Kopdar Jogja

Kedatangan k’Julie ke Jogja yang sudah direncanakan berbulan-bulan sebelumnya akhirnya sampai waktunya juga. Hari Jumat, 25 Februari 2011 k’Julie tiba di Jogja. Setelah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Ais, akhirnya kami menyepakati kopdar dilaksanakan Jumat, 25 Februari 2011 pukul 19.00 di Resto Lombok Ijo Jl. Solo, yg dekat dengan hotel tempat k’Julie menginap (setelah sebelumnya sempat direncakan diadakan pkl.16.00 di Ambarukmo Plaza). Sy menghubungi bunda Tuti dan mb Anna untuk memastikan waktu dan tempat. Chatting dengan Omie juga karna rencananya Omie mau sy ajak kopdaran juga, tapi karna malam & suaminya sedang sakit, Omie batal ikut kopdar.

Jumat itu hari hujan. Kebetulan pula ada kegiatan di kantor yang selesai lebih dari pkl.16. Padahal sy belum persiapan buat kopdar (hihi…pake persiapan segala.. 😛 ). Akhirnya pulang kantor itu, sy langsung cari ‘sesuatu’, membungkusnya dan siap-siap kopdar. Pukul 19 tepat Nandini menelpon: ‘cepat ke sini ya, kami sudah di sini’. Berlindung di balik mantel sy pun melaju ke resto Lombok Ijo. Terang saja sy terlambat. Sampai di sana, berhenti sebentar mengelap kaca mata yang basah (gk kelihatan bo wajah cantik2 dan ganteng2 itu), daaaan…..taraaaa….ketemu sama k’Julie, mb Anna, Ais, Nandini, dan cowok2 Canting… Uuuu…senengnya… Cipika-cipiki lah kita (kecuali sama cowok2 Canting 😛 )… Eits…Bunda Tuti?? Sy membuka hp dan ternyata ada sms dari Bunda yang bilang kalau Bunda sudah ada di resto Lombok Ijo sisi selatan. Gk sabar dengan sms, sambil celingak celinguk sy telpon Bunda kasih tau kalo kita sudah ngumpul di sisi utara. Dan sesaat kemudian, dengan anggunnya datangah perempuan berkerudung merah yang tak lain dan tak bukan adalah Bunda Tuti. Wuiii…senengnya akhirnya bisa ketemu Bunda Tuti. Meskipun sama-sama di Jogja, kami belum pernah ketemu, begitu juga dengan mb Anna, baru ketemu malam itu juga. Kalo dengan Ais dan Dini udah pernah ketemu di kopdar dadakan tempo hari.

belakang ki-ka: Gugun, k'Julie, Dedy, Hendra, Tt, Ari, Tosse; depan ki-ka: Nandini, mb Anna, Ais, Bunda Tuti, mb Mida

perempuan-perempuan tertawa lepas

Selama kopdar kita ngobrol macam-macam, termasuk kenalan dengan komunitas Canting. Sy sudah beberapa kali mendengar, tapi belum pernah berinteraksi dengan komunitas Canting ini. Oiya, selain dengan komunitas Canting, ada dua kawan blogger lagi yg baru sy kenal yaitu Ari dan mb Mida. Senengnya dapat tambahan kawan. Salam kenal ya Ri, mb Mid.. 🙂

Habis itu Bunda Tuti dan k’Julie mengeluarkan kado. Wah…senangnya dapat kado dari mereka. Kado dari bunda adalah buku 24 Sauh dan CD tembang kenangan yg dinyanyikan bunda Tuti. Kado dari k’Julie macem-macem, salah satunya mug gerhanacoklat yang keren banget. Terimakasih ya Bun, Kak, buat kadonya.

kado dari k’Jul & bunda Tuti.. Di CD-nya ada tulisan namaku lho… Hihi…

Ah..sy senang sekali bisa berjumpa dengan sahabat2 yg sudah dekat di dunia maya ini. Semoga persahabatan kita semakin terjalin erat ya teman2. Amin. 🙂

Continue reading

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja, tidak ada artinya lagi”

~W.S. Rendra~

Waktu membongkar tulisan-tulisan lama, sy menemukan puisi karya W.S. Rendra ini di salah satu postingan. Kalau tidak salah, dulu sy mengutipnya dari blog mb Silly: sillystupidlife.com. Tapi waktu sy coba search ke sana,  ketemu, tapi ketika sy buka entah kenapa error terus.

Membacanya, sebuah makna yang dalam dari sana.

Aku ingin pulang..

Hari Minggu kemarin sekitar pukul 21.00 saya mendapat kabar kalau Mbokdhe (Budhe) saya yang adalah saudara sepupu Ibu, meninggal dunia. Tentu saja saya dan keluarga kaget karna tak mendengar kabar sakit atau apapun sebelumnya. Malam itu juga saya, bapak, kakak, dan ponakan menuju ke rumah duka. Sampai di sana sedang dibacakan doa oleh warga sekitar. Kami menemui keluarga dan mengucapkan bela sungkawa. Anaknya Mbokdhe lalu bercerita: Simbok mau sambat adem, terus njaluk digelarke kasur neng kene. Bar wis takgelarke kasur kok terus ngomong: nyong arak bali..nyong arak bali. Ngono kui terus.” (Simbok tadi mengeluh dingin, trus minta digelarkan kasur di sini. Habis sy gelar kasur kok trus bilang: aku mau pulang..aku mau pulang. Seperti itu terus). Tidak berapa lama setelah itu Mbokdhe ‘pulang’ ke rumahnya yang kekal.

Mendengar cerita itu, Bapak jadi ingat saat-saat Simbah Kakung dari Ibu hendak berpulang (sy masih bayi waktu itu). Hampir sama seperti Mbokdhe sy. Simbah bilang: saya mau pulang..saya mau pulang.. Keluarga bingung karna pada saat itu posisi sedang di rumah. Om saya bilang: ini sudah di rumah. Tapi Simbah masih minta pulang. Lalu sama Om Simbah digendong ke tempat saudara, barangkali beliau mau pulang ke sana. Sampai sana ternyata Simbah masih minta pulang. Simbah bilang: rumah ini aku yang mbuat, tapi ini bukan rumahku. Akhirnya sama Om dibawa pulang lagi. Ternyata beberapa saat kemudian Simbah menghembuskan nafas terakhir, pulang ke rumahnya yang kekal.

Semoga mereka pulang dalam damai, berbahagia di sorga. Amin.

Karna kita semua sedang dalam perjalanan pulang dengan waktu sampai yang tidak pernah kita ketahui. Kita tidak bisa meminta dipercepat ataupun diperlambat. Kita hanya diminta siap setiap saat tiba di pintu rumahNya. Lalu kita beristirahat. Pulang.

Dewasa

Beberapa waktu lalu berminggu-minggu setelah pengumuman cpns pemda, aku dapat kabar seorang teman alhamdulillah ketrima. Sebagai sahabat aku mengucapkan selamat padanya. Lalu obrolan pun berlanjut. Ya, memang di antara kami teman-teman seangkatan kuliah, aku paling beruntung dalam hal memperoleh pekerjaan, seperti sudah pernah kuceritakan di sini. Dia pun mengatakan bahwa aku manusia paling beruntung. Lalu dia melanjutkan bertanya dengan pertanyaan ini: Kapan mau melengkapi hidupmu? Menjadi perempuan seutuhnya. Wah, ke arah situ ternyata pertanyaannya. Dia memang telah membuktikan bahwa dia perempuan sejati dengan memiliki bayi mungil beberapa bulan lalu meskipun pada saat kuliah dulu dia tomboynya luar biasa. Mendapat pertanyaan itu aku jawab dengan tenang: Belum terpikirkan, masih banyak yang ingin kuraih. Tidak sampai setengah menit dari terkirimnya smsku, sudah datang sms balasan: apa lagi??? Hmm, apa lagi ya?? Mungkin karir.

Entahlah, rasanya aku belum jadi ‘orang’ saat ini. Masih terus menjadi anak-anak. Belum matang dan belum dewasa. Masih sangat jauh dengan kesiapan menuju dunia baru itu. Masih terus belajar mencapai kematangan hati & pikiran. Aku juga masih kanak2 Tik waktu menikah dulu. Kedewasaan itu bisa diperoleh dari keadaan atau saat kamu naik tingkat dalam kehidupanmu. Kapan kamu akan merasa dewasa? Kalau tidak pernah?!!. kata temanku tadi. Setahuku, waktu kuliah dulu pemikiranmu sudah jauh lebih dewasa dari aku. lanjutnya. Ya, mungkin saat kuliah dulu pemikiranku lebih dewasa dari dia. Tapi seiring berkembangnya waktu dia bertumbuh dan aku tetap di tempat dengan kedewasaan yang sama seperti saat aku kuliah dulu, walhasil aku tetap kanak-kanak seperti saat kuliah.

 

Kapan kamu merasa dewasa? Kalau tidak?!

Kalau tidak, mungkin memang aku tidak layak masuk ke dunia itu….

kantor, 20 Februari 2009, 21.49 WIB

 

Menemukan catatan ini saat menunggu hujan reda. Catatan dua tahun yang lalu, yang mengapa masih saja kurasa sama dengan yang kurasa saat ini. Hmm…jarang sy menuliskan yang seperti ini di sini. Maaf ya teman-teman, sy nyampah di sini…

Pelangi

Pada dua postingan sebelum ini, tentang kalimat inspiratif, saya mengutip kalimat dari postingan saya setahun yang lalu. Tentang hidup yang berwarna seperti pelangi dan kita masing-masing memiliki warnanya sendiri-sendiri.

Hidup ini berwarna. Seperti pelangi yang menjadi indah karena warna-warna yang beraneka rupa. Begitu juga kita. Kita punya warnanya masing2. Mungkin si A berwarna biru lalu si B berwarna merah. Jika berpadu akan menjadi ungu. Dan pelangiku akan kehilangan 3 warna sekaligus jika tidak ada mereka. Karnanya setiap kita adalah keindahan yang melengkapi keindahan pelangi2 kehidupan sesama kita. Tanpa kita, pelangi mereka tak sempurna indahnya.

Masing-masing kita memerankan warnanya masing-masing. Ada yang berperan sebagai merah, ada yang berperan sebagai biru, ada yang berperan sebagai kuning, dan seterusnya.

Dan semuanya pada mulanya adalah satu warna: putih.

aku dilamar…..

Hah? Dilamar??
Iya..hihi…
Gimana ceritanya?
Ya gitu. Awalnya kita ngobrol2 biasa. Eh, tiba2 dia nanya: mau gk jadi pasanganku??
Hwaaa….romantisnya… Trus2, lu iya’in?
Ya…sempat mikir dulu sih.. Tapi akhirnya kubilang: iya, mau…
Huwaaaaa……senangnya.. Jadi kapan rencananya?
Rencana apaan?
Ya rencana nikah lah.. Habis dilamar trus apa lagi??
Hah??? Nikah???
Lho? Kok malah kaget gitu?
Hahahaha….. Kamu ituuu… Emang kamu pikir aku dilamar siapaaa??
Lha?? Emang dilamar siapa?? *bingung*
Aku dilamar sama Hani tauuu..
Hah??? Perempuan?? Ow emji… Gk nyangka. Ternyata elu…. *sigh*
Ternyata apa?? Kamu mikir apa? *toyor palanya* Kamu pikir aku homoseksual gitu?? Enak aja..
Lha itu, dilamar sama Hani…
Haha….emang urusan lamar-melamar cuma buat nikah doang bu?? Kamu kerja dulu pake ngelamar gk? Kerjaan kamu laki pa perempuan??
Kerjaan gk berjenis kelamin kalee…
Nah, itu tau..
Jadi lu dilamar Hani buat dijadiin apanyaaaa??? *gemes*
Pasangannya.
Tuh kan…masih gk boleh gw mikir lu homoseks?
Heh? Emang pasangan cuma antara laki-laki dan perempuan doang? Tu Candra Wijaya ma Toni Gunawan juga pasangan kan? Hayoo…kamu mau mikir apa?
Bingung gw..
Hahaha…kasian deh lo…
Iiiihhhh….sebel gw sama lo… *kabur*
Hahaha……

Eits….yg baca juga ikut kabur?? Bener ni gk pengen tau?? Hihi…. Sy dilamar Hani buat jadi pasangan di K3W. Apa tuh K3W? K3W adalah kontes cerita bersambung yang akan diselenggarakan oleh sohibul kontes kita Pakdhe Cholik. K3W singkatan dari Kecubung 3 Warna, nah Kecubung sendiri singkatan dari Keroyokan Cerita Unggulan Bersambung. Trus 3 warna’nya? 3 warna karna cerita bersambungnya disusun oleh 3 orang. Macam Dasrun kemarin, tapi dibatasi sampai episode 3 saja. Jadi kita harus cari kawan 3 orang untuk ikut kontes ini. Lihat trik mencari pasangan ala Pakdhe bagi yang ingin ikut tapi belum punya pasangan. Sy sudah dilamar Hani untuk jadi pasangannya. Horee….sudah punya tim buat ikut K3W. Lho? Satunya siapa Tt? Coba tebak… Hehehe…..

Ayo yang belum punya pasangan buat ikut K3W, jangan takut buat melamar. Atau mau seperti saya, tiba-tiba dilamar? 😉

Good luck kawans… 🙂

Salam penuh cinta dari Jogja,

kalimat inspiratif

Sebelumnya sy mau minta maaf pada Bunda Aziz dan Azkiya karna lama tidak mengerjakan PRnya. Padahal mb Puteri Anggun Amirilis yang biasa kita kenal dengan Puteri Amirilis langsung mengerjakan PR yang kukasih lho. Hehe..jadi merasa bersalah. Btw, apa sih PR yang mb Puteri kasih?

Jadi ceritanya, mb Puteri memberikan kalimat inspiratif pada sy dan teman-teman blogger lainnya yang kemudian diharapkan dapat dilanjutkan berbagi kalimat inspiratif juga. Ini dia kalimat inspiratif dari mb Puteri:

Bangun pagi…minum air putih satu gelas,,,haruss…setiap hari..(PuteriAmirillis, Februari 2011)

Bermain dengan anak sepulang kerja…senyuman indah yang tak kan terlupa oleh anak. (PuteriAmirillis, Februari 2011)

Hari-hari yang berlalu, akan mengendap maka biarkanlah ia pergi, dan hanya gunakan pengalaman ketika itu saat kita membutuhkannya..(PuteriAmirillis, Februari 2011)

PR untuk sy adalah membuat kalimat inspiratif untuk dibagi kepada rekan-rekan semua. Sy bukan pujangga juga bukan orang bijak, jadi sy tidak pandai membuat kalimat inspiratif seperti mb Puteri atau Pak Mario Teguh. Tapi bolehlah sy coba ya, ngambil dari yang sudah pernah sy tulis saja.

Hidup adalah seni dan Tuhan maestronya. (yusthatitik, 2 April 2007)

Quotes itu jadi tagline blog lama sy. Hehe…

Hidup itu yang paling berharga jalan ceritanya. (yusthatitik, 15 April 2008)

Boleh setuju boleh enggak 😀

Dalam hidup, kita hanya menjalankan peran dari sebuah lakon kehidupan. Ada Kuasa Besar yang menjadi dalangnya dan Dia punya skenario cerita yang berakhir indah. (yusthatitik, 15 Juni 2008)

Hidup ini berwarna. Seperti pelangi yang menjadi indah karena warna-warna yang beraneka rupa. Begitu juga kita. Kita punya warnanya masing2. Mungkin si A berwarna biru lalu si B berwarna merah. Jika berpadu akan menjadi ungu. Dan pelangiku akan kehilangan 3 warna sekaligus jika tidak ada mereka. Karnanya setiap kita adalah keindahan yang melengkapi keindahan pelangi2 kehidupan sesama kita. Tanpa kita, pelangi mereka tak sempurna indahnya. (yusthatitik, 17 Februari 2010)

Nah, semoga kalimat-kalimat di atas bisa memberi inspirasi bagi kawan-kawan semua ya. Sekali lagi, boleh setuju boleh tidak, karna perbedaan memang Tuhan anugerahkan pada kita sehingga kehidupan menjadi berwarna. Bukan begitu? 🙂

Sekarang, sy ingin juga teman-teman mendapat kalimat inspiratif dari sahabat sy Bunda Affan. Kita minta dia bikin kalimat inspiratif yuk. Nanti kalo dia sudah bikin, dia juga kita minta ngasih tugas ke sahabat blogger lain untuk membuat kalimat inspiratif juga. Gimana? Setuju??

*BunAff, teman2 serempak menjawab setuju. Jadi…lanjutkan ya.. 😀 *

Salam penuh cinta dari Jogja,