Nggak usah pakai plastik, mb!

Selamat hari Senin kawans….

Wuih…kangennya sama teman2. Setelah mengambil jeda dari dunia blog selama 10 hari (bener kan, terakhir posting tgl.19), akhirnya gk kuat juga untuk berlama-lama nonaktif. Hehe…. Semoga semua teman dalam keadaan sehat, dan yang sedang menjalankan ibadah puasa dapat menjalankannya dengan baik dan mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa. Amin.

Selama jeda atau hiatus atau apalah istilahnya, tentunya banyak hal yang sy alami. Ada pengalaman menggembirakan, ada sedih, ada sakit, ada…wah macem2. Padahal kalo dipikir cuma 10 hari ya, tapi ternyata keadiannya sudah beraneka rupa. 🙂

Nah, kali ini sy ingin bercerita tentang kebiasaan sy untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik. Ya. Kata Pak Zainudin M.Z. kita harus memulai segala sesuatu dari diri sendiri, dari yang kecil-kecil, dan dari sekarang, kan? Makanya sy juga memulai mencintai lingkungan dari diri sendiri, dari yang kecil2, dan dari sekarang. 🙂

Mudah saja kawan. Sy membiasakan untuk bilang ke kasir: “nggak usah pakai plastik, mb”, jika barang belanjaan sy masih cukup sy masukkan ke dalam tas yang sy bawa. Misalnya kemarin, sy beli obat 1 botol. Nah, karena cuma kecil barangnya, bisa dimasukkan tas atau kantong jaket, so sy memilih untuk membawanya langsung tanpa kantong plastik. Atau waktu sy beli kamus saku dan beberapa buku lain sepulang dari kantor, sy memilih memasukkannya ke tas ransel sy tanpa plastik.Apalagi jika berbelanja di koperasi di kantor, hmm…mbak yang jaga udah apal kalo sy memilih tidak menggunakan kantong plastik.

Nah, itu usaha dari sy. Tapi ternyata kemarin sy menemukan usaha yang bagus juga dari pemilik toko buku di dekat kost sy. Mbak tempat pengambilan barang sepertinya juga dibiasakan untuk bertanya pada pelanggan: “mau pakai kantong palstik, mb?”. Wah…sy senang sekali mendapat pertanyaan seperti itu. Padahal saat itu sy tidak membawa tas lho. Dan tentu sj sy pilih menjawab: “nggak usah pakai kantong plastik, mb.” 🙂

Memang sy akui, itu hanya usaha yang sangat kecil. Apalagi sy belum bawa tas sendiri kalo belanja bulanan. Jadi masih pakai tas plastik dari supermarketnya. Hehe…

Baiklah…ini hanya intermezo, pengobat kerinduan pada dunia blog… Senang sekali selama sy hiatus ada banyak kawan2 baru yang mampir kemari. Semoga jalinan silaturahmi terus terjalin di antara kita.

Salam penuh cinta dari Jogja 🙂

gambar diambil dari: http://www.wartakota.co.id/read/news/21387

detik-detik lampu merah

Pagi ini, sebelum tanda imsak berbunyi di masjid depan kost, sebelum anak kost selesai menyantap makan sahurnya, dan tentunya sebelum fajar datang, sy telah melakukan perjalanan dengan sepeda motor sy. Dengan perlengkapan lengkap untuk menangkal dingin. Dari kaos tangan, slayer, jaket, hingga sepatu. Memangnya mau ke mana sih? Rahasia. :mrgreen:

Beberapa lampu merah sy lewati. Lampu hijau menyala dengan tanda waktu 9 detik. Sebentar sekali?? Ya..karna yg lewat di jalan jam segitu juga cuma sedikit. 9 detik cukup. Dan lampu merahnya…mmm…sekitar 20 detik. Sy berhenti di lampu merah ketika detik menunjuk angka 15 mundur. Tidak ada kendaraan di kanan, kiri, atau depan. Hanya motor sy sendiri. Kenapa musti berhenti? Bukankah tidak ada yg akan menabrakku atau tertabrak kalau aku melaju saja tidak peduli lampu menyala belasan detik? Lalu hati bertanya pula: kenapa tak patuhi peraturan saja, sambil mengambil jeda  beberapa detik, kamu bisa menghirup udara pagi dengan dalam diiringi syukur yang besar, mendengar desis angin di jalan raya selagi lalu lintas tak padat dan sesak. Mungkin ini akan menjadi saat yang jarang bisa kamu dapatkan.

Jeda.

Kadang jeda itu perlu dalam hidup. Nikmatilah jeda yang kau punya, meski hanya beberapa detik. Nikmatilah…..dan syukurilah…..

sepasang separuh jiwa

Aku mendapatimu duduk di samping pembaringan. Matamu menceritakan kecemasan, khawatir, dan sedih. Namun kuatmu menahan kristal bening supaya tak jatuh, senyum tetap tersungging, dorongan semangat kau alirkan pada dia, kekasih halalmu tercinta. Tak perlu lagi aku menguatkanmu, kamu lebih kuat dari yg kuduga.

Namun berapa hari berselang, aku mendapatimu dgn bibir gemetar, mata sembab, dan semangat memudar. Kekasih halalmu mengajakmu tertawa. Dia lebih segar dari hari sebelumnya. Meski terbaring, matanya berbicara: aku akan baik2 saja, istriku!

Aku tersenyum, suatu hari, ketika pesan singkatmu mengandung tawa & semangat. Kamu telah pulih dari keterpurukanmu tempo hari. Dan ada kelegaan mengalir di sepanjang aliran darahku. Tak banyak yg bisa kulakukan untuk membantumu, selain doa yg dalam untuknya & untukmu. Tapi kalian berdua telah melakukannya satu sama lain. Saling menguatkan saat yg lain lemah. Saling menghibur saat yg lain sedih. Dengan ketulusan, dan tentu saja, dengan cinta.

Dia adalah separuh jiwamu. Begitu pun sebaliknya. Sakitnya adl sakitmu, sedihnya adl sedihmu. Dan semangatmu, juga adalah semangatnya.

Semoga semangat itu terus kaualirkan padanya. Semoga tawa & bahagia senantiasa ada pada kalian berdua. Kita percaya, mujizat itu nyata, & kita berdoa Tuhan akan mengaruniakannya. Amin.

.

.

#utk perempuan yg wajahnya mirip denganku.

17an…

Peringatan kemerdekaan RI di kantor sy memang diperingati lebih awal dikarenakan pada bulan Agustus nanti memasuki bulan Ramadhan sehingga lomba-lomba dan semacamnya dilaksanakan di minggu2 ini. Ada berbagai lomba yang diadakan yaitu lomba bulutangkis putra, lomba tennis meja putra, lomba karaoke putra putri, lomba….lho..kok udah habis… Hehe..iya, lomba2nya memang cuma itu. Acara puncaknya adalah jalan santai yang diikuti seluruh pegawai, peserta diklat, dan warga sekitar kantor.

Dari sekian (eh, cuma 3 ding) lomba yang diadakan, sy mengikuti lomba karaoke yang diadakan hari Kamis, kemarin. Pas ambil undian, eee..saya dapat nomor urut 13. Wah, angka keberuntungan ni, pikir saya. Tiba giliran sy, grogi pun muncul. Biasanya nyanyi gk dinilai, eh..ini nyanyi dinilai, grogi lah… Dan ternyata eh ternyata, cd yg dipakai buat karaoke ngadat! Di awal dia gk mau muter. Pas giliran udah muter…di tengah-tengah berhenti..begitu berulang-ulang. Akhirnya panitia memutuskan untuk saya ‘turun panggung’ dulu dan setelah kaset diperbaiki akan dipanggil lagi untuk menyanyi ulang. Oke deh.. Setelah menunggu dan melewati beberapa peserta, sy dipanggil lagi. Sy naik panggung lagi dan ternyata panitia mengabarkan bahwa kaset tetap tidak bisa diputar dan sy diminta ganti lagu. Haduuuhhh…. Ya sudah, sy langsung ganti lagu dan nyanyi tanpa persiapan. Pasrah deh…..

Hari ini dilaksanakan jalan santai yang diikuti pegawai, peserta diklat, dan warga sekitar. Karna ada dua kelas diklat, jadi ramai banget jalan santai tadi. Rutenya sama dengan tahun kemarin, tapi tahun kemarin sy nggak ikut  jalan karna tugas MC.

baru start, wajah masih seger

Liat deh, di belakang sy itu ada simbah2 yang masih pakai kebaya dan jarit ikut jalan santai. Beliau warga kampung sekitar kantor yang ikut berpatisipasi dalam jalan santai ini.

mendekati garis finish... tetep ceria meski pucet...

Sesampainya di garis finish, alias di halaman kantor, kami semua dipersilakan untuk beristirahat dan menikmati sajian yang sudah disediakan. Huft…lumayan cape juga, tapi setelah beristirahat dan bercanda ria dengan kawan2, luntur sudah cape’nya. Apalagi dihibur oleh band kantor dan pembagian doorprize dan pengumuman pemenang-pemenang lomba.

Satu per satu peserta yang mendapat undian dipanggil. Nomorku tak kunjung dipanggil. Tak apa lah, dipanggil terakhiran berarti dapat hadiah utama. Hehe… Oiya, simbah yang tadi sy ceritakan, dapat hadiah juga, sebagai peserta tersepuh (tertua).

simbah kakung usia 81, simbah putri usia 70+ (beliau gk ingat usianya)

Nah, yang mengejutkan adalah saat diumumkan pemenang-pemenang lomba. Kalau lomba bulutangkis dan lomba pingpong, bisa langsung ketahuan siapa juaranya, kan waktu main langsung tau skornya. Nah, yang lomba karaoke yg bikin deg-degan. Sy sih sudah pasrah karna kejadian di lomba kemarin, jadi sy nggak berharap banyak. Untuk peserta putri diambil 3 pemenang sedang untuk peserta putra karna pesertanya banyak diambil 5 pemenang. Dan diumumin dari yang juara terakhir. Dan lho…..ternyata nama sy disebut. Eh..sy menang juara III. Hihi….puji Tuhan…. Seneng lah rasanya karna sudah gk berharap banyak.

ini dia juara karaoke putri 😀

sy & kembaran bersama hadiah lomba karaoke.. Sepertinya beli hadiahnya setelah tau siapa pemenangnya deh.. Hihi.....

Nah…itu dia hadiahnya. Boneka bintang warna kuning, tempelan mobil berbentuk emoticon, dan kaos berwarna merah. Huuu…seneng deh….

Ini dikerjai bos-bos saya. Beneran, ini kreasinya bos2 sy & difoto temen sy. Boleh lah buat narsis2an. Emang postingan ini postingan narsis2an kok. Hehehe…

Terakhir, sy diminta untuk menyumbang lagu. Sy tetep gemeteran lho nyanyi di panggung. Tapi tetep menghayati lah… Liat aja aksi sy… Hihihi.. (benar2 narsis!)

menghayatiiiiiiii bangetz...

Sudah ah….cukup aksi narsis sy di sini. Takutnya pada mual-mual liat foto sy yg buanyak itu…. Hhihihi…..

Terakhir: Dirgahayu RI yang ke-65. Semoga semakin baik keadaan politik, ekonomi, sosial, jangan ada terorisme lagi, jangan ada gontok2an lagi, damailah Indonesiaku, majulah bangsaku….. Untuk rekan-rekan muslim, selamat menyambut bulan Ramadhan, selamat beribadah, sy mohon maaf atas segala kesalahan sy selama berkawan dengan rekan2 semua.

Salam penuh cinta dari Jogja…. 🙂

Sandal kamar mandi…

Bagaimana kebiasanmu ‘berkamar mandi’? Bukan berapa lama di kamar mandinya, bukan juga apa yang kamu lakuin di kamar mandi. Ssstt! Its private, sy ndak ikut2. Hehe… Saya mau bicara tentang kebiasaan memakai/tidak memakai sandal di kamar mandi. Dan lagi, kamar mandinya kamar mandi basah, bukan kamar mandi kering.

Ceritanya semalam sy mendapati tiga jejak pasir berbentuk sandal di kamar mandi kost sy. Hmm…sy geram bukan kepalang. Mungkin sy sedang sensitif, jadi darah langsung naik ke ubun2 (Halah! Berle… Berlebihan :D). Entah siapa yang memakai sandal ke kamar mandi dan membawa masuk pasir dalam bidang berbentuk sandal itu. Tapi sy pikir bukan anak kost karna anak kost terbiasa melepas alas kaki saat masuk kamar mandi. Sy tidak enak bertanya atau menegur langsung. Mungkin cara saya menegur juga menyakitkan, karna sy langsung menempelkan tulisan: “Masuk kamar mandi alas kaki harap DILEPAS!!” di pintu kamar mandi.

Kost sy memang bukan kost dengan kamar mandi dalam. Ada 2 kamar mandi untuk 5 penghuni. Artinya kita harus sama2 menjaga supaya kamar mandi nyaman dipakai siapa saja. Dan bagi saya, kamar mandi adalah area paling private. Sy menyukai kamar mandi yang bersih dengan lantai bersih bebas pasir sehingga saat menginjakkan kaki di kamar mandi, tidak ada risih di kaki. Dan ya, sy lebih suka masuk kamar mandi tanpa alas kaki. Benar-benar melepas segala ‘pakaian’ termasuk pakaiannya kaki alias sandal saat dalam kamar mandi. Di depan kamar mandi pun sudah sy taruh kesed untuk mengeringkan kaki. Yup, untuk mengeringkan kaki, bukan untuk membersihkan sandal. Karnanya (lagi-lagi) sy tidak suka kalo kesed di depan kamar mandi kotor oleh pasir. Masa mau ngeringin kaki malah jadi kotor oleh pasir, gk lucu kan? Hehe….

Waktu kuliah dulu sy ngontrak satu rumah dengan kamar mandi hanya satu dan penghuninya 6 orang. Kebiasaan melepas sandal saat masuk kamar mandi sudah sy bawa sejak dulu. Tapi ternyata tidak semua teman satu kontrakan bisa melepas sandal saat di kamar mandi. Ada teman yang lebih suka memakai sandal saat dalam kamar mandi. Nah lo…. Lalu gimana menyiasatinya supaya semuanya nyaman? Dia menyediakan sandal khusus untuk kamar mandi yang diletakkan di dalam kamar mandi. Jadi sandal itu tidak keluar2 kamar mandi dan terjaga kebersihannya dari kotoran2 yang berpotensi mengotori kamar mandi. Adil kan…. 🙂

Beda lagi ketika sy menginap di hotel dengan kamar mandi kering. Sy akan memakai sandal hotel saat masuk kamar mandi, tapi tetap melepasnya saat naik ke bathup. Hehe….semua pasti melepas sandal kan saat naik/masuk ke bathup… 😛

Nah, bagaimana kebiasaan teman-teman saat masuk ke kamar mandi? Apakah seperti sy, melepas alas kaki? Atau seperti teman sy memakai alas kaki?