Sebelas Duabelas

Hai’..sebelas duabelas itu biasanya kita gunakan kalau kita menyebut sesuatu yang mirip-mirip. Misalnya saya suka pakai t-shirt n jeans kalau jalan-jalan, sementara teman sy juga sukanya begitu, maka kita biasa bilang: sebelas duabelas lah kita. Begitulah kira-kira. Hehe… Nah, sebelas duabelas yang sy tulis ini adalah sebelas hal yang harus saya tuliskan di bulan duabelas. Mb Pu rupanya tau kalau sy udah jarang hapdet ini blog, jadilah beliau kasih PR buat saya. Arigatou mb. ^_^

Baiklah. Jadi tugas dari mb Pu adalah menyebutkan 11 hal tentang saya. Dulu sy pernah menyebutkan 8 hal tentang sy waktu dapat tugas dari mb Iyha. Tapi baiklah, kali ini sy sebut 11 lainnya (jadi sy udah nyebut 19 hal ttg sy dong, hihi).

11 hal tentang Tt:

  1. Perempuan tinggi 150cm, berat +/- 45kg (bisa naik bisa turun tergantung selera makan 😀 )
  2. Berkacamata minus kanan kiri (minus berapa rahasia :D)
  3. Belum menikah (penting ini 😆 )
  4. Suka anak kecil (ini juga penting 😉 )
  5. Suka dicurhati temen2 yang udah menikah (kdg cm bisa menampung, habisnya blm pengalaman, takut salah saran. Thanks ya teman2 udah berbagi pengalaman denganku 🙂 )
  6. Sekarang lagi suka motret2
  7. Juga suka nulis dan ngupload poto2 hasil jepretannya
  8. Punya blog di mana2: wordpress, blogspot, multiply, note facebook, tumblr (ck..ck..ck…padahal gk hapdet)
  9. Punya sahabat2 yang luar biasa baik online maupun offline (istilahnya Bunaff)
  10. Apalagi ya….. Oh, pernah dapat tali asih dari Pakdhe dua kali, dari Pu-Orin-mama Ina 1 kali.
  11. Jarang mandi sore…  😀

Udah ah, itu aja buka2annya 😛

Tugas kedua: sebutkan 11 hal yang membuatmu bahagia!

  1. Bersyukur
  2. Bersyukur
  3. Bersyukur
  4. Bersyukur
  5. Bersyukur
  6. Bersyukur
  7. Bersyukur
  8. Bersyukur
  9. Bersyukur
  10. Bersyukur
  11. Bersyukur

Lah? Kok sama semua?? Intinya, apapun bisa buat kita bahagia asal kita bisa mengambil sisi positifnya dan bersyukur atasnya. Agree? Kalau gk agree jg gpp 😀

Done!

Selesai ya mb Pu 😛

O iya, tentang postingan ‘mengupas buah’ kemarin, hasil polingnya adalah: dari 24 orang yang mengikuti poling, 22 menjawab pisau menghadap keluar dan 2 orang menjawab pisau menghadap ke dalam. Yak, berarti sy masih punya banyak teman. :D. Jadi ceritanya waktu sy berkunjung ke rumah keluarga Jepang, sy diminta mengupas nashi (sejenis pir). Tentu sj cara sy mengupas seperti umumnya teman-teman yang mengikuti poling yaitu pisau menghadap keluar. Langsung deh si Ibu Jepang bilang: “Titik san, abunai!” (bahaya). Lalu dia mengambil pisau dari tangan sy dan mengajari sy cara mengupas yang tidak ‘abunai’ yaitu pisau menghadap ke dalam. Logikanya kalau pisau menghadap ke dalam, resiko terkena pisau hanya ada pada si pengupas, tetapi kalau pisau menghadap keluar resiko terkena pisau ada pada orang-orang di sekitar pengupas. Nah, orang Jepang memang sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan orang lain, makanya sejak kecil mereka mengajarkan pada anak-anak cara mengupas yang memperhatikan keselamatan orang lain. Lebih lengkapnya bisa dibaca di postingan kak EM (linknya ada di komentar postingan sebelum ini. Duh! Malas amat si ini yg punya blog :D).

Demikian hapdetan sy teman-teman. Sampai jumpa di hapdetan selanjutnya. Kukasih bonus foto ya…. 😀

Iya betul, ini yang kupakai buat header... 😀