Weekly Photo Challenge: Flash Back

Tahun 2011 sudah hampir berakhir. Waktu melesat begitu cepat. Tak terasa sebentar lagi tahun berganti, 2012 telah menanti, tinggal menghitung hari :).

Di tahun 2011, saya mulai berkomitmen untuk konsisten ngeblog, salah satunya dengan komitmen ngeblog tiap minggu. Ya, saya mengikuti program Weekly Photo Challenge dari wordpress.com. Minggu ketiga bulan April adalah pertama kalinya saya menerima tantangan mengupload foto dari wordpress, saat itu temanya ‘line’. Meskipun ternyata saya tidak bisa rutin menjawab tantangan foto, tetapi tiap minggu saya hampir rutin menulis di blog. Baiklah, saya mengaku ada beberapa minggu yang bolong yaitu minggu ke-3 bulan Mei (tetapi minggu ke-2nya sy posting 2 kali), minggu ke-2 bulan Agustus, dan minggu ke-2 bulan November.

Tema weekly photo challenge yang berhasil sy jawab adalah: line, round, red, tiny, water, morning, sky, montains, flowers, textured, sunset, hidden, windows, wonder, breakfast, dan yang terakhir self portrait.

Baiklah, saya akan tampilkan lagi foto-foto yang pernah saya upload untuk menjawab tantangan foto mingguan dari wordpress dalam slide berikut ini. Selamat menikmati. 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Ngakak Bersama

Ngontes lagi ah… Hehe…

Mb Fanny dan mas Al Kahfi, saya ikutan kontesnya ya…. 😀

Baiklah. Saya punya beberapa foto ngakak yang nggak sengaja tertangkap kamera. Tapi tidak semuanya saya tampilkan di sini, nanti mb Fanny dan mas Al Kahfi-nya bingung ngeliat foto ngakak yang kebanyakan di sini. Hehe…

Ini foto ngakak yang baru terjadi baru-baru kemarin. Saya dan teman-teman international student sedang mengikuti trip di Totori prefecture dan mengunjungi museum ini. Saya sedang melihat-lihat dan motret-motret. Pas saya berbalik, ternyata teman saya sedang memasang kameranya untuk menjepret saya diam-diam. Hahaha….keconangan (ketahuan) kau… Sayanya ngakak dianya juga..

Ini foto ngakak waktu kopdar dengan mb Eka, Muzda, Wijna, mb Yoes, tahun 2009 dulu (udah lama ya). Ceritanya waktu itu Muzda datang dan pelukan sama mb Eka. Tapi berhubung belum difoto dan jiwa narsis belum tersalur, akhirnya mereka ulangi lagi adegan pelukan itu dan dijepret sama Wijna. Hahaha…..dasar wanita! Hihihi….

Foto ngakak ini terjadi waktu kopdar Jogja awal tahun dulu. Foto ngakak sedahsyat ini dan saya LUPA guyonan apa yang dilempar mas fotografer sampai kita ngakak sedemikian rupa. Ada yang masih ingat??

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ayo Ngakak Sejenak” yang diadakan Mb Fanny SANG CERPENIS dan mas Al Kahfi MAN AND THE MOON.

Hari Ibu: Ibu-Ibu Petani

Saya lahir dan besar di keluarga petani. Bapak dan Ibu bekerja di sawah setiap hari. Biasanya Bapak berangkat pagi-pagi dan pulang sebelum saya berangkat sekolah, jadi saya selalu pamit dengan Bapak dan Ibu sebelum berangkat sekolah. Terkadang Bapak berangkat bareng dengan saya berangkat sekolah. Bagaimana dengan Ibu? Pagi hari Ibu menyiapkan sarapan untuk kami, anak-anak, sebelum berangkat sekolah. Ibu akan menyusul Bapak setelah kami berangkat sekolah dan setelah pekerjaan rumah beres. Jika Bapak belum sarapan di rumah, Ibu akan membawakan bekal ke sawah dan mereka makan bersama di sawah. Tampak romantis ya? Begitulah romantisme petani. 🙂

Ibu dan Bapak adalah pasangan serasi, termasuk dalam hal ‘pekerjaan’. Bapak bekerja di sawah, menanam, merawat, hingga panen. Ibu membantu pekerjaan Bapak. Dari tandur, matun, menyiram palawija, dan memanen hasil tanam. Ibu pula yang bertugas menjual ke pasar atau menawarkan ke warga desa hasil panenannya. Bapak cukup rajin memanfaatkan lahan. Pematang sawah ditanaminya dengan lombok, kacang panjang, tales, ubi, dll. Waktu antara lepas panen dan masa tanam selanjutnya, Bapak manfaatkan untuk menanam mentimun yang masa panennya cepat. Ibu termasuk pribadi yang tekun. Dan karna sumber keuangan kami memang dari sawah, Ibu begitu cermat memanfaatkan hasil tanam untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedikit saja cabai yang bisa Ibu petik di sore hari akan dibawanya ke pasar besok pagi, pulangnya bisa membawa tempe atau telur untuk lauk. 🙂

Memang tidak semua pekerjaan di sawah dilakukan sendiri oleh Ibu dan Bapak. Beberapa pekerjaan masih butuh bantuan orang lain, seperti membajak sawah, tanam padi (tandur), dan panen. Untuk membersihkan gulma (matun) kadang masih bisa dikerjakan sendiri oleh Ibu dan Bapak, namun tak jarang juga minta bantuan orang lain. Untuk upahnya, kami punya ‘harga’ sendiri di kampung kami yang mungkin berbeda dengan di kampung lain. Jika pakai ngirim (makan siang), maka harganya akan lebih rendah. Ibu selalu memilih sibuk memasak untuk ngirim daripada harus membayar lebih. Khusus untuk panen padi, kita akan menghargainya dengan sistem bawon, yaitu membagi 1/6 dari yang dia dapatkan. Misalnya seseorang memperoleh 6 karung, maka ia akan membawa pulang 1 karung sebagai upah membantu memanen. Tetapi untuk pekerjaan lain, kita menghargainya dengan uang.

Di kampung kami, yang biasa membantu tandur adalah ibu-ibu. Seperti foto berikut ini.

Mereka adalah ibu-ibu petani yang membantu bapak tandur (menanam padi). Salah satu dari mereka adalah bulik (tante) saya sendiri. Pada saat foto ini diambil, Ibu sudah dipanggil Tuhan. Jika Ibu masih ada dan sehat, Ibu pasti ada bersama-sama mereka :).

Ibu-ibu petani ini adalah perempuan-perempuan tangguh. Tahan terhadap panas dan lelah. Saya selalu salut dengan perempuan yang bekerja di lapangan, di bawah sinar matahari. Semoga Tuhan menguatkan mereka.

Mereka adalah ibu-ibu petani yang juga Ibu dari anak-anak mereka. Mereka adalah ibu-ibu pekerja, sama seperti kita yang bekerja di kantor, hanya saja kantor mereka adalah sawah yang luas itu. Mereka adalah Ibu yang ingin memberi yang terbaik bagi keluarga mereka, membantu suami mereka, demi anak-anak mereka. Wahai ibu-ibu petani, selamat hari Ibu. Terik mentari yang menghitamkan kulitmu adalah bukti cintamu pada anak-anak, buah hatimu. Semoga Tuhan menguatkanmu selalu. Amin.

Buat Ibu di surga: Selamat Hari Ibu ya Buk.
Aku yakin Ibu sudah bahagia di sana. Dan semoga aku masih bisa selalu membuatmu lebih bahagia. Amin.

Potret ini diikutsertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh Ibu Fauzan dan  Mama Olive 

Weekly Photo Challenge: Self Portrait

[Huwaaa…tema photo challenge-nya: self portrait bikin hasrat narsis tersalurkan. Hehe… Maaf kalau ada yang tidak berkenan. :)]

I was in Japan since March 2011 and i’ve experienced the four seasons in Japan: spring, summer, autumn, and now the starting of winter. These are the pictures of me in each season. Enjoy ’em all. 🙂

me on spring

me on summer. Many people went to the beach in summer season.

me on autumn

me on winter

This is my first winter here in Japan. I could pass the summer well, hope i can pass this winter also, though it’s so cold for me. Always ganbarimasu…!!

Thank you. 🙂

Sebelas Duabelas

Hai’..sebelas duabelas itu biasanya kita gunakan kalau kita menyebut sesuatu yang mirip-mirip. Misalnya saya suka pakai t-shirt n jeans kalau jalan-jalan, sementara teman sy juga sukanya begitu, maka kita biasa bilang: sebelas duabelas lah kita. Begitulah kira-kira. Hehe… Nah, sebelas duabelas yang sy tulis ini adalah sebelas hal yang harus saya tuliskan di bulan duabelas. Mb Pu rupanya tau kalau sy udah jarang hapdet ini blog, jadilah beliau kasih PR buat saya. Arigatou mb. ^_^

Baiklah. Jadi tugas dari mb Pu adalah menyebutkan 11 hal tentang saya. Dulu sy pernah menyebutkan 8 hal tentang sy waktu dapat tugas dari mb Iyha. Tapi baiklah, kali ini sy sebut 11 lainnya (jadi sy udah nyebut 19 hal ttg sy dong, hihi).

11 hal tentang Tt:

  1. Perempuan tinggi 150cm, berat +/- 45kg (bisa naik bisa turun tergantung selera makan 😀 )
  2. Berkacamata minus kanan kiri (minus berapa rahasia :D)
  3. Belum menikah (penting ini 😆 )
  4. Suka anak kecil (ini juga penting 😉 )
  5. Suka dicurhati temen2 yang udah menikah (kdg cm bisa menampung, habisnya blm pengalaman, takut salah saran. Thanks ya teman2 udah berbagi pengalaman denganku 🙂 )
  6. Sekarang lagi suka motret2
  7. Juga suka nulis dan ngupload poto2 hasil jepretannya
  8. Punya blog di mana2: wordpress, blogspot, multiply, note facebook, tumblr (ck..ck..ck…padahal gk hapdet)
  9. Punya sahabat2 yang luar biasa baik online maupun offline (istilahnya Bunaff)
  10. Apalagi ya….. Oh, pernah dapat tali asih dari Pakdhe dua kali, dari Pu-Orin-mama Ina 1 kali.
  11. Jarang mandi sore…  😀

Udah ah, itu aja buka2annya 😛

Tugas kedua: sebutkan 11 hal yang membuatmu bahagia!

  1. Bersyukur
  2. Bersyukur
  3. Bersyukur
  4. Bersyukur
  5. Bersyukur
  6. Bersyukur
  7. Bersyukur
  8. Bersyukur
  9. Bersyukur
  10. Bersyukur
  11. Bersyukur

Lah? Kok sama semua?? Intinya, apapun bisa buat kita bahagia asal kita bisa mengambil sisi positifnya dan bersyukur atasnya. Agree? Kalau gk agree jg gpp 😀

Done!

Selesai ya mb Pu 😛

O iya, tentang postingan ‘mengupas buah’ kemarin, hasil polingnya adalah: dari 24 orang yang mengikuti poling, 22 menjawab pisau menghadap keluar dan 2 orang menjawab pisau menghadap ke dalam. Yak, berarti sy masih punya banyak teman. :D. Jadi ceritanya waktu sy berkunjung ke rumah keluarga Jepang, sy diminta mengupas nashi (sejenis pir). Tentu sj cara sy mengupas seperti umumnya teman-teman yang mengikuti poling yaitu pisau menghadap keluar. Langsung deh si Ibu Jepang bilang: “Titik san, abunai!” (bahaya). Lalu dia mengambil pisau dari tangan sy dan mengajari sy cara mengupas yang tidak ‘abunai’ yaitu pisau menghadap ke dalam. Logikanya kalau pisau menghadap ke dalam, resiko terkena pisau hanya ada pada si pengupas, tetapi kalau pisau menghadap keluar resiko terkena pisau ada pada orang-orang di sekitar pengupas. Nah, orang Jepang memang sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan orang lain, makanya sejak kecil mereka mengajarkan pada anak-anak cara mengupas yang memperhatikan keselamatan orang lain. Lebih lengkapnya bisa dibaca di postingan kak EM (linknya ada di komentar postingan sebelum ini. Duh! Malas amat si ini yg punya blog :D).

Demikian hapdetan sy teman-teman. Sampai jumpa di hapdetan selanjutnya. Kukasih bonus foto ya…. 😀

Iya betul, ini yang kupakai buat header... 😀

Polling: Mengupas buah.

Teman-teman, berhubung ini blog lama-lama jadi semacam photoblog, jadi kali ini saya mau posting sesuatu yang berbeda. Hehe… Ini polling pertama saya.

Pertanyaannya:
Bagaimana cara teman-teman mengupas buah (misalnya apel, pir, dll yang menggunakan pisau), apakah mengupas dengan pisau menghadap ke luar atau mengupas dengan pisau menghadap ke dalam (ke arah pengupas)?

Terimakasih sudah mengisi polling ini ya.

Salam. 🙂