Selamat tinggal senja

Senja melenggang tanpa sepatah kata
Tak sisakan jingga berhias kilau sedikit saja
Lalu tanggallah lelah itu di sudut dengan setitik perih
Biar merata dengan fatamorgana, tepisku

Senja melenggang semakin jauh
Merentang jarak tak kasat mata dan sia-sia
Lalu tanggallah segenggam asa yang tertanam
Biar layu sebelum menuai sekotak narasi

Senja itu ada di sudut mataku
Senja itu ada di tiap inci kulitku
Senja adalah nafas yang pernah kamu tiup
Segenggam butiran kopi
Sejumput keinginan untuk berkata
Senja adalah rasa
Senja adalah kamu
Senja adalah aku
Senja adalah kita

Selamat tinggal senja..

Pati, 21 Maret 2010
Untuk: Yustha TT ‘maap inspirasinya kurang liar, T.. spontan soalnya.. but just for you, beib’

——————————————————————-
very big thanks for my lovely friend Catastrova Prima, yang udah mempersembahkan puisi cantik ini buat dirikuwh…. Aje gile betul anak ini, puisi-puisinya bernyawa euy….