a thousand years

Image

heartbeats fast
colors and promises
how to be brave
how can i love when i’m afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubt suddenly goes away somehow
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i’ll love you for a thousand more

time stands still
beauty in all she is
i will be brave
i will not let anything take away
what’s standing in front of me
every breath
every hour has come to this
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i’ll love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i’ll love you for a thousand more

one step closer
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i’ll love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i’ll love you for a thousand more

——

Mumpung backsound-nya masih lagu ini 😉
Colek teh Orin n dek Sash yang juga lagi seneng sama lagu ini. ^_^

Informasi Beasiswa dari Pemerintah Jepang

Pengumuman kelulusan SMA baru saja dilaksanakan. Saya ucapkan selamat kepada teman-teman, juga putra/i teman-teman yang lulus dalam UN SMA tahun ini. Bagi yang belum lulus, jangan berkecil hati dan tetap semangat. Saya juga mengucapkan selamat kepada Sulung Om Nh yang telah berhasil lulus dengan kalem, tanpa corat-coret dan pawai sepeda motor.

Bertepatan dengan momen itu, saya ingin membagikan informasi bahwa Kedutaan Besar Jepang menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013). Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.

Syarat-syarat pelamar sebagai berikut:

  1. Lahir antara tanggal 2 April 1991 dan tanggal 1 April 1996.
  2. Nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester/cawu terakhir minimal:

8,4 untuk program S-1
8,0 untuk program D-3
8,0 untuk program D-2

*Jika pada saat penutupan (15 Juni 2012) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima.

3. Pelamar harus lulus dari SLTA, atau akan lulus maksimal 31 Maret 2013
4. Formulir bisa didownload dari website Kedutaan Jepang

http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html

5. Formulir yang sudah diisi bisa diantar atau dikirimkan ke Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia, lengkap dengan fotokopi Ijazah, fototokopi Nilai Ijazah, dan fotokopi Rapor kelas 3 semester 2 (bisa menggunakan dokumen sementara dari sekolah apabila nilai asli dari Kemdiknas belum keluar) dan harus sudah diterima pada tanggal 15 Juni 2012 (bukan cap pos). Alamat Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia bisa dilihat di website Kedutaan Jepang.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:

Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176
www.id.emb-japan.go.jp

.

Informasi ini dikutip dari http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html dan informasi di milis yang telah dirangkum sedemikian rupa. Semoga bermanfaat.

Salam.

Bulan Madu ke Gili Trawangan

Jaman remaja SMA dulu ketika bercanda tentang rencana bulan madu kalau sudah menikah nanti, pasti cuma nunjuk Bali sebagai tujuan utama. Maklum saat itu tahunya cuma Bali tempat yang indah buat bulan madu. Setelah kuliah dengan teman dari berbagai daerah, banyak informasi kalau Lombok pun tak kalah indah dengan Bali. Bahkan beberapa teman lebih memilih Lombok untuk bulan madu ketimbang Bali. Dan setelah bekerja dengan wilayah kerja seluruh Nusantara, saya pernah mendapat tugas ke pulau Lombok ini. Wah, bayangan keindahan Lombok yang diceritakan teman-teman tergambar di depan mata. TAPI sayang disayang, padatnya jadwal kegiatan membuat saya tidak sempat ke mana-mana kecuali ke pantai Senggigi, bikin tatto pacar di pantai ini, menikmati senja, lalu menikmati plecing kangkung dan ayam taliwangnya Lombok. Tidak salah lagi, Lombok memang so beautiful bahkan hanya dengan mengunjungi satu pantai saja. Karnanya saya masih penasaran ingin menikmati lebih lanjut keindahan-keindahan di pulau Lombok ini. Dan yang masih terbayang-bayang di kepala untuk dikunjungi adalah Gili Trawangan, pulau kecil yang yang indah dari tiga gili (pulau) di sebelah barat pulau Lombok itu. Membaca ulasan mas Depz tentang Gili Trawangan saya jadi ingin berbulan madu ke sana. 😳

salah satu homestay unik di Gili Trawangan

Terbayang sudah bulan madu yang romantis di sini. Tinggal di homestay yang unik seperti gambar di atas (saya lebih suka model homestay begini ketimbang hotel), bermain di pantai, snorkling and diving berdua, menikmati indahnya panorama bawah laut, bersepeda mengelilingi pulau berdua sambil mengabadikan keindahan Gili Trawangan. Lalu malamnya menikmati dinner romantis di cafe di tepi pantai. Besok paginya menikmati sunrise yang pasti tak kalah romantisnya. Ah….indahnya…sampai deg-degan saya membayangkannya :oops:. Jadikan mimpi, yakini, dan buat ini menjadi nyata. Semoga.

.

.

#Menikmati sakura di Jepang-nya jadi bulan madu kedua aja ya.. ^_^

Kaya di luar negeri ya?

Melanjutkan postingan kemarin, yang ada foto tangan saya itu. Foto itu saya ambil setibanya saya di bandara Kansai, Osaka setelah perjalanan seharian. Sampai di Kansai sudah pukul 9.30-an malam. Ditambah proses imigrasi, jadi kira-kira pukul 10 baru keluar. Sudah tidak ada bus ke Tokushima. Akhirnya diputuskanlah tidur di bandara. Apalagi memang sudah berencana besok pagi mau main ke Hokkaido mumpung ada tiket promo. Teman-teman sudah berangkat pagi tadi, jadi saya ‘kranthil’. Saya pun mengambil tempat yang kira-kira nyaman dengan koneksi wifi yang lumayan kuat, lalu menelepon rumah, mengabarkan saya sudah sampai dengan selamat. Lanjut telepon kakak…lamaa….dengan materi pembicaraan yang cukup berat dan membuat kakak berderai-derai. Lho? Kok malah kakak yang berderai? Iya, saya kan sok tegar di depan kakak, haha…. Akhirnya saya pun merasa lelah kuadrat, lelah karena perjalanan dan lelah karena pembicaraan tadi. Tampak kan dari semplah-nya tangan saya itu? Hehe… Tidak bisa tidur pula setelah itu. Lengkap sudah. Hihi… Eh, kok malah curhat di sini sih?? Hahaha….maaf ya teman-teman… 😛

Paginya saya menitipkan koper di loker penitipan barang di Kansai airport. Masukkan koin 600 yen untuk bisa membuka kunci dan memasukkan barang serta mengambil kuncinya. Enam ratus yen adalah biaya penitipan untuk 1 hari. Kalau ternyata besok terhitung 2 hari atau lebih, maka untuk bisa membuka loker harus memasukkan koin lagi, sudah tertulis berapa yang harus dibayar. Done. Berangkatlah ke Hokkaido. Sampai sana bertemu dengan teman-teman dan melanjutkan ‘wisata’ kami. Ke mana saja? Akan saya ceritakan di postingan berikutnya yaa… 😀

Nah, meskipun di Jepang bagian tengah sudah masuk musim gugur, tetapi di Hokkaido salju masih menggunung. Ya, karna Hokkaido adalah pulau paling utara di Jepang (dan sekarang di sana sakura sedang bermekaran). Saya yang belum pernah lihat salju setebal itu pun heboh tak terkira. Teman-teman yang sudah cukup lama di sini sudah terbiasa dengan salju, jadi mereka kalem-kalem saja. Tapi ternyata ada salah satu teman yang diam-diam masih kagum dengan salju putih bersih di sana. Pagi itu salju turun dengan lebat. Cemara-cemara tertutup salju persis seperti di kartu-kartu Natal itu. Dan teman saya nyeletuk: “wuih….kaya di luar negeri ya?!”. Kami yang lainnya spontan noleh ke arahnya: “lha memangnya ini di mana???”. Hahahaha……. Berhubung bersama teman-teman satu negara jadi dia merasa masih di Indonesia saja. Hihihi….. Ya udah, saya bagi fotonya ya… 🙂

orang udik selalu foto di tulisan ‘welcome to…’ 😀

dari lantai 8 Super Hotel Asahikawa-shi

dari bajunya udah kelihatan asalnya… 🙂

salju

cemara

pinguin & langit biru

Demikian.

Salam. 🙂

Weekly Photo Challenge: Hands

i will try to fix you

Fix You – Coldplay

When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you’re too in love to let it go
But if you never try you’ll never know
Just what you’re worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I…

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I…

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

#hands

Murasaki Katabami: Bunga Daun Cinta

Murasaki Katabami. Apa itu, Tik? Itu nama sebuah bunga dalam bahasa Jepang. Masih belum bosan kan dengan postingan bertema bunga di blog ini? Mau dibilang ‘mentang-mentang lagi berbunga-bunga, jadi nulisnya tentang bunga terus’ juga boleh. Lah kok milih mau dibilang apa, hihi.. Eh, tapi kita semua kan memang sedang berbunga-bunga, sedang ikut bahagia atas keberhasilan Teh Erry memenangkan kontes pemilihan Touch Korea Tour kan ya? Jadi cukup beralasan lah kalau dibilang saya sedang berbunga-bunga makanya posting bunga terus. Hehe…. Eh, intronya kepanjangan ya? OK, lanjut lagi ke Murasaki Katabami ya…

Beberapa hari yang lalu sepulang dari kampus, saya melihat ‘pletik-pletik’ ungu di semak depan asrama (iya, asramanya belum dibersihkan jadi rumput tumbuh dengan suburnya).

depan pintu asrama terlihat percikan ungu

Lalu saya dekati dan amati. Ah…ada bunga-bunga kecil yang indah. Ungu-ungu yang lucu. Mendadak saya gembira sekali, seperti menemukan permata di tengah belukar. Halah! Yang benar, seperti menemukan bunga indah di tengah belukar. Eh, bukan seperti ding, memang begitulah adanya. #mbulet.

indah di tengah belukar…

bunga daun cinta

Mari kita amati lebih dekat. Daun-daun bunga ini terdiri atas 3 lembar mahkota daun yang berbentuk hati. Berdasarkan hasil selancar di dunia maya, diketahui bunga ini termasuk dalam keluarga Oxalidaceae genus Oxalis. Genus ini memiliki 900 species (wow!!). Dan bunga di atas merupakan species Oxalis debilis varietas corymbosa. Dalam bahasa Jepang, bunga ini bernama Murasaki Katabami (bersyukur saya memiliki kawan dari Jepang yang setiap kali saya mengunggah foto bunga di facebook dia selalu membantu memberi tahu nama bunga yang saya unggah sehingga memudahkan untuk pencarian informasi tentangnya. Terimakasih Asano-san 🙂 ). Warna bunganya pink keunguan. Bunga ini mekar di tengah musim semi dan di pertengahan musim dingin. Baiklah, saya tidak perlu berpanjang-panjang menceritakan si bunga cantik ini karna saya bukan pakarnya, takut malah salah. Kita tunggu tambahan informasi dari yang lebih tahu ya. Buat teman-teman yang mengetahui informasi tentang bunga ini, mohon informasinya di kolom komentar ya. Hehe…. Mari kita nikmati keindahan ciptaan Allah dalam bunga mungil ini.

murasaki katabami (oxalis corymbosa)

bunga daun cinta

collage

#NB: Jadi ingat lirik lagu Bunga di Tepi Jalan kemarin: “di sekitar belukar dan rumput gersang, s’orang pun tak ‘kan mau mem(p)erhatikan..”, eh ternyata ada lho yang memerhatikan bunga mungil di semak belukar. 😉

Bunga di Tepi Jalan

Bunga di Tepi Jalan
(Koes Plus)

Suatu kali kutemukan bunga di tepi jalan.
Siapa yang menanamnya tak seorang pun mengira.
Bunga di tepi jalan alangkah indahnya.
O kasihan, ‘kan kupetik sebelum layu.

Di sekitar belukar dan rumput gersang.
Seorang pun tak ‘kan mau memperhatikan.
Biarlah ‘kan kuambil penghias rumahku.
O kasihan, ‘kan kupetik sebelum layu. 

Lirik di atas ditulis kawan di status facebooknya. Karena saya sedang suka bunga dan banyak sekali bunga-bunga yang saya temui, termasuk bunga di tepi jalan yang sungguh indah, saya pun menulis komentar atas status tersebut: “di sini bunga di tepi jalannya indah2..lebih indah dari pakaian Salomo”. Awalnya berbalas biasa, tapi lama-lama jadi sok filosofis pembicaraan kita. Hihihi… Begini percakapan kami:

Titik: di sini bunga di tepi jalannya indah2… Lebih indah dari pakaian Salomo 🙂

Teman: keren dunk, Tik….

Titik: iya…seperti yg km like kemarin
setiap bunga dipakai-i dgn sangat indah oleh Penciptanya

Teman: hmmm, iya….kadang2 orang tdk mau memperhatikan bunga di tepi jalan itu, krn orang hanya melihat dr satu sisi saja….padahal,bunga di tepi jalan belum tentu tidak indah….

Titik: tetapi bunga tidak pernah khawatir, dia tetap menghiasi jalanan tanpa peduli orang menganggapnya atau tidak. Sampai akhirnya layu dan gugur ke bumi. Selesailah perannya, selesailah dharmanya 🙂

Teman:  ketika seseorang berani mengambil bunga itu, sbnrnya dia tidak akan menyesal….ya, bunga di tepi jalan memang akan terus bertahan tanpa memperdulikan respon orang di sekitarnya, dia akan bertahan utk terus menghiasi jalan itu….tp aku berharap ada yg berani mengambil bunga itu 🙂

Titik: Bunga sih tidak mempermasalahkan ada/tidaknya org yg memetiknya. Karna ketika ia dipetik, ia pun akan dijadikan hiasan, pengindah yang menyenangkan dan menentramkan hati org yg memetiknya. Baginya, asalkan dia tetap menjalankan perannya mengindahkan dunia, di manapun dia: di tepi jalan, di vas, di selipan telinga, di rambut; itu cukup baginya. 🙂

Teman: ya….filosofi bunga mengajarku byk hal….bunga akan tetap menikmati dan menjalankan perannya,tp dari sisi manusiaku ak kasihan dgn bunga itu,maka pada akhirnya ak menyatakan alangkah bahagianya ketika seseorang mengambilny dan menjadikannya penghias….hehe3

Titik: ketika bunga dipetik dari dahannya, dia akan mudah layu. Butuh seseorang yang benar-benar mau merawatnya. Jika tidak, maka lebih baik bunga itu tetap di dahannya sampai dia layu dan mati pada saatnya. 🙂

Teman: apabila ada seseorang yg berani memetiknya berarti seseorang itu harus berkomitmen utk menjaga dan merawatnya #bunga di tepi jalan, alangkah indahnya :)#

Titik: betul. Karena sekali bunga itu dipetik, dia tidak akan bisa dikembalikan lagi ke dahannya.

Teman: ya….#bunga di tepi jalan#

Titik: ternyata aku byk ngomong ya… hihihi…. 😀

Teman: menarik, Tik….sangat….bunga di tepi jalan ”menyentuhku” 😀

—-

Begitulah kesoktahuan kami terhadap bunga di tepi jalan. Entah bagaimana sebenarnya perasaan bunga itu sendiri seandainya dia punya perasaan seperti kita. Apakah benar seperti obrolan kami di atas? Yang jelas kedua orang di atas adalah dua perempuan usia menjelang kepala tiga, cantik, muda, dan bahagia, yang menghabiskan malam minggunya di depan laptop atau handphone-nya. Dan kurasa hal itu berpengaruh pada isi obrolan mereka. 😉

Gambar:  Hiruzaki-tsukimisou (Oenothera speciosa )