sebuah nama, sebuah cerita

Ini bukan tentang Peterpan lho ya. Ini tentang saya pribadi. Jadi buat temen2 yang kebetulan searching ‘sebuah nama, sebuah cerita’ dan pengen tau tentang Peterpan tapi nyantol kemari, maaf kalau ini bukan yang kamu cari. Tapi nerusin baca juga gk rugi. Hehe..

Teman2, saya mau ngaku wal jujur tentang nama saya. Di blog, di facebook, di plurk, di email, di mana2 saya punya nama “Yustha Titik Sutanti”. Kalau teman SD s.d. SMA pasti pada nanya: ‘dapat tambahan nama dari mana tu Bu?’, tapi kalau teman kuliah sudah tau kalau ada tambahan nama (tak resmi yaitu) ‘Yustha’ di depan nama asli saya. Nama ‘yustha’ punya kisahnya sendiri. Inilah makanya postingan ini saya kasih judul ‘sebuah nama,sebuah cerita’. Saya ceritain ya..

Alkisah jaman SMA saya mengalami masa orientasi siswa atawa mos. Salah seorang kakak kelas yang mengorientasi saya, (saat itu) cukup menarik hati saya. Kebetulan setelah itu kami sering dipertemukan dalam satu kegiatan, satu event, dll. Akhirnya kami menjadi akrab & bersahabat. Diam2 saya menaruh hati padanya. Tapi karna kami sudah bersahabat, jadi saya benar2 diam dengan perasaan saya. Hehe.. 🙂 Kami pun sering bertukar cerita, sering mengobrol di depan kelas sepulang sekolah, sering ketemu di kantin atau perpustakaan, hihi..masa SMA lucu juga untuk dikenang. Sampai saking akrabnya kami, saya pun kena teror dari mantan2nya. Alah…ada2 saja.. Gara2 teror itulah akhirnya kita memutuskan untuk menjaga jarak.

O’ow.. Rupanya kami jadi benar2 terpisah. Sedih nian hati ini. Tak ada lagi yang nunggu saya di depan kelas untuk sekedar ngobrol sepulang sekolah. Tak ada lagi yang nemuin saya di perpustakaan pas jam istirahat. Tak ada lagi yang tuker2an cerita. Hmm..dan saya kehilangan.. Saya lampiaskan perasaan saya yang terdiam a.k.a terpendam itu lewat tulisan2 di majalah dinding dan majalah sekolah. Di sinilah lahir ‘nama pena’ saya yaitu ‘yustha’. Nama itu terbentuk dari perpaduan nama saya & nama kakak tingkat saya tadi. Dia bernama ‘yus**’ sedang saya di rumah dipanggil ‘tanti’. Jadi terbentuklah nama ‘yusta’ yang disamarkan lagi menjadi ‘yustha’. Nama itu selalu menghiasi majalah dinding sekolah dengan puisinya, cerpennya, dan tulisan2 tak jelas lainnya. Lagi2 saya senyum sendiri mengingat itu.

Kami kembali berhubungan setelah dia punya pacar. Kebetulan pacar dia adalah sahabat saya jaman smp. Jadi setelah itu kami jadi sering ngobrol lagi. Dia sering curhat ke saya, demikian juga pacarnya. Hehe..kadang heran juga,kok saya bisa ya waktu itu.. Meski dia sudah berpacaran,tapi puisi2 saya masih mengalir di mading. Kupikir nama ‘yustha’ tidak akan ada yang mengenali. Tapi ternyata saya keliru. Suatu hari sebelum dia menjalani ujian akhir (waktu itu namanya EBTANAS), dia menemui saya di perpustakaan untuk meminta doa restu. Sambil mengobrol dia membuka2 buku catatan yang sedang saya pelajari dan menemukan secarik tulisan di buku saya. O’ow.. Ketahuan deh kalau selama ini saya menaruh hati padanya. Dan ternyata dia juga mengetahuinya dan berkata: “aku sudah tau sebenernya. Kamu kan yang nulis2 di mading dengan nama ‘yustha’ “. Haih.. Sayang gk ada cermin di situ,kalau ada pasti saya akan periksa semerah apa muka saya waktu itu. Dengan nama pena pun dia masih mengenali saya. Jadi apa mau di kata,saya pun mengakui perasaan saya.. Kita sama2 terbuka. Saling minta maaf & saling mengakui perasaan kita masing2. Dan kita melanjutkan hubungan kita sebagai….sahabat…

Karena sudah terlanjur cinta dengan nama ‘yustha’ akhirnya saya pakai terus nama itu sampai sekarang. Dan ternyata nama itu memiliki makna  yang bagus yaitu ‘dilapangkan’. Hehe….gk jelek juga kalau terus kupakai.

Ah, saya jadi mengenang masa sma nih. Jadi curhat pula. Tak apalah. Ini karna saya ingat, bulan depan si kakak mengakhiri masa lajangnya dan menikah dgn perempuan yang dia sebut ‘mbakmu’ setiap kali menceritakannya pada saya. Ya, kami masih bersahabat sampai sekarang. Selama 10th berpisah, baru 1x kita bertemu yaitu 3th yang lalu. Komunikasi kita paling cuma email, hp jarang2 karna sinyal sulit di lautan.

Selamat menempuh hidup baru kakak. Semoga bahagia sampai maut memisahkan. Jadi nahkoda yang baik buat bahtera rumah tangga kalian ya.. Tuhan memberkati… Saya pakai terus nama ‘yustha’ ya kakak.. ^^

.

.:tt:.