Sebait sajak buat kekasih

Kutulis sajak untukmu, kekasihku
untaian baris-baris rindu yang berjejalan di kalbu…
kan kukirimkan padamu
kulampirkan harapan
kusematkan doa
kutitipkan pada kepercayaan
padamu yang jauh di sana
padamu yang penuh pesona
padamu yang menguatkanku
padamu yang mengasihiku
padamu yang bangkitkan semangatku
padamu yang selalu menitipkan rindu
pada hembus angin malam
pada kidung serangga di halaman
menyisipkan kenangan dalam relung hati
juga janji yang kan kita tepati, nanti…
ah…..sajakku terbatas kata, Sayang
namun cinta kita
seperti langit yang tak terjangkau luasnya
dan tak terbatas tingginya
hanya pada Tuhan yang mengatasi langit
kita pasrahkan cinta kita…
dalam nama Tuhan…Amin.

[25 Februari 2010, 16.54, Solo]

diikutkan dalam Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait (masih tergolong satu bait kan, biarpun panjang? 😉 )

Sajak perpisahan..

 

Inilah yang selalu kubilang
bahwa hidup adalah perubahan
Tak tau bagaimana laju perputarannya
tapi roda selalu berputar kawan

Dalam setiap perjalanan
kita merantai kisah
suka, duka, tangis, tawa
marah, gembira..
Semuanya berpadu dalam balutan
Persahabatan

Ada kalanya kita berselisih
tapi lebih banyak berbagi kasih
Ada kalanya kita egois
tapi lebih banyak saling mengerti
Ada kalanya kita tak sejalan
tapi lebih banyak kita bergandengan tangan

Jarum jam adalah saksi
berapa waktu telah terlalui
Bulan dan langit malam adalah kawan
saat dera kesibukan menjelang pemeriksaan
Jamu datang bulan dan bebaqaran
semua menjadi kesaksian
betapa berartinya seorang kawan

Tapi hidup adalah perubahan kawan
Sekali lagi kubilang
Seperti aliran air hujan dalam sajak yang kau sukai
Kemana pun alirannya mereka berguna
Begitupun kita
Bagaimana pun perputarannya
menuju pada arah yang sama
: Kebaikan

Hari-hari tak akan sama lagi
nikmati saja perubahannya
kelak kau akan merasa
semuanya menjadi terbiasa
meski tanpa aku lagi…

[19 Februari 2009, 22.40, kamar kost]

in this note: Mr. Tom2
gara2 smsmu, pipiku jadi kebanjiran
huh!! Menyebalkan! 😦

aku & kenangan

Ini postingan beberapa waktu yang lalu, pernah sy post di notes fb & sekarang saya repost di sini. Sedang kangen ada cerpen di blog ini. Udah lama gk bikin & sekarang juga sedang tidak punya ide, jadi repost aja lah. Hehe… Ditulis di penghujung 2009.

Aku mempercepat jalanku. Lutut ini sudah gemetar. Tanganku tanpa kusadari terkepal. Dingin..dan basah. Sepanjang jalan kusenandungkan lagu pujian, supaya hatiku menjadi tenang. Dan sesampainya di kamar berukuran 3×3 meter, aku rebah.. Kubuka genggaman tanganku & air mataku mengalir.

Vespa birumu terparkir di depan rumahnya.

—–

Tanganku dingin dan jemariku mengaku. Aku harus menyelesaikan latihan ini untuk ujian akhir esok hari. Tuts hitam putih di depanku menunggu untuk kumainkan. Partitur telah kujajar di depan. Kutarik nafas dalam & kuhembuskan perlahan. Aku mulai menarikan jari jemariku. Mengalir pelan melodi kumainkan. Sesaat kulihat partitur di depanku. Bayanganmu berkelebat. Dan mengacaukan semuanya. Ah..aku pasrah. Ujian esok hari aku menyerah..

—–

“Aku hanya tetap menjalin silaturahim dgn keluarganya. Tidak mungkin silaturahim yg terjalin begitu lama putus begitu saja hanya karna kami sudah tidak bersama kan?” begitu penjelasanmu tentang keberadaan vespa biru di depan rumahnya.

Aku percaya dan kita kembali bersama.

—–

Aku tidak lulus ujian.

—–

Kamu tidak mengabariku tentang hari ini. Memang sudah satu bulan tak pernah ada kabar, tak ada kunjungan, dan aku pun merasa biasa saja karna kadang kesibukan membuat kita tak berhubungan. Biasanya semuanya baik-baik saja. Itu yang ada dlm pikirku, sampai sahabatku memberi kabar tentangmu. Diperkuat keterangan orang tuamu.

Aku memaksa datang meski sahabat2ku melarang. Aku bahkan menyiapkan kado buatmu. Karna ini hari besarmu…. Hari pernikahanmu.

Lututku melemas & bibirku gemetar. Sudah puluhan kali pujian dalam pemberkatan nikah kunyanyikan, tapi kali ini bibirku bergetar dan suaraku parau. Hanya punggungmu yang bisa kulihat, bersanding dengan dia, perempuan itu. Aku memaksa berdiri demi mendengarmu mengucapkan janji nikah, menerima dia menjadi istrimu, mencintainya dalam susah & sedih, dalam untung & malang, mendidik anak2 dalam takut akan Tuhan. Aku ingin mendengarnya. Dan ya, sekarang aku mendengarnya. Sahabat2ku harus menopangku supaya aku tetap kokoh berdiri mendengar semua itu. Semua orang tau, aku perempuan paling sedih hari ini, paling shock dengan semua ini.

Kamu pasti tidak menyangka aku ada di sini. Kamu gugup saat aku menyalamimu, mengucapkan selamat untukmu. “Kenalkan, ini adikku.” katamu pada perempuan itu, yang beberapa menit lalu telah resmi menjadi istrimu. Aku tersenyum. Getir.

Tidak ada penjelasan. Dan aku tidak butuh penjelasan lagi. Semuanya sudah jelas…

Tidak akan ada lagi suara vespa yang membuatku berlari menyambutmu. Tidak akan ada lagi telpon malam hari atau sms2 melegakan darimu. Tidak akan ada lagi dirimu di saat aku membutuhkanmu. Tidak akan ada lagi..

Vespa yang terpakir di depan rumahnya, hari2 tanpa kabar darimu, penjelasan2mu, sudah nyata hari ini. Jelas.

Aku terpuruk. Pasti.

———

31.12.09

Hari ini, ya, hari ini adalah 3 tahun setelah saat itu. Sudah 3 tahun berlalu. Kamu sudah bahagia dengan keluarga kecilmu. Sudah lahir buah cintamu.

Aku? Aku pun sudah bahagia dengan duniaku. Mengajar anak2 yang lucu2. Masuk dalam dunia mereka setiap hari. Menyaksikan mereka pintar bernyanyi, bercerita, menggambar, dan berhitung matematika, itulah kebahagiaanku. Jika aku masih sendiri, itu hanya masalah waktu. Kamu tak perlu khawatir, ini bukan karna kamu. Bukan. Ini hanya masalah waktu…..

Suatu saat kau pun akan melihat, aku bahagia sepertimu…

Amin.

.:tt:.

31.12.09

Dedicated 4 my lovely friend: nothing last 4ever, dear. Time heals almost everything…

Happy new year..

Dikopas pada hari Kamis, 18 Februari 2010, pkl.22.40 WIB.

insomnia…

Jam digital di handphone menunjukkan pukul 02.20 wib. Wah, sudah pagi buta. Mari kita tidur… Ups! Tp bolehkah saya terlebih dahulu tertawa? Hahahaha… =))

Pagi buta kok ya ada2 saja..

Ya sudah lah. Hidup ini berwarna. Seperti pelangi yang menjadi indah karena warna-warna yang beraneka rupa. Begitu juga kita. Kita punya warnanya masing2. Mungkin si A berwarna biru lalu si B berwarna merah. Jika berpadu akan menjadi ungu. Dan pelangiku akan kehilangan 3 warna sekaligus jika tidak ada mereka. Karnanya setiap kita adalah keindahan yang melengkapi keindahan pelangi2 kehidupan sesama kita. Tanpa kita, pelangi mereka tak sempurna indahnya.

Aku sudah malas berdebat karna berdebat akan mencuri sebagian waktu kita yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk menikmati pelangi. Jadi, mari kita sama2 memberikan toast sambil berucap: bahagia untuk kita!!

#o’ow..rupanya sdh 02.36. Tidurlah! Atau…ambil waktu sebentar untuk sesuatu yg pasti mendamaikanmu…lalu lelaplah engkau dalam damai…#

refreshing murah meriah

Weekend ini, seperti biasa, saya mudik. Kebetulan kakak sy dari jakarta juga mudik karna ada urusan di keluarga mertuanya di prembun. Lumayan bisa ngobrol beberapa saat dengan satu-satunya kakak lelakiku ini, kemudian dia dan keluarganya pergi ke prembun. Namun ada satu anaknya yang tidak ikut ke prembun dan memilih tinggal di rumah kakeknya sementara orang tuanya menyelesaikan urusannya. Kebetulan ponakanku dari kakak ketiga juga ada di rumah karna pulang sekolah langsung pulang ke rumah kakeknya. Dan memang ada satu ponakan dari kakak kedua yang tinggal di rumah. Jadi, sabtu malam ini ada lima orang di rumah: bapak, sy, dan tiga ponakan.

Sejak malam, ketiga ponakan dari orang tua yang berbeda ini sudah merengek2 pada tante tercintanya ini supaya besok pagi jalan-jalan ke alun-alun. Dengan senyum penuh kasih, tantenya mengiyakan. Permintaan sederhana masa gk diperbolehkan. 🙂

Besok paginya, minggu pagi pukul 4 tepat,  salah satu ponakanku sudah membangunkanku: “Ayo mbak, berangkat”. Dengan kriyip2 kutanya: “Jam berapa ini?” Kulirik jam dinding, deng deng….masih jam 4 pagi nak. Semangat sekali anak-anak ini. Kusuruh tidur lagi karna hari masih gelap. Pukul 5 mereka membangunkanku lagi. Dan hupp…tantenya pun bangun dan bersiap-siap mengawal mereka jalan-jalan/jogging di alun-alun.

Minggu pagi itu kami berangkat ke alun-alun berjalan kaki. Bapak pun turut serta, memang bapak biasa jalan pagi meski rutenya mengelilingi kampung dan bukan ke alun-alun. Sampai di alun-alun sudah ramai orang-orang jogging. Ketiga ponakan pun langsung tancap jogging, sementara saya dan bapak memilih jalan mengelilingi alun-alun. Setelah dua putaran, yang artinya 3,5 km (1,5 jarak rumah-alun2 + 2km 2 putaran mengelilingi alun2), kami pun beristirahat. Berhubung banyak penjual makanan di alun-alun, tidak mungkin tidak, ponakan-ponakan pun merengek. Oke deh, kita duduk di lesehan penjual lontong sate. “Lima Pak, 3 pedes, dua enggak.”

Setelah selesai makan, kami pulang dengan santai. Ketiga ponakan berjalan di depan, dan saya serta bapak di belakangnya. Bapak pun bilang: “refreshing murah meriah”. Hihi…iya juga… Dan dengan bergandengan tangan mereka bercanda-canda sepanjang jalan. Hmm….refreshing yang sederhana dan murah meriah. Cukup dengan jalan-jalan ke alun-alun. Selain sehat, hati juga gembira…..

Bagaimana refreshing ala Saudara?

14 Februari

Bukan! Bukan mau merayakan Valentine. Saya sudah merayakannya setiap hari ;). Saya ingat hari ini adalah hari terakhir event berbagi cinta yang diadakan mb julie dan mb idana digelar. Hmm..saya sudah ‘terlanjur’ mendaftar, tapi sampai saat saya ngetik ini, saya belum juga dapat idenya,hehe.. Lebih sulit bikin surat cinta daripada puisi cinta ya…

Tik…tik…tik…tik……jarum jam terus berdetik…dan aku mulai mengetikkan surat cintaku…

kutulis surat cinta untukMu, Kekasihku..

meki tak seindah puisi para pujangga, namun kuberharap Kau berkenan membacanya…

telah sering kutulis surat untukMu, meski takkukirimkan melalui tukang pos atau jasa pengiriman. Pun takkulipat dan kumasukkan ke dalam amplop berwarna pink yang harum. Aku hanya menuliskannya dalam lembar-lembar kertas atau buku harian, kukirimkan padaMu melalui perantara yang kita sebut ‘doa’…

Kekasihku, tak pernah kuragukan kasih sayangMu. Selalu dan setiap waktu Kau mencintaiku. Tulus. Tak ada cinta yang lebih indah dari cintaMu. Tak ada kasih yang lebih ikhlas dari kasihMu. Setiap kubuka mataku di pagi hari, selalu dan selalu kukagum akan kasihMu. Ya…semua karna kasihMu. Setiap kutatap wajahku di cermin, kukagum akan karyaMu, setiap detilnya adalah cintaMu. Takcukup kuucap terimakasihku. Jadikanlah setiap hela nafasku sebagai ucapan pujian untukMu.

Aku tau Kau takingin aku menduakanMu. Kau pun ingin aku menjadikanMu yang pertama dan utama dalam hidupku. PadaMu ada kesetiaan. Kau pun inginkanku setia mencintaiMu. Ajarilah aku. Jadikanlah setiap hal yang kulakukan adalah kemuliaan untukMu, Kekasihku.

Tak jarang Kau mengajarku, Kau uji kecintaanku. Kadang melalui hal yang menyakitkan, menurutku. Tetapi Kau pun tak membiarkanku melalui setiap ujian sendirian. Kau pula yang menolongku hingga aku bisa lulus dalam ujian. Hingga Kau pun dapati aku tetap mencintaiMu. Ya…meski mungkin tak kukatakan, Kau telah tau hatiku.

Akhirnya, dengan segala kekuranganku, dengan segala kelemahanku, izinkanlah aku mengatakan kepadaMu bahwa aku mencintaiMu, kubutuhkan kasihMu dalam hidupku. DenganMu, telah tercukupkan hidupku….

untukMu: Tuhanku.

 Kuikutkan dalam eventi ini.

mari berolahraga..

Dulu (halah! lagi2 diawali dengen dulu), sy bukan orang yang gemar berolahraga. Meski begitu bukan berarti saya tidak pernah berolahraga lho. Hampir tiap hari saya berolahraga. Waktu SMP, berangkat-pulang sekolah saya jalan kaki, 4-5km dari rumah, itu sudah termasuk olahraga kan ;). Lalu waktu SMA, berangkat-pulang sekolah saya naik sepeda, olahraga juga tuh..hehe.. Kadang-kadang saja saya berenang, waktu SMP ikut ekstrakurikuler berenang 1 caturwulan, cukup bikin saya bisa sedikit gerakan renang yang paling dasar yaitu gaya katak (itu juga cuma asal bisa ngapung ma gerak ke depan doang, hehe). Waktu kuliah saya hampir tidak pernah berolahraga. Hanya sesekali diajak teman berenang, mungkin gk sampai 5 kali seumur kuliah. Pernah satu kali ikut kakak2 di organisasi naik gunung, ke Sindoro waktu itu, sampai puncak lho (halah! bangganya :P). Berhubung tidak pernah berolahraga, setelah turun gunung, sampai kost kaki terasa lemas, jalan jadi glear gleor, sampai sama teman dibilang jalannya ky orang hamil. Hihi…

Sekarang, saya jadi gemar berolahraga. Awalnya untuk mengisi waktu. Teman bilang, olahraga juga baik untuk menghindari stress. Larilah saya ke olahraga. Beberapa tahun lalu saya ikut senam, aerobik & BL. Kebetulan setiap hari Jumat kantor menyediakan waktu untuk pegawainya berolahraga sampai pukul 10. Saya dan teman2 putri memanggil instruktur senam dan seusai SKJ bersama, kami menuju cabang olahraga masing-masing dan saya menuju ke cabang olahraga senam. Setiap jumat badanku senam sesuai irama, berkeringat dan segar. Sampai akhirnya instruktur kami menikah dan hamil. Kegiatan olahraga aerobik pun berhenti. Saya dan teman-teman beralih ke badminton. Beberapa teman putri yang berminat pada badminton kami kumpulkan. Jadilah setiap Jumat kita menuju cabang olahraga badminton. Sampai akhirnya beberapa teman hamil dan tidak bisa melanjutkan badminton. Dengan berkurangnya peserta, akhirnya lambat laun olahraga badminton pun berhenti. Tapi bukan berarti semangat berolahragaku luntur. Lagi-lagi kami mengumpulkan teman-teman muda yang mau diajak olahraga, kali ini kita beralih ke tennis. Tennis memang sudah menjadi olahraga yang biasa di kantor. Tapi kebanyakan yang main tennis adalah ibu2 dan bapak2 yang sudah senior, sudah pintar2, dan mahir2. Pemula-pemula seperti saya jadi malu kalo bergabung dengan mereka. Akhirnya kita para pemula pemain tennis bikin jadwal main tennis sendiri di luar jadwal bapak2 dan ibu2 itu. Ditetapkanlah Senin dan Rabu sore sebagai jadwal berlatih tennis kami. Beruntungnya, senior2 tennis kami menyambut semangat berlatih kami. Disediakanlah satu orang pelatih (yang juga salah satu dari mereka) untuk melatih tennis. Kami betul-betul dari awal, dari cara pegang raket sampai akhirnya sekarang kami sudah lumayan bisa main. Kepala lembaga pun menyambut baik semangat para pemuda ini, selalu memberi motivasi dan semangat pada kami untuk terus berlatih.

Di tengah semangat kami berlatih tennis, kantor punya kebijakan untuk merenovasi lapangan tennis. Terhitung mulai tanggal 1 Maret nanti lapangan tennis kami dibongkar dan direnovasi. Artinya kami harus menyewa lapangan tennis di luar kantor kalau kami mau terus berlatih tennis. Selama kurang lebih 2-3 bulan. Hmm…lama juga ya…

Hari jumat ini, ya tadi, saya dan dua orang teman mengisi waktu olahraga dengan berenang. Sudah hampir 3 tahun saya tidak berenang. Hari ini saya berenang lagi. Lumayan bisa berenang mengelilingi kolam beberapa putaran. Cukuplah untuk waktu 1 jam. Sepulang dari berenang terbersit keinginan: bagaimana kalau selama lapangan tennis dipugar, kita isi Senin dan Rabu sore kita dengan berenang? Yes! Saya lihat jadwal kolam renang khusus perempuan di sebuah kolam renang di sini adalah hari Senin dan Rabu pkl. 15 s.d. 20, Kamis pkl. 16.00, dan Jumat pkl 11. Pas banget dengan jadwal tennis kami. Bahas punya bahas akhirnya disepakati, selama lapangan tennis dipugar, kami ganti olahraga kami menjadi renang. (Hmm…gimana nasib yang laki-laki ya? Belum kukonfirmasi lagi :P)

Olahraga. Pasti kawan semua sudah tau pentingnya berolahraga. Puji Tuhan saya tidak gampang sakit. Selama 4 tahun bekerja baru satu kali saya sakit, itu pun ‘cuma’ panas demam. Tubuh pun jadi lebih segar, tidak mudah capek, dan lebih bersemangat. Sekaligus saya ingin meningkatkan nafsu makan saya supaya badan lebih berisi (pengengemuk.com). Katanya setelah berolahraga nafsu makan jadi meningkat, maklum kalo cape berolahraga jadi laper, hehe…

Mari kawan kita berolahraga. Sisihkan sebagian waktu untuk berolahraga. Badan sehat, kerja jadi lebih semangat….. 😀 😀 😀

Salam olahraga!