Global warming, kertas bekas, & yustha ^^

Delapan januari duaribu sepuluh. Hai, ternyata sudah delapan hari kita berada di tahun 2010. Waktu memang berjalan dengan tenangnya, tidak peduli kita berjalan bersamanya atau hanya diam. Dan, sudah satu pekan saya masuk kerja. Cepet yah, tau-tau dah weekend lagi. Selama sepekan ngantor sy berhasil datang ke kantor tepat waktu alias tidak terlambat.. 🙂 Boleh dicek deh di mesin sidik jari jam kedatangan saya. Hehe…  Ayo tt, teruskanlah..teruskanlah..kau begitu… *lha malah nyanyi*

Mengawali bekerja, sy meredesign meja kerja saya. Ganti suasana. Seret sana-seret sini, gotong sana-gotong sini, dan…hahay…berubah!! 😆 Lebih kelihatan longgar dan lega *gk da skrinsutnya*. Lanjut dengan merapikan lemari, menata laporan2 2009, menyisir kertas-kertas bekas. Mengumpulkannya dan membuangnya?? OH NO!! Stop! Sy memisahkan kertas yang masih digunakan satu sisi dan kertas yang sudah digunakan dua sisi. Kertas yang masih digunakan di satu sisi masih bisa kita gunakan lagi, misalnya untuk print slip gaji, untuk print presensi manual (meski sudah menggunakan fingerprint untuk presensi, tapi kantor sy tetep mendampingi dengan presensi manual yi tandatangan), untuk print draft2, dll. Ini salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming. Berapa pohon yang ditebang untuk kertas2 itu? Jadi, bijaklah menggunakan kertas.

Sebisa mungkin meminimalisir kesalahan untuk mengurangi volume kertas bekas. Tapi kalau ternyata memang ada revisi yang mengharuskan halaman itu diperbaiki, apa boleh buat, kertas pun turun ke kumpulan kertas bekas. Namun masih ada cara untuk kita berusaha mengurangi dampak global warming dengan kertas bekas tersebut, yaitu menggunakan halaman kosong dibaliknya untuk mencetak keperluan lainnya.

Jangan buang kertas sebelum digunakan di dua sisi.

Lakukan dari hal sederhana untuk hasil luar biasa. Hehe…

Dan di sela2 sy memilih & memilah kertas itu, sy menemukan undangan rapat yang bikin sy senyum. Apa pasal? Karena di undangan itu nama saya ditulis: Yustha Titik Sutanti, S.Pd.Si. Hehehe….sy senyum lagi, setelah dulu waktu sy terima undangan itu sy tertawa ngakak. Hahaha…ternyata lembaga pun mengakui tambahan nama ‘Yustha’ di depan nama asli saya. Hahahaha…. *yang ini ada skrinsutnya meskipun burem*.

undangan buat 'yustha' 😀

Oke lah kalo begitu. Itulah cerita saya di pekan pertama aktivitas bekerja saya. Mari kawan kita lanjutkan hari-hari di 2010 dengan tetap semangat, melakukan hal-hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, untuk hasil yang luar biasa. Stop global warming! Good luck! God bless u all.

.:tt:.

08.01.2010. 23:32 wib