detik-detik lampu merah

Pagi ini, sebelum tanda imsak berbunyi di masjid depan kost, sebelum anak kost selesai menyantap makan sahurnya, dan tentunya sebelum fajar datang, sy telah melakukan perjalanan dengan sepeda motor sy. Dengan perlengkapan lengkap untuk menangkal dingin. Dari kaos tangan, slayer, jaket, hingga sepatu. Memangnya mau ke mana sih? Rahasia. :mrgreen:

Beberapa lampu merah sy lewati. Lampu hijau menyala dengan tanda waktu 9 detik. Sebentar sekali?? Ya..karna yg lewat di jalan jam segitu juga cuma sedikit. 9 detik cukup. Dan lampu merahnya…mmm…sekitar 20 detik. Sy berhenti di lampu merah ketika detik menunjuk angka 15 mundur. Tidak ada kendaraan di kanan, kiri, atau depan. Hanya motor sy sendiri. Kenapa musti berhenti? Bukankah tidak ada yg akan menabrakku atau tertabrak kalau aku melaju saja tidak peduli lampu menyala belasan detik? Lalu hati bertanya pula: kenapa tak patuhi peraturan saja, sambil mengambil jeda  beberapa detik, kamu bisa menghirup udara pagi dengan dalam diiringi syukur yang besar, mendengar desis angin di jalan raya selagi lalu lintas tak padat dan sesak. Mungkin ini akan menjadi saat yang jarang bisa kamu dapatkan.

Jeda.

Kadang jeda itu perlu dalam hidup. Nikmatilah jeda yang kau punya, meski hanya beberapa detik. Nikmatilah…..dan syukurilah…..