tentang Jalan Braga berdasarkan pencarian di google? Akhirnya kami menuju ke sana sebentar. Sebentar saja karna sudah ditunggu Bang Edu di cafe NgopDul untuk kopdar.

Kinar di Jalan Braga
Tak lupa mengirim pesan pada Barra: “Mas Barra, aku sudah di depan Braga Huis Beer… Daaaaan…di sampingku ada yg lagi foto prewed. Alamak…mupeng akunya mas… :P”

 

5. Kopdar Bandung

Selesai foto-foto di Jalan Braga, kami menuju cafe Ngopi Doeloe di Teuku Umar. Di sana sudah ada Bang Edu, Bang Argun, dan mb Yuli yang katanya sudah membatu menunggu kami. Hehe…maaf ya teman2.. :P. Salim-salim memperkenalkan diri dan pesan-pesan makanan. Selanjutnya datang mb Ika dan Bang Ade Truna. Dan yang terakhir adalah Teh Erry yang tadinya pamit gak bisa datang, eh ternyata akhirnya datang. Senangnyaaa. Bang Argun sang Dewa SEO berbagi ilmu SEO di kopdar kami. Sementara saya malah ndak banyak bicara. Hehe..sungguh, saya ini pendiam, kalau tidak ditanya saya bingung mau cerita apa. Makanya waktu disuruh cerita, saya minta mereka tanya aja nanti saya jawab :P.

bersama semua peserta kopdar…senyum ceria… πŸ˜€

Boci (danbo kecil) yang jadi real guest star di Kopdar, kini tinggal kenangan…
Nak, di manapun kamu, semoga yang menemukanmu merawatmu dengan baik ya.. eMak & Boca merindukanmu… 😦

Terimakasih blogger Bandung untuk kebersamaan yang indah ini.. [v]

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Saya harus segera kembali ke hotel, mengambil barang-barang, lalu menuju stasiun untuk pulang ke Purworejo. Tetapi oleh Teh Nchie saya dilewatkan lagi ke Gedung Sate. Hihi…biar kumplit ya Teh πŸ˜›

6. Gedung Sate

Suatu senja di Gedung Sate

 

Akhirnya saat perpisahan dengan Bandung pun tiba. Teh Nchie mengantarkanku sampai ke batas akhir pertemuan hari itu: stasiun. Hiks… 😦 . Begitu memasuki stasiun, rasanya hati sudah rindu lagi dengan Teh Nchie, Olive, teman-teman blogger Bandung dan keluarganya, plus Bandung itu sendiri. Terimakasih Teh Nchie & Olive, udah ngajakin keliling Bandung seharian. Terimakasih teman-teman di Bandung untuk hari yang indah itu. Terimakasih sekali. Lain waktu, ingin sekali berkunjung ke Bandung dan mengunjungi rumah teman-teman supaya lebih mengenal dan lebih akrab. Sekali lagi terima kasih banyak. Bandung tempat yang nyaman, dingin, dengan penduduknya yang ramah. Suatu saat aku akan datang lagi mengunjungimu…

O iya, salam buat Ariel ya. Selamat sudah keluar dari penjara. Jangan nakal lagi ya… πŸ™‚

.

.

Salam saya,
Titik