Ting Tong

Postingan ini terinspirasi dari postingan Om Nh yang berjudul ‘ANNOUNCER’. Sudah baca kan? Kalau belum, baca dulu deh.. Hehe..

Menggunakan pengeras suara untuk memberitakan/menginformasikan sesuatu tidak hanya dilakukan di mall, tapi juga di tempat-tempat umum lainnya, juga di kantor saya. Di kantor, setiap kali akan mengumumkan sesuatu melalui pengeras suara pasti didahului dengan memberi bunyi peringatan ‘ting tong’ baru diikuti dengan prakata: ‘mohon perhatian’ dan dilanjutkan dengan isi informasi. Karna bunyi ‘ting tong’ itulah, makanya orang kantor menyebut informasi melalui pengeras suara itu dengan sebutan ‘TING TONG’. Juga ketika kita minta diumumkan sesuatu melalui pengeras suara, kita pun menyebutnya: ‘diting-tong’. Hihi… 😀 Biasanya ting tong dilakukan oleh sekretaris pimpinan.

Apa saja yang diumumkan melalui pengeras suara di kantor saya? Sepertinya lebih dari tiga, hehe.. 😀

1. Reminder

Semisal ada kelas diklat, atau suatu pertemuan atau rapat apa yang melibatkan banyak orang, tapi saat waktunya tiba, belum juga pada kumpul, maka yang bertanggung jawab atas pertemuan itu akan minta sekretaris pimpinan untuk ‘mening-tong’ supaya peserta segera datang ke kelas/ruang pertemuan.

2. Panggilan

Jalan terakhir yang ditempuh jika mencari seseorang dan tidak juga ditemukan adalah dengan jalan ‘diting-tong’. Di-iphone di ruangan tidak ada, ditelpon ke handphonenya tidak diangkat, karna sangat penting dan mendesak untuk segera bertemu, jalan terakhir adalah ‘diting-tong’.

3. Undangan

Kadang ada suatu rapat mendadak yang melibatkan banyak orang. Karna waktunya sempit, tidak sempat mengedarkan undangan dalam bentuk paper, so ting-tong-lah solusinya. “Bapak/Ibu yang namanya kami sebut, dimohon hadir di ruang sidang pukul … dst”.

4. Informasi umum

Informasi umum yang sy maksud adalah informasi untuk seluruh karyawan/ti di kantor, misalnya undangan upacara 17an. Setiap tanggal 17 kantor kami mengadakan upacara bendera. Biasanya 2 atau 3 hari sebelum tanggal 17, akan diumumkan undangan upacara kepada seluruh karyawan/ti. Selain undangan upacara, juga informasi umum lainnya, seperti berita lelayu, dan sebagainya. Nah, ada ‘ting-tong’ yang sangat ditunggu karyawan/ti. Tau donk?! Hihi… Iya… Di tengah bulan saat waktunya uang transport dan uang makan turun, maka pegawai di kantor sangat menanti-nantikan adanya ‘ting-tong’ yang menginformasikan untuk menyelesaikan administrasi di ruang keuangan. Karna tanggalnya tidak selalu sama setiap bulannya, jadi kalo ada ting-tong di tengah bulan, kita udah deg-degan dan berharap-harap itu adalah ting-tong penyelesaian administrasi. Hihi… Kalau udah hampir akhir bulan belum juga ada ting-tong, kita akan mulai berbisik-bisik: “iki mb widya kok rung ning-tong yho?” -ini mb widya kok belum ning-tong ya- Hihi…. 😀

Begitulah ting-tong di kantor sy. Kami sudah familiar dengan pengumuman melalui pengeras suara, tidak risih, tidak menghindari, bahkan seringkali diharapkan segera terdengar bunyi ‘ting-tong, mohon perhatian…’. Hehehe…

Bagaimana di kantor teman-teman? Apa juga ada ting-tong seperti di kantor sy?

.

.

Salam,

sepeda sahabat

Sosok itu menyediakan pundaknya untukku membagi lara. Dia rela menjadi cicak di langit-langit supaya aku bisa menatapnya ketika air mata tergenang hingga menunda kejatuhannya. Jika musik sederhana selalu bisa membuatku menyanyi, maka dia adalah sosok sederhana yang selalu bisa membuatku tersenyum.

“Jaga diri baik-baik, jangan suka nangis, siapa nanti yang dipinjami pundak kalo kamu nangis? Hihi…” dia masih saja mengajak bercanda saat berpamitan.

“Mudah-mudahan selalu ada cicak pas aku mau nangis ya, Han. Hahaha..” kami berdua tertawa. Padahal sesungguhnya aku sedih.

“Siapa nanti yang nemeni aku ke mana-mana kalau gk ada kamu ya, Han?”

“Sepeda ini” sosok itu menyorongkan sepedanya “pakailah selalu, aku tetap menemanimu melalui dia.”

Sosok itu melangkah pergi. Pertemuan adalah sesuatu yang indah, namun perpisahan adalah sesuatu yang lebih indah. Dan perjumpaan kembali adalah sesuatu yang paling indah. Aku akan menunggu saat itu, sahabat. Di suatu senja, berkawan sepeda, untuk saat yang paling indah.

 

 

Note: artikel ini diikutkan dalam Kuis Cerpelai Persahabatan. Jumlah kata 147 (tidak termasuk judul & note).

.

Salam,

 

Masak Yuk..

Eh? Gk salah ni Tt ngajaki masak? Udah bisa masak kamu sekarang T?

Aiiii…..tidak tidak tidak….!! Sy masih belum bisa masak. Teteup, seperti yg sy bilang di ‘8 things about me’ bahwa sy cuma bisa masak sop & oseng :D. Tapi sekarang sy lagi seneng-senengnya masak ni. Lagi belajar masak ceritanya. Hehe… Berhubung sy bisanya cuma sop & oseng, jadi yg sy masak juga cuma seputaran itu :D. Ky’nya perlu belajar atau nyontek resep dari dapurnya mb Nchie deh. Hihi… Diizinkan kan mama Olive? 😉

Nah, karna kemampuan sy memasak cuma sop & oseng, makanya sahabat sy kalo nanya bukan: “hari ini masak apa?” tapi “hari ini masak sop/oseng apa?”. Hihihi…..dasar! Kalo pas lagi malas atau gk ada waktu (cie..soksib), sy cuma goreng sesuatu & bikin salad. Cukup lah. Yang penting ada nasi, sayur, lauk, buah, dan minum :D. Lho? Kok bukan susu? Ah, 4 sehat aja udah cukup lah.. 😛

Btw, banyak hal yang bisa didapat dari memasak lho. Dengan memasak kita bisa mengatur sendiri kombinasi menu sesuai kebutuhan gizi kita. Dapet deh: kemampuan merencanakan. Setelah merencanakan menu masakan, kita akan mulai menyiapkan bahan-bahan, bumbu, dan sebagainya. Hey, kita dapat lagi: kemampuan meng-arrange (padanan bhs Indonesia paling tepat apa ya? Maksudku dari nentukan berapa banyaknya sampai siap jadi bahan yg siap dimasak, apa termasuk kemampuan merencanakan ya? haha…pokoknya itu lah..). Setelah itu, selama proses memasak, kita belajar berkesperimen. Tidak selalu kan kita saklek sesuai resep. Kadang kita melakukan modifikasi di sana-sini. Selain itu, kita juga bermain insting saat memasak. Kadang kala resep hanya menulis ‘garam secukupnya’. Nah, di sini insting kita mulai dimainkan. Lalu saat masakan telah matang, kita akan menyajikan masakan kita. Ahay…di sini kita mendapatkan kreativitas dan nilai estetika lho. Kita akan berpikir kreatif, bagaimana menyajikan hasil masakan kita supaya indah dan menarik untuk disantap. Hmm… Banyak ya yg bisa kita dapatkan dari memasak. Ini baru yang untuk kita, orang dewasa. Belajar memasak untuk anak-anak lebih banyak lagi manfaatnya. Baca sendiri ya… (dasar pemalas 😀 ) Di sini, di situ, di sana.

Mmm..mau lihat hasil masakan sy gk?! *enggaaaaaaaak!!!* Tapi sy maksa ah buat majang foto masakan sy… :mrgreen: *ya udah deh, sok atuh.. *

oseng cumi & cumi goreng tepung (serba cumi)

sop ikan & tumis udang brokoli

salad & udang goreng

Yuk masak…. Menyenangkan, banyak manfaat & irit juga lho… Hihihi… 🙂

.

Salam penuh rasa,

(uji coba signature dr Kilan)

Batik Berobi

Sebelumnya sy mau jujur dulu kalo sy ini gk modis dan katrok untuk urusan fashion. Hihihi….standar2 aja lah pakaianku itu. Dan sy juga gk begitu mudeng sama istilah-istilah di dunia fashion. 😀

Adalah ketiga sahabat sy yang menghadiahi sy baju batik. Sy senang sekali. Sy buka saat itu juga di depan mereka. Eh, ada surat cintanya pula. Dan tau nggak, suratnya berlatar belakang laut dan langit lho. Hihihi…katanya karna Tt penyuka langit. Aih…nice bukan… 🙂

cengar cengir baca surat dari mereka 😀 *candid by handphone Omietha*

 

Sampai di rumah, sy buka batiknya. Eh..ada sehelai kain birunya, bentuknya persegi panjang. Sy mikir2, ini buat apa ya? Hihi… Mungkin ini sabuk. Sy paskan dengan satu bagian di perut. Eh, lebarnya sama. Ahaaa…ini pasti sabuk. Kekekek…

Sy menghormati pemberian. Pernah suatu hari anaknya ibu kost main ke kamar sy & setiap barang yang disentuhnya dia selalu nanya: “ini belinya di mana?” dan setiap kali dia bertanya, jawaban sy sama: “itu dikasih temennya mb Tt”. Hahaha…saking isi kamar penuh barang pemberian. Lah yg punya sendiri mana? Dikit banget..hihihi… Sampai sendok pun pemberian. Duh..duh… Dan sy bersyukur atas semuanya itu. Makasih ya teman-teman 🙂

Semua orang pasti senang kalo barang pemberiannya dipakai oleh orang yg diberi. Ya kan? Apalagi kalo dia juga menyukai barang pemberianmu itu, pasti kamu merasa senang. Ketiga sahabat sy pasti juga senang kalo sy memakai baju pemberian mereka. So, hari itu sy pakai baju pemberian mereka, mengambil foto dengan baju itu dan mengirimkannya pada mereka. O iya, sy sempat ragu-ragu mengenakan sehelai kain berwarna biru yang sy sebut sabuk tadi. Takutnya sy salah. Hihihi… Dan inilah penampakan sy dengan batik dari mereka.

tampak depan - tampak belakang

 

Nah, setelah sy kirim foto itu, Omietha (bunda Affan) bilang: “wah…ternyata pilihan kita tepat ya Min (minimazze), Tt cocok pake batik berobi”. Eh? Batik berobi? Apa itu? Sy tanya: “berobi itu apa?” Hihihi…dasar katrok! Lalu Mini jawab kalo ‘obi’ itu sabuk. Ah….ternyata… Untunglah perkiraan sy benar bahwa sehelai kain panjang itu adalah sabuk 😀

bergaya dikit lah 😀

Terimakasih banyak ya teman-temanku: Omietha (bunda Affan), Minimazee (bunda Ra), & Myfu (bunda Calon) :D. Aku suka batiknya. Rasanya pas aja di badanku. Hehehe…. Makasih ya… Luv u, muah… 🙂

kami 🙂