Hari Tanpa TV

Ini bukan kampanye lagi, karna kalo dibilang kampanye udah sedikit terlambat, lha wong pelaksanaannya dah kemarin. Tapi bisa juga ding, kerna hari tanpa tv bisa dilakukan kapan sja, terutama pada saat weekend/hari libur. Ini cerita aja tentang sy yang ikut ‘menonkatifkan’ TV hari kemarin.

Ceritanya hari Jumat sy di-tag si jeng Anita yang penuh semangat ituh, poster Hari Tanpa TV. Ya, gerakan hari tanpa TV ini diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional, yaitu supaya anak-anak tidak mengalami ketergantungan terhadap televisi. Alangkah lebih baiknya jika waktu weekend digunakan untuk bercengkerama dengan keluarga, rekreasi ke suatu tempat, tak harus mahal tapi meningkatkan kualitas kebersamaan keluarga. Anak-anak bisa mengisi harinya dengan cinta kasih keluarga, bukan cinta kasih televisi. (Rasanya dulu sy pernah menulis tentang hari tanpa tv ini, tapi sy cari-cari kok ndak ketemu, mungkin katut di blog sy yg ter-remove).

Berhubung saya belum punya anak, dan di kost juga tidak ada anak-anak, maka hari kemarin sy mengikuti gerakan hari tanpa tv dengan tujuan untuk sy sendiri. Ya. Supaya sy juga tidak tergantung sama tv. Dan lagi, acara-acara tv sekarang banyak yang menurut sy kurang mendidik, apalagi infotainment  dan sinetron (maaf2…ini opini sj), meskipun tetap bisa diatasi dengan memencet remote mencari stasiun tv lain yang acaranya lebih mendidik.

Pagi hari sy bebersih kost, tanpa ditemani suara televisi yang biasanya setia. Agak siangan sy pergi melayat ke seorang teman. Sore hari ngobrol dengan anak-anak kost di kamar sy, masih tanpa tv. Selepas magrib, anak kost selesai mandi, masuk lagi ke kamar sy sementara sy masih merapikan ini itu di kamar. Dan klik! Suara power remote televisi dipencet. Respon sy adalah tertawa. “Hahahaha…..”. “Kenapa mbak?”, “Gagal deh hari tanpa tv-nya.” Kami berdua sama-sama tertawa. Akhirnya kita pun nonton Mario Teguh Golden Ways dan Indonesia Mencari Bakat. Ah, tak apalah gagal menyukseskan Hari Tanpa TV, sy nonton acara yang (menurut sy dan pandangan umum) bagus kok. Hehehehe…… (pembelaan). 😀

Hari ini

Pagi
:: give up

Siang
:: HP mati. Pas dinyalakan, welcome note-nya berbunyi: “…semangatlah tik…”

Sore
Si kecil Hanif (4th) menghampiriku yang sedang membetulkan tali sepatu. Dia cium tanganku lalu bilang: “kemarin aku main bola, tante gk ikut”. Hihi…lucu sekali kamu, nak. Besok kalo main bola lagi, tante diajak ya nak.. 🙂

Malam
Pulang dari kantor jalan 20 coz adhem banget, lupa gk pake jaket. Brrr…
Ada kupu-kupu terbang di kamar.
:: there’s a hope

#joko sembung naik becak
gk nyambung e, Cak!

#Si Rosa makan enting-enting
Lagi gk bisa posting!

Bayi dan renang..

Setelah beberapa waktu lalu baca cerita Jeng Omie tentang baby-nya yang excited waktu renang, pagi ini sy dapat email dari Indonesia Parenting Club tentang berenang pada bayi dan pengaruhnya terhadap IQ anak. Sy merasa email tersebut cukup bermanfaat jika sy bagikan. Sy share di sini ya…

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tidak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun.

Ternyata bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah

MANFAAT BERENANG
* Menghilangkan rasa takut pada air

Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.
* Sarana bermain
Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.
* Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik
Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.
* Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri
Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.
* Kemampuan sosial
Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.
* Meningkatkan IQ
Keuntungan lainnya, gerakan anggota badan si kecil saat berenang pun, diduga dapat merangsang pertumbuhan syaraf-syaraf tepi. Sehingga syaraf otaknya menjadi lebih aktif dan diharapkan mampu meningkatkan kepintarannya. Jadi jangan lupa untuk menemani si kecil saat berenang, karena kedekatan yang terjalin erat antara orangtua dan anak adalah yang terpenting bagi perkembangannya. Keakraban antara orangtua dan anak, sangat berharga saat ia dewasa kelak.
Nah, mari bunda, ajak batita kita berenang. 🙂

Bendera setengah tiang

JERMAN KALAH 😦

Paul, kau benar..
Leow, kamu tetap keren dgn sweater birumu meski timmu kalah..
Muller, kamu ke mana?!
Klose, ada apa denganmu?
Ozil, jangan bersedih, wajahmu teduh sgt, bukti kau rajin beribadah..

Puyol, kau pasti dielu2kan seantero Spanyol..

Idana, Kak Julie, Prima, & pendukung Jerman lainnya: mari kita naikkan bendera setengah tiang 😦

Origami Kubus (sambil nunggu Belanda-Uruguay)

Berhubung tadi mandinya kemalaman, makannya kemalaman, akhirnya belum bisa tidur. Padahal rencananya mau tidur dulu untuk bangun lagi dini hari nanti. Buat apa? Semifinal Piala Dunia bung! :DNah, sambil mengisi waktu, iseng-iseng sy ambil kertas origami dan bermain-main dengan dia. Kalau biasanya bikin origami burung, kali ini ganti ah, bikin origami kubus. Mau ikutan bikin? Yuk… 

Gini langkah-langkahnya:   

1. Ada berapa sisi kubus? Yup! Karena kubus memiliki 6 sisi maka kita sediakan 6 buah kertas origami. Lebih bagus kalau warnanya beragam. 

6 kertas origami (persegi)

2. Lipat masing-masing kertas menjadi dua seperti gambar ini.

  

3. Kita akan membuat persegi dengan melipat sisi-sisinya ke tengah seperti ini: 

membuat persegi

 

4. Lakukan untuk semua kertas. Hasilnya seperti ini.   

6 sisi kubus yang siap dirangkai

 

5. Sekarang kita rangkaikan sisi-sisi kubus di atas dengan menyisipkan ‘sayapnya’ ke ‘badannya’.   

 

 

Satu…dua…tiga…taraaaaa……….. 

origami kubus sudah jadi 🙂

 

this is it origami kubus buatan tt 😀

Gimana? Mudah bukan untuk membuatnya? Bisa diajarkan ke adik-adik kita, supaya mereka bisa ‘mengalami’ sendiri dalam belajar bangun ruang  sehingga mereka punya pengalaman belajar dan bisa senang dengan matematika. 

Kalau gambarnya gk bagus harap dimaklumi karna itu diambil dengan Hp Si Noki yang kemairn habis terjun bebas ke aspal dan lompat ke kubangan di pinggir jalan. Tapi bersyukur dia sudah sembuh. Buktinya bisa digunakan untuk berbagi kubus origami 🙂

Kalau gambar2 jepretan si Noki masih belum jelas, bisa liat videonya di sini.

Ya, itu iseng-iseng sy malam ini. Ditambah untuk upload postingan ini sekarang sy sampai di pukul 23.31, masih ada 2 jam lagi sampai Belanda-Uruguay main. Baiknya tidur dulu atau mbablas aja ya???

Pinalti juga punya rumus…

Masih ingat pertandingan Jepang lawan Paraguay yang berakhir dengan ‘drama’ adu pinalti? Dimana Komano akhirnya tergugu menangisi kegagalannya menembus gawang Paraguay yang menyebabkan sy bersedih hati atas kekalahan Jepang. Atau pertandingan kemarin antara Ghana vs Uruguay, yang juga diakhiri dengan adu pinalti, di mana sebelumnya masing-masing kesebelasan memperoleh kesempatan menjebol gawang lawan dengan tendangan pinalti, namun keduanya gagal! :doh:

Ngomong-ngomong tentang pinalti ni, seorang matematikawan bernama Dr. David Lewis bersama koleganya dari Universitas John Moores di Liverpool berhasil merumuskan tendangan pinalti yang jitu. Mau tau seperti apa rumusnya? Siapa tau nanti di pertandingan Jerman lawan Belanda pada tanggal 12 Juli dini hari (tau kan artinya apa 😉 ) harus diakhiri adu pinalti juga, kita bisa sarankan pada pemain2 itu untuk itung2an dulu.. (doh! mana sempat! Mereka dah trampil kali Tik. Hehehe…)

Cekidot: Rumus Tendangan Pinalti

Kamu dukung siapa di Piala Dunia? Atau jagonya dah lengser semua? Hehe…jangan berkecil hati, mari ikut saya dukung JERMAN. 😀 😀