dipanggil: Ibu

Postingan ini adalah sebuah uneg-uneg sekaligus ajang bagi saya untuk menyalurkan kenarsisan yang lama terpendam *holoh*.

Jadi begini. Saya adalah bungsu di kantor (meskipun sekarang sudah tidak lagi), sehingga teman-teman memanggil saya dengan sebutan ‘dik Tt’, ‘mbak Tt’, dan kalau sudah akrab langsung aja manggil ‘Titik’. Jarang (bahkan mungkin tidak ada) yang manggil saya dengan sebutan ‘Bu Titik’. Nah, akan tetapi, namun, walau begitu, peserta pelatihan atau pengunjung yang adalah bapak-ibu guru selalu memanggil saya dengan panggilan ‘Ibu’ (meskipun pengunjung mahasiswa tetap memanggil saya dengan panggilan ‘mbak’).  Padahal saya bukan pengajar lho. Kalau sy pengajar, oke lah dipanggil ‘Ibu’ sebagai penghormatan. Tapi ini…

Pernah juga suatu kali saya makan bareng teman-teman saya. Oleh penjualnya teman saya dipanggil dengan sebutan ‘mas’ & ‘mbak’, giliran saya dipanggil penjualnya dengan sebutan “Bu’. Doh. Sakit hati saya, sementara teman-teman saya ngakak.

Sudah seperti ibu-ibu kah wajahku dan penampilanku? *waktunya narsis*

*coba tebak berapa umur saya?

Apakah memang sudah pantes dipanggil: Ibu?*

kata-kata di saat terakhir…

Hari-hari terakhir kita sedang berduka dengan berpulangnya tokoh-tokoh bangsa. Terakhir adalah ibu Ainun Habibie yang meninggal di Jerman. Kepergiannya meninggalkan haru dan kisah cinta sejati dua manusia. Bapak Habibie tidak pernah keluar rumah sakit selama 2 bulan dan setia mendampingi ibu hingga saat terakhirnya.

Kata-kata terakhir Bapak Habibie ketika melepas ibu pergi:

Kami sekeluarga rela melepasnya. Kami mencintainya, tetapi Allah jauh lebih mencintainya.

———–

Srrrrtttt…….layar seolah terbuka ke masa 4 tahun yang lalu. Ketika ada seorang suami yang juga mendampingi istrinya hingga saat terakhirnya. Sang istri pergi setelah suami melepasnya dengan kata-kata terakhirnya:

Bapak tresna karo sira, 48 tahun bareng ora tau padu. Saiki yen sira arep kondur, Bapak ikhlas. Anak-anak wis padha mentas, sira wis berhasil olehe dadi ibu.

(Bapak cinta kamu, 48 tahun bersama tidak pernah bertengkar. Sekarang kalau kamu mau pulang, Bapak ikhlas. Anak-anak sudah ‘mentas’, kamu sudah berhasil menjadi ibu.)

———-

Kata-kata terakhir dari belahan jiwa, penuh cinta. Bapak Habibie kepada ibu Ainun, istrinya. Suami kepada istrinya, yang adalah Bapak & Ibu saya.

Damailah di sisi-Nya, orang-orang yang mencintaimu telah mengantarkan kalian pulang dengan cinta dan keikhlasan.

#Note: ini bukan FiksiMini

FiNi, singkat nan memikat..

lempar batu sembunyi tangan
“Dia pembunuhnya!” katanya sambil menunjuk jasad berlumur darah.
“Ya, aku percaya.” sahut pria itu sambil melepas pisau dari genggamannya.

legalisir
Saya simpan aslinya. Jadi salinan ini tolong disahkan supaya diakui bahwa ini telah sesuai dengan aslinya.

bermain kelereng
Peraturannya: kelereng saya harus menyenggol atau membentur kelerengnya supaya saya menang.

ketinggalan kereta
Sudah berangkat. Benar kan, aku jadi terlambat.

oh my..sejak dikenalkan dengan FiksiMini (FiNi) oleh duo wi3nDa, saya jadi ketagihan menulis FiNi. Benar2 memikat. Berharap bpk Agus Noor berkunjung kemari. (:doh: ngarep :mrgreen:)

percakapan sore

“Aku berangkat dulu.”
“Oke! Aku sudah mundur dari dunia itu.”
“Ya, aku tau perasaanmu.”

Sampai di sana, disampaikannya salam yang tak pernah dikirimkan.

Malaikat Palsu

Wui…judulnya ngeri… Gini-gini…saya baru hari ini tau ada yang namanya Fiksi Mini. (Woalah…..katrok ya). Lalu maen ke empunya kontes fiksi mini yaitu mb wi3nd dan nDa, yang digabung jadi wi3nda. Wah…seru juga ya si Fini (si fiksi mini #bikinnamasendiri) itu. Hehe….

Saya jadi pengen coba bikin. Sesuai saran mereka, saya coba ketik di HP dulu biar tau banyaknya karakter dan tidak melebihi karakter yang ditentukan yaitu 140 karakter. Yess! Berhasil. 139 karakter. Dan hasilnya seperti ini.

malaikat palsu

Makhluk bersayap itu tersenyum manis. Tiba-tiba pedang menembus jantungku. Di balik rambutnya ada dua tanduk dan sayap itu terlepas lemnya.

yang diblok hitam itu judulnya, jadi gk ikut dihitung di banyak karakter ya, hehe… Buat teman2 yang juga mau ikutan masuk aja ke sini untuk lihat gimana caranya. Oke? Mari berfini ria… 😀

ingatlah hari ini

kamu sangat berarti, istimewa di hati

slamanya rasa ini

jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing

ingatlah hari ini….

don’t you worry just be hapy

temanmu di sini

Setelah malam itu jadi sering menyenandungkan lagu ini. Hmm..cuma reff-nya doang, habis yang lainnya gk begitu ngeh ky mana lagunya. Hehe…

Malam itu? Ada apa dengan malam itu? Kapan malam itu?

Hmm….13 Mei 2010, Kamis malam Jumat, hari hujan karna Jogja memang sedang rainy days berhari-hari ini. Tapi kehangatannya gk kalah hangat dengan kita duduk di depan perapian. Karna kita masing-masing memancarkan kehangatan cinta yang tulus dari dalam. (Halah! Ngomong apa to kamu Tik?! Hihi..)

Akhirnya……..setalah deg-degan menunggu kedatangan mereka, yang saya kagumi lewat tulisan-tulisannya, yang telah akrab bersenda tawa di dunia tarik suara maya, yang serasa sudah kenal lama, ketemu juga. Adalah mereka orang-orang yang saya kagumi: Catastrova Prima, Frozzy, dan Macangadungan (pake nama maya saja yah, kekekek) yang berkunjung ke Jogja dan menyempatkan diri untuk bertemu dan mengobrol ini itu. Meski hari hujan, tak mngurungkan niat kita yang dirundung rindu (wkwkwk…lebay) untuk saling bertemu. Hehehe…..

Lagi gk bisa nulis gw, jadi majang poto aje ye….

13 Mei 2010

Berlokasi di warung makan Bebek Pak H.Slamet Mangkubumi, kita bertemu. Besok lagi kalo ketemuan jangan di tempat yang ada jam tutupnya ye…. Kekekek……

biar percaya kalo mereka ke Jogja 😀

Dari Semarang dan Jakarta menuju Jogja, belum afdal afdol kalo belum photo2 di Tugu.. 😀

Non CePe, minggu ini jadi tulisannya ya… 😀

Jeung Frozy, jangan lupa ceritain perjalanannya ke Jogja, termasuk ketemu ma wartawan ituh…. (ups!)

Sist Macan, komiknya yah sist…

Hihihi…kok saya jadi bikin list tugas gini sih…

Senang berjumpa dengan kalian kawans. Ditunggu kedatangan selanjutnya (tahun ini lho), ajak serta mb Isma, mb Pito, dan Indira….hwaaa..pengen jumpa mereka….. ^^

Nyanyi lagi: Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, Ingatlah hari ini…..

Berbagi yang super..

Haiya….saya mau berbagi saja…senang dengan note-nya Om Mario yang super ituh. Saya share di sini ya, barangkali aja ada teman yang lagi main ke sini. Monggo…disimak di sini: Mario Teguh Note. 🙂

Ini ndak termasuk plagiat lho ya. Ini namanya forward. Hehe…