Edit comment?

Teman-teman yang ‘bermain’ di linimasa bernama twitter mungkin tau beberapa waktu lalu ada kasus di dunia perblogeran bahwa komentar seorang narablog di suatu blog diubah total oleh pemilik blog menjadi komentar yang menjelek-jelekkan dan menyudutkan orang lain. Terang saja narablog tersebut merasa namanya dimanfaatkan untuk menyerang orang lain, dan itu merupakan fitnah baginya. OK, sy tidak akan melanjutkan berita hangat tersebut, tetapi hanya ingin menyinggung sedikit tentang mengedit atau mengubah komentar di blog.

1. Apakah saya pernah mengedit komentar di blog saya?

Pernah. Saya bahkan SELALU mengedit komentar di blog saya. Hah?? Kok?? Ya, soalnya saya membalas komentar teman-teman langsung di komentar itu dengan fasilitas ‘edit comment’ bukan mereply di bawahnya. Tapi saya TIDAK MENGUBAH isi komentar teman-teman, hanya menambahkan balasan saya atas komentar teman itu. Bagi saya, mengubah isi komentar itu seperti ‘lempar batu sembunyi tangan’, pengecut dan pemfitnah. Saya memang pernah menyensor komentar teman saat dia menyebut tentang Jepang padahal saat itu sy belum ingin mengabarkan tentang itu di blog. Akhirnya saya sensor, saya hubungi dia dan sy minta maaf terpaksa menyensor komennya dengan alasan seperti tadi. Puji Tuhan dia menerima dan masalah selesai.

2. Apakah komentar saya pernah dedit oleh pemilik blog tempat saya berkomentar?

Pernah sih, tapi hanya menyensor sebagian, dan saya memahami alasannya. Hampir sama seperti alasan saya menyensor tadi. #mengerling ke I*u ;)#
Tapi kalau kasus seperti narablog tadi, pj Tuhan saya belum pernah mengalami dan semoga tidak akan pernah mengalami. Amin. (Ngeri membayangkan nama saya muncul dengan komentar yang bukan dari saya. Iiih….ngeriii… )

3. Apakah saya pernah tidak menyetujui sebuah komentar dan menyimpannya di kotak moderasi?

Pernah. Bukan karna komentar tersebut buruk, tetapi komentar tersebut terlalu pribadi untuk dimunculkan di ranah publik blog ini. Saya sebagai manusia biasa berhak untuk hidup tenang bukan? Jadi akhirnya komentar tersebut tetap sy simpan dan tidak sy munculkan di blog ini. Cukup sy sendiri yang membaca dan memperbaiki diri :).

Nah, sebenarnya kalau kita berinternet sehat, tidak ‘neka2‘, rasanya ngeblog itu betapa indahnya. Jika apa yang kita bagikan adalah kebaikan, bukan menyebar fitnah atau aib orang lain, tidak menggunakan nama orang lain untuk mengambil keuntungan diri sendiri, rasanya dunia ini begitu tentramnya. Dengan mengingat bahwa blog (juga twitter) adalah ranah publik di mana semua orang bisa membaca (kecuali memang kita private), rasanya kita bisa memilah dan memilih apa yang pantas dan tidak pantas dimunculkan di sana. Jangan sampai kita ditertawakan seantero linimasa karna kita lupa di mana kita sedang bicara. #mulai nyimpang :D#

OK deh, ini hasil saya deactivate FB dan main-main dengan twitter, jadi tau yang seru2 di sana. 😉

Selamat malam semuanya. Apakah teman-teman pernah mengalami tiga hal di atas? Share yuk… 🙂