pray….

photobucket.com

.

Aku berdoa untuk seorang yang akan meletakkanku

pada posisi kedua di hatinya, setelah-MU,

Aku memohon bukan seorang dengan penuh kesempurnaan

namun seorang dengan hati yang tulus mencintai-MU

sehingga hidupnya bukan untuk dirinya sendiri

melainkan untuk-MU,

dan aku juga memohon berikanlah aku hati yang sungguh mencintai-MU

sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-MU

dan bilamana akhirnya kami bertemu,

itu karena Engkau menginginkan kami bertemu

pada waktu yang tepat,

dan Engkau akan membuat segala sesuatu indah

pada waktu yang Engkau tentukan.

Amin… 

thanks to: Asterina & mz Abe.

happiness…

Gambar di atas dikirim oleh seorang teman ke email saya, bersamaan dengan gambar-gambar lain yang penuh inspirasi. Udah lama banget si ngirimnya dan udah lama juga tersimpan di folder foto saya. Kadang saya buka-buka lagi kalau sedang senggang.

Yupz….tidak ada yang bertanggungjawab atas kebahagiaanmu, kecuali dirimu sendiri <mudah2an bener saya nerjemahkannya>. Saya sering bilang pada diri saya sendiri: yang bisa bikin kamu bahagia itu ya dirimu sendiri, yang bikin kamu sedih itu ya pikiran2mu sendiri, yang bikin kamu cemas itu ya kekhawatiran2mu sendiri. Jadi kalau kamu mau bahagia: ciptakan itu dari hatimu…inner suggestion…. (halah belibet, padahal belum tentu bener…wkwkwk)

Abaikan celotehan saya di atas. Dan saya mau berbagi bahagia di sini. Saya bahagia karena berbagai alasan.

1. Bapak sudah sembuh

Setelah kemarin sempat tinggi tekanan darahnya, sekarang beliau sudah kembali sehat. Sudah telepon sambil tertawa2. Sudah bisa jalan-jalan pagi lagi (kalau tidak hujan). Ya..secara umum, beliau sudah sehat. Terimakasih teman-teman yang sudah membantu dalam doa. Jangan sepelekan doa ya, doa itu sangat besar kuasanya loh.. Jadi kalau ada yang bilang: “aku bantu doa ya”, itu dukungan yang luar biasa lho temans.. 🙂

2. Saya ulang tahun

Hah?? Ulang tahun lagi?? Bukan..bukan… Jadi ceritanya 13 November kemain kantor saya berulang tahun. Saya bertugas jadi mc acara ceremonial resmi –pengarahan pak kepala pusat–. Hmm..sempat deg2an juga saya, soalnya baru kali ini saya ngemsi di depan babe baru (kepala lembaga saya yang baru-saya biasa menyebutnya babe-) yang terkesan garang. Wew… Tapi puji Tuhan lancar hingga akhir. Karena hari jumat acara dilanjutkan setelah sholat jumat yaitu acara potong tumpeng dan makan bersama, dan mc-nya bukan lagi saya.

Pukul 13 kita berkumpul di ruang makan dan acara dimulai. Babe memotong tumpeng dan diserahkan pada pejabat termuda, mas yuliawanto (meski dia sudah jadi pejabat, saya tetap ndak bisa ganti manggil dia dengan sebutan “Pak”, hehe). Kemudian beliau memotong tumpeng lagi dan diserahkan pada pegawai termuda, saya… :”> (emoticon malu kaya apa ya?? :P) . Tak lupa beliau “bebani” saya dengan wejangan2nya. Doakan kami ya Pak, mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab kami dengan baik…

3. Hujan

Ya…saya bahagia karna hujan sudah datang. Ngerasain kan cuaca kemarin2 yang panas tak terkira. Ya, saya mengalami udara dan cuaca yang panas tak terkira. Menyalakan kipas angin pun rasanya tetap panas, bahkan angin yang dikipaskan pun ikut2an hangat.

Dan…cessss…..hujan datang bawa sejuk. Bau ampo (tanah) yang ditimbulkan dari hujan pertama aromanya sedaaaaaap banget. Ya nggak sih? Kalau saya iya. Rumput-rumput dan tanaman2 pasti menari-nari karna hujan. Dan suasana hujan itu lho…umh….romantis…melankolis….tragis (ups!jangan donk, kan lagi ngomongin bahagia 😉 )

Saya menikmati musim hujan kali ini… Seneng banget rasanya dia udah datang… Adem…

4. Menikah

Tenang…tenang…bukan saya yang menikah ;). Sahabat-sahabat saya banyak yang mengakhiri masa lajangnya waktu-waktu ini. Bahagia banget mendengarnya. Sahabat saya waktu SMP menikah minggu lalu, tapi saya tidak bisa datang karena bapak sedang sakit waktu itu, tapi tetep kirim doa donk (inget, doa besar kuasanya, kado paling mahal tuh 😉 ). Sahabat saya waktu SMA, ada berapa ya….mmm 2 yang udah masuk kabarnya, ntar pasti ada susulan undangan lagi deh.. Trus sahabat saya waktu kuliah…setidaknya ada 3 yang rencananya saya mau datang: Bantul, Boyolali, Cilacap. Yang Bantul sahabat di organisasi, yang Boyolali sahabat yang luar biasa (gw sebut gitu jeng, karna kita memang luar biasa…:P ), sahabat yang cilacap…wah pernah jadi teman tidur ya jeng…hehehe…

Selamat ya sahabat2…dan terimakasih banyak udah bikin aku bahagia dengan kabar2 dari kalian.

5. Pekerjaan

Pekerjaanmu udah kelar tik?? Hehe…belum…pakai banget pula belumnya.. Tapi setidaknya saya mencoba menikmati pekerjaan saya. Walaupun silih berganti tiada henti, tapi bersyukur tak terkira, lihat…betapa banyaknya saudara2 yang sedang berjuang untuk ikut tes cpns tahun ini. Untuk apa coba?? Untuk cari kerja. Nah, saya malah udah punya kerjaan banyak, gimana nggak bersyukur coba… 🙂

6. Sahabat

Saya bahagia memiliki kalian semua, sahabat2 saya di dunia maya maupun nyata. Berbagi banyak hal dengan teman2, belajar banyak hal dari teman2. Ya…saya sangat bahagia.

Beberapa waktu terakhir, saya sedang jadi pendengar yang baik dari beberapa sahabat yang sedang dalam ‘pergumulan’. Dan saya bersyukur dipilih Tuhan untuk menjadi pendengar mereka, karena lagi-lagi dari semua yang mereka ceritakan, dari apa respon saya, saya belajar….belajar..dan belajar…

7. Tidak tahu

Ya…..saya tidak ada alasannya…tau2 saya bahagia…hehe…. Akhir2 ini ada perasaan yang tidak saya pahami…dan biarlah saya menyebutnya bahagia…

.

.

::kantor, 18 November 2009: 20.01 wib::

dan hari ini ada namamu lagi

SAKIT

Hari ini status facebook teman-teman banyak yang menuliskan tentang sakit-penyakit. Seorang teman menuliskan bahwa anaknya panas, deman, tidak mau makan, badannya lemas. Lalu ada pula status yang berupa doa, mohon kepada TUHAN untuk memberi kesembuhan dari penyakitnya karena masih banyak hal yang ingin dia lakukan. Ada lagi yang mengeluh demam karena baru saja di Jakarta dia berhujan-hujan, kini di jogja panas tak terkira. Dan seterusnya. Dan dari semuanya itu, aku pun ikut menundukkan kepala bagi saudara-saudaraku ini, supaya TUHAN menjamah mereka dan menyembuhkan mereka dari sakit-penyakitnya.

Weekend ini, aku membagi waktuku untuk menjenguk ponakanku yang sakit di hari sabtu dan mengantar bapak pijat di hari minggu. Ponakan beberapa waktu yang lalu sakit. Demam. Kakak berulang kali mengabarkan keadaan anaknya. Namun saya sedang ada dinas di luar kota sehingga tidak bisa datang menjenguk. Namun tak lupa kubawa si kecil kepada TUHAN dalam doa malamku. Tante percaya nak, doa itu besar kuasanya.

Kemarin kujenguk ponakan. Dia sudah cukup sehat meskipun masih minum obat. Dan bersyukur meski masih 10 bulan, dia tidak sulit minum obat. Ketika saya datang, dia masih bermain dengan ibunya. Syukurlah nak, tante seneng melihatmu ceria lagi. Tante sempat khawatir waktu ibumu mengabarkan keadaanmu. Tapi meski tante tidak menjengukmu, tante percaya TUHAN sendiri yang datang untukmu dan menyembuhkanmu.

Hari minggunya saya pulang. Dan seperti janji saya pada bapak, saya mengantar beliau ke tempat kakak ketiga untuk pijat dengan alat pijat getar yang dimiliki kakak. Bapak bahkan membawa alat itu pulang dan mengulangi pemijatan di rumah.

Sorenya kami ke gereja. Tak lupa saya memohonkan kesehatan untuk beliau juga untuk teman-teman & saudara-saudara yang sedang sakit. Di akhir doa saya tetap berpasrah: jadilah kehendak-MU ya Allah.

Sepulang dari gereja kami bersiap nonton MotoGP. Tapi tiba-tiba bapak mengeluh kepalanya sedikit pusing. Saya coba periksa tekanan darahnya dengan alat tensi yang kami punya. Ya Tuhan, ternyata tekanan darahnya tinggi: 190/100 (menurut hasil pemeriksaan saya). Saya segera mencari persediaan obat bapak. Ternyata habis, tinggal obat dosis rendah yang sudah tidak mempan untuk bapak. Lalu dengan tenang (bapak tidak boleh liat saya panik, karna beliau pasti akan ikut panik lalu stress lalu tensinya akan semakin tinggi), saya ajak bapak untuk periksa ke dokter spesialis penyakit dalam yang biasa memeriksa bapak. Bapak bersedia dan kami pun berangkat. Ternyata hari minggu tutup. Duh. Kami kembali pulang. Berbekal salinan resep dari dokter saya kembali pergi mencarikan obat untuk bapak. Berkeliling kota purworejo, ternyata apotek2 sudah tutup. Akhirnya saya ke RS Panti Waluyo, rumah sakit yang sudah seperti rumah buat saya karena dulu kakak kerja di sana selama 8 tahun, ibu saya juga dirawat di sana setiap kali sakit, bapak juga sering saya bawa ke sana kalau sakit. Sampai di sana saya langsung bertemu dengan perawat yang kebetulan juga sudah saya kenal. Maksud hati ingin menebus obat, tapi ternyata obat yang dimaksud di resep tidak ada. Saya menunduk lemas. Numpang nangis sebentar lalu pulang. Ya Tuhan…

Sesampai di rumah, bapak masih bermain-main dengan alat tensi. Beliau memang bisa mengukur tekanan darahnya sendiri. Tadi saya berbohong pada beliau bahwa tekanan darah beliau 170/100 bukan 190/100 supaya beliau tidak stress. Ternyata waktu saya tinggal nyari obat, beliau memeriksa sendiri dan tahu berapa sebenarnya tekanan darahnya. Saya lalu ajak beliau untuk periksa ke rumah sakit saja. Dan untungnya beliau bersedia (maklum orang tua kadang tidak mau diajak periksa kalau bukan dengan dokter yang biasanya). Saya kembali datang ke RS Panti Waluyo untuk kedua kalinya dalam satu malam. Sudah pukul 21 lebih, sudah ganti shift. Ditemui perawat yang saya tidak kenal, bapak diperiksa. Ternyata hasil pemeriksaan di RS, tensi beliau 180/110. Lalu dipanggilkan dokter. Dan lagi-lagi saya bersyukur karna dokter yang memeriksa malam ini adalah teman kakak yang sudah bapak kenal. Ini cukup mengurangi tingkat stress bapak. Apalagi dokter ini suka bercanda. Kami diberi obat, dokter langung menelepon kakak saya dan memberi ‘instruksi2’ langsung pada dia tentang kesehatan bapak, dengan bahasa kedokteran yang saya nggak maksud. Puji Tuhan bapak cukup minum obat dan rawat jalan. Kamipun pulang.

Sekarang, saat saya mengetik ini, beliau sudah tidur. Saya berdoa supaya TUHAN memberikannya kesehatan, pemulihan, dan kebahagiaan di usianya yang sudah tua. Masih banyak keinginannya yang belum terwujud dan masih ada satu ‘tanggungjawab’ yang masih membebani beliau. Aku paham betul Pak. Tetaplah sehat Bapak. Berbahagialah di hari tuamu. Lihatlah kami anak2mu yang sudah kau antarkan menuju kemandirian. Engkau adalah gambaran keberhasilan yang menginspirasi banyak orang. Tidak ada satu pun anakmu yang kau izinkan bekerja menggunakan alat cangkul sepertimu, tapi dengan alat pena & komputer. Tidak bekerja di bawah terik matahari sepertimu, tapi di dalam ruangan yang teduh. Dan seperti cita-citamu, mengantarkan anak-anak untuk bekerja yang memberi guna bagi orang lain, dan TUHAN pun memberikannya: pendidikan & kesehatan. Berbahagialah Bapak dengan semuanya itu. TUHAN, tolonglah bapak, sembuhkanlah dia, pertolonganMU menyembuhkan ya Allah…

Ya TUHAN, ku tidak pantas Kau datang padaku

namun  bersabdalah saja maka aku akan sembuh…

tangan TUHAN tak kurang panjang untuk menolong

telinga TUHAN tak kurang tajam untuk mendengar

dan kini TUHAN ampuni sgala dosaku

dan kutahu KAU sanggup tolongku…

Kami serahkan hidup kami kepadaMU ya ALLAH….sakit penyakit kami semua: bapak, teman, saudara, semuanya… Amin.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Yakobus 5:16

bapak

bapak 75th

::Purworejo, 8 November 2009, 23.34 WIB::

Ready for…

Yipiiie…sebentar lagi..

Rasanya kaya kita kebelet bab di pagi hari..

Dan sebentar lagi….yipiiie… \^_^/
Bakalan lega kaya habis bab…

I’m ready! C’mon, don’t wait until tommorow…. 😉
**Sssttt…sudah gk sabar nih..**