ucapan idul fitri

Selamat bertemu lagi temans. Sudah balik dari mudik kah? Gimana lebarannya? Gimana kumpul2 dan silaturahmi dengan keluarganya? Wah, pasti menyenangkan. Apalagi yang keluarga besar seperti saya. Momen lebaran waktunya buat berkumpul dengan keluarga, meski sebenarnya jarak kami tidak jauh-jauh amat, tapi waktu yang membuat jadi sulit untuk berkumpul pul semua keluarga. Hmm…ya..dari 6 anak bapak-ibu, hanya 1 yang jauh, itu pun cuma di jakarta. Kami ber6 hanya bisa berkumpul saat lebaran, saat ada acara keluarga, atau momen-momen tertentu saja. Sering sih ngumpul, tapi paling cuma 5 keluarga atau 4 keluarga saja. Kalau dikumpulkan semua, wawawawaw….rame betul. Hitung saja. Bapak, kk1 + suami + 3 anak + 1 menantu + 1 cucu, kk2 + suami + 5 anak, kk3 + suami + 5 anak, kk4 + istri + 3 anak, kk5 + suami + 1 anak, saya sendiri = wuih…31 orang bow’!

Wow… Banyak ya… Kalau sudah liat cucu2nya + 1 buyutnya pada ngumpul dan bercanda-canda dengan ramenya, bapak senyum2 sambil bilang: “segini semua kok dulu asalnya dari bapak sama ibu ya.” Hiihii…. TUHAN memang luar biasa…

Btw, sebelum saya ngelantur ke mana-mana, saya mau mengucapkan dulu:

Selamat Idul Fitri 1430 H

Banyak kata yang menyakitkan hati, banyak sikap yang tidak terpuji, banyak janji yang belum ditepati. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah mengampuni kita dan mengembalikan kita pada kesucian diri. Amin

#20092009-titik’s#

Buat semua teman-teman yang berkunjung kemari atau yang saya kunjungi blognya, atau yang tidak sengaja kecantol kemari, atau yang tidak sengaja saya cantoli 😀 , maaf lahir batin ya. Lebaran kemarin jatuh pada tanggal yang cantik ya, 20 September 2009, 20.09.2009, 20092009. Semoga hikmah lebaran secantik tanggalnya. Amin.

Saya juga mendapatkan berbagai ucapan dari teman-teman. Meskipun ada beberapa yang saya tidak paham artinya dan harus saya tranfer dulu ke teman untuk ditransletkan, hehe..maklum tidak pinter.. :p . Terimakasih ya teman-teman 🙂 . Dengan kalimat-kalimatnya yang indah, wah, saya jadi pengen menuliskannya di sini… Hyuk….

——

!duL FiTri y9 a9uN9, s’a9un9 KaLimaT TayY!baH, s’a9un9 DiNuL ISLAM y9 kAFFah, s’a9un9 siLaturRahm! Y9 m9andun9 CintA&KdaMaiaN. MinaL AidiZin WaL fa!DziN. MaaF Lhr BatiN. -eka/kel-

—–

Aslmkm. Tumangkeping asta sumembah ing sangajenging jaja, apuranta sedaya lepating atur & solah bawa ing dinten fitri menika. -nurani rosmadi-

—–

Tante Titik, nyuwun pangapunten lahir & batin awit sedoyo kalepatan ingkang sengojo & mboten sengojo. -Hamid & keluarga-

—–

Sungguh mulia hati bagi yang memaafkan. Bukan memaksa, tapi hanya merayu. Maafkan aku jika ada kesalahan. Selamat hari raya. Selamat bersukacita. -Kost Faiz-

—–

Jika hati seindah bintang & bulan, hiasi ia dengan takwa & iman. Jika hati seterang matahari, bukakan maaf tuk diri ini. Taqabalallahuminnawaminkum, shiyamanawashiyamakum. -m’Is-

—–

Taqabalallahu minna wa minkum. Kullu amin wa antum bi khoirin. Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. -Tato & Mey-

—–

Dengan segala ketulusan & kerendahan hati, tiada kata yang bisa diucapkan selain maaf & memaafkan. Selamat Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir & batin. -Anita & klrga-

—–

Bila pedang melukai tubuh, masih ada harapn sembuh.. Jika perkataan dan perbuatan melukai hati, kemana obat hendak dicari.. Seiring datangnya hari nan fitri, ijinkan Pujiati & Harwasono memohon maaf setulus hati. MINAL AIDIN WAL FAIZIN, mohon maaf lahir & batin.

—–

soft as silk.. white as milk..sweet as honey..full of money.. ~wishing you ‘Selamat Idul Fitri’..minal aidin wal faidzin~ putih lagi ya mbak… -Kost Lia-

—–

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap. Tiada kata kecuali “Saling Maaf”. Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir & Bathin. (tituk~rudi)

—–

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hambaMu yang senantiasa saling memaafkan. Saudaraku terkasih, sahabatku terbaik: mohon maaf lahir & batin. (SP Surya-Yogya)

—–

Kekayaan hati adalah memaafkan, ketenangan jiwa adalah memberi maaf, kemuliaan hidup adalah saling memaafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin. -Endah & kel-

—–

Sajadah indah nan berseri, jadi hiasan di hari suci. Sms hadir sebagai pengganti tanda silaturahmi, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, Mohon maaf lahir dan batin. -Safii & klg-

—–

Taqabalallahu minna waminkum. Taqabal yaa karim. “Selamat Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir dan batin” -isma-

—–

Ramadhan baru saja berlalu, mudah2an masih bertemu ramadhan tahun depan. Mohon maaf lahir dan batin, Selamat hari Raya Idul Fitri 1430H. (Rina dan keluarga)

—–

Ya Allah kulalui ramadhan dengan sukacita, serasa tak ingin berpisah. Panjangkanlah usia hamba agar bertemu lagi dengan ramadhanMu yang pebuh berkah. Mohon maaf lahir & batin. -Esti lpmp jateng-

—–

Terimakasih semuanya… Maaf tidak semua saya tuliskan di sini, saking banyaknya. Selamat Idul Fitri buat yang merayakan. Mari saling memaafkan buat kita semuanya……. Terimakasih. Salam penuh cinta dari tt…

25.09.2009

.:tt:.

melepasmu….

Langkahnya terseret memasuki pelataran rumahnya, seakan enggan tapi harus. Sekali ia menoleh ke belakang, dan dia tahu betul, tidak akan ada siapa-siapa di belakangnya.

***

“Dia meninggalkanku, Yah.”

“Dia siapa?” ayah tak menghentikan aktivitasnya melukis. Aktivitasnya selepas pensiun.

“Abang!” Keyla pun tak menatap ayahnya, dan terus memainkan ujung bajunya.

“Rizki maksudmu?” hanya membetulkan kacamata tanpa menoleh.

“Iya Yah.”

“Apa alasannya dia meninggalkanmu?”

“Ada yang lebih dicintainya Yah.”

Kali ini ayah menoleh dan memperhatikan putri cantiknya. Diamatinya putrinya yang sedari tadi duduk lesu, memainkan ujung bajunya, memutar-mutarnya tanpa berhenti, sambil berbicara pada ayah, sambil terus menunduk. Ayah membetulkan kacamatanya dan memutar tubuhnya menghadap putrinya.

“Sejak kapan kamu menjadi yang kedua Nak? Sejak kapan kamu tahu ada orang lain yang lebih dicintai Rizki?”

“Sejak lama Yah. Sejak awal Key mengenal Abang. Sejak saat itu pun Key telah tahu, ada orang lain yang dicintai Rizki.”

“Lalu kenapa kamu mau menjadi kekasihnya, kenapa kalian menyusun angan-angan untuk hidup bersama di masa depan?”

“Karna Key sayang sama Abang. Abang juga sayang sama Key. Ayah dan mama juga sayang dengan Abang.”

“Lalu kalau kalian saling menyayangi, kenapa Rizki masih perlu orang lain untuk dia cintai, lalu meninggalkanmu hingga membuatmu bersedih seperti ini?” ayah sedikit emosi.

Keyla terdiam beberapa saat, tidak menjawab pertanyaan ayah. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.

“Key telah melepasnya Yah. Key melepas dia pergi, meninggalkan Key di sini.”

“Nak…. Kamu benar-benar ikhlas?”

“Iya Yah. Tentu saja Key ikhlas.”

Key mengangkat mukanya. Memandang ayahnya yang memandangnya dengan wajah iba. Lalu….

“Hahahahahaha……. ayah serius sekali sih!” tawa Key tiba-tiba meledak.

Ayah hanya kebingungan dengan sikap putrinya.

“Ayah, Abang pergi ninggalin Key. Mudik maksudnya Yah. Kan ada mama & papa Abang yang Abang sayangi. Tadi Key nganter ke stasiun, melepas kepergiannya. Abang tadi juga kemari mau pamitan sama Ayah dan Mama, tapi kalian masih belanja tadi itu. Minta Key yang mamitin. Ntar mau telpon ayah dan mama juga katanya. Hehehe….”

Cubitan ayah pun mendarat ke pipi Key dan Key berlarian menghindar. Ayah dan anak yang menyenangkan.

***

:: buat teman-teman semua: selamat liburan.Yang mudik, selamat mudik ya. Semoga selamat di jalan, bertemu dengan keluarga. Buat yang merayakan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Buat semua teman-teman: mohon maaf lahir batin ya, apabila selama ini banyak salah-salah kata, salah-salah ucap, salah-salah balas komen, salah-salah kasih komen, dan lain-lain… Salam penuh cinta dari tt.. 🙂 ::

17 September 2009

.:tt:.

Masih ada orang baik di dunia ini…

Judulnya panjang ya. Biarlah. Memang dalam satu kalimat itu inti dari tulisan saya kali ini. Ya. Saya mau bilang bahwa: Masih ada orang baik di dunia ini.

Cerita saya ini mungkin sederhana. Tapi karena rasa syukur saya sehingga saya ingin bagikan buat teman2. Ceritanya sore tadi saya ada acara buka puasa bersama di kantor pkl.16.00. Saya pulang dari kantor pkl.15.00, berniat mandi lalu berangkat ke kantor lagi. Tapi ternyata ada sedikit masalah di kost sehingga saya harus selesaikan masalah itu terlebih dahulu. Selesai itu saya bergegas mandi & berangkat. Saya hanya membawa 1 dompet berupa tempat handphone yang saya gantung di gantungan sepeda motor. Saya memacu sepeda motor dengan lebih cepat. Setelah hampir sampai kantor, saya melirik ke gantungan motor dan ya TUHAN!! Dompetku gk ada di gantungan!!! Ya Allah.. Semua-muanya ada di sana: hanphone 2 biji, sim, stnk, atm, uang, uang ‘organisasi’, beberapa kuitansi. Ya Allah……….

Saya memutar motor balik. Memeriksa sepanjang perjalanan yang saya lalui, berharap ada kantong kotak berwarna coklat tergeletak di jalan. Sepanjang jalan saya tak henti menyebut namaNYA, sambil gemeteran tentu saja. Saya teliti pelan2, terutama di polisi tidur & jalan berlubang. Sampai tiba kembali di kost, tak jua saya temukan. Saya ambil kunci kamar & tangan saya kesulitan memasukkan anak kunci ke lubangnya karna tangan terserang tremor hebat. Begitu berhasil, saya sapu setiap sudut kamar dengan pandangan, meski saya yakin betul bahwa dompet saya sudah tergantung di motor dan bukan tertinggal di kamar. Tentu saja saya tak menemukan yang saya cari. Ya Allah……

Dengan hati pasrah untuk kehilangan (lagi), saya berangkat lagi ke kantor. Puasa cukup mengingatkan saya untuk sabar. Ah,syukur padaMU ya Allah.. Pelan2 saya menuju ke kantor. Saya tanyai orang2 yang ada di pinggir jalan apakah melihat dompet terjatuh atau tidak. Tidak ada yang melihat. Sampai di polisi tidur berikutnya hendak saya bertanya di sebuah warung, bapak di warung tersebut mendahului bertanya: “mbak kehilangan sesuatu ya?”. Sedetik itu juga saya merasakan kelegaan dan melihat harapan. “Iya Pak,saya kehilangan dompet berisi hp, bla bla bla.” Bapak, Ibu, dan seorang pemuda yang ada di warung tersebut sangat mengerti kegelisahan saya. Beliau segera menyerahkan dompet saya dan meminta saya memeriksa kembali isinya. Puji Tuhan, alhamdulillah, syukur kepada Allah. Ucapan syukur meluncur dari mulut saya. “Terimakasih Pak, Bu, Mas.” tak henti2 saya ucapkan.

Ah,sungguh bersyukur saya kepada Tuhan bahwa Dia memiliki umat yang berhati baik, tulus, dan ikhlas membantu. Beliau bahkan sudah berniat mengembalikan dompet saya pada alamat yang ada pada dompet saya. Sungguh mulia niat beliau di zaman seperti ini. Semoga TUHAN melimpahkan berkat yang berlipat ganda pada Bapak sekeluarga. Semoga rahmat TUHAN senantiasa tercurah,terlebih di bulan ini, bulan yang penuh berkah.

Terimakasih TUHAN karna masih izinkan saya ‘merawat’ barang2 saya ini. Terimakasih terus ingatkan saya akan sebuah titipan yang setiap saat bisa diambil. Terimakasih terus ajarkan pada saya tentang kesabaran & keikhlasan. Terimakasih..

Masih ada orang baik di dunia ini. Dah hari ini saya telah buktikan…

.:tt:.
8.9.9

sebuah nama, sebuah cerita

Ini bukan tentang Peterpan lho ya. Ini tentang saya pribadi. Jadi buat temen2 yang kebetulan searching ‘sebuah nama, sebuah cerita’ dan pengen tau tentang Peterpan tapi nyantol kemari, maaf kalau ini bukan yang kamu cari. Tapi nerusin baca juga gk rugi. Hehe..

Teman2, saya mau ngaku wal jujur tentang nama saya. Di blog, di facebook, di plurk, di email, di mana2 saya punya nama “Yustha Titik Sutanti”. Kalau teman SD s.d. SMA pasti pada nanya: ‘dapat tambahan nama dari mana tu Bu?’, tapi kalau teman kuliah sudah tau kalau ada tambahan nama (tak resmi yaitu) ‘Yustha’ di depan nama asli saya. Nama ‘yustha’ punya kisahnya sendiri. Inilah makanya postingan ini saya kasih judul ‘sebuah nama,sebuah cerita’. Saya ceritain ya..

Alkisah jaman SMA saya mengalami masa orientasi siswa atawa mos. Salah seorang kakak kelas yang mengorientasi saya, (saat itu) cukup menarik hati saya. Kebetulan setelah itu kami sering dipertemukan dalam satu kegiatan, satu event, dll. Akhirnya kami menjadi akrab & bersahabat. Diam2 saya menaruh hati padanya. Tapi karna kami sudah bersahabat, jadi saya benar2 diam dengan perasaan saya. Hehe.. 🙂 Kami pun sering bertukar cerita, sering mengobrol di depan kelas sepulang sekolah, sering ketemu di kantin atau perpustakaan, hihi..masa SMA lucu juga untuk dikenang. Sampai saking akrabnya kami, saya pun kena teror dari mantan2nya. Alah…ada2 saja.. Gara2 teror itulah akhirnya kita memutuskan untuk menjaga jarak.

O’ow.. Rupanya kami jadi benar2 terpisah. Sedih nian hati ini. Tak ada lagi yang nunggu saya di depan kelas untuk sekedar ngobrol sepulang sekolah. Tak ada lagi yang nemuin saya di perpustakaan pas jam istirahat. Tak ada lagi yang tuker2an cerita. Hmm..dan saya kehilangan.. Saya lampiaskan perasaan saya yang terdiam a.k.a terpendam itu lewat tulisan2 di majalah dinding dan majalah sekolah. Di sinilah lahir ‘nama pena’ saya yaitu ‘yustha’. Nama itu terbentuk dari perpaduan nama saya & nama kakak tingkat saya tadi. Dia bernama ‘yus**’ sedang saya di rumah dipanggil ‘tanti’. Jadi terbentuklah nama ‘yusta’ yang disamarkan lagi menjadi ‘yustha’. Nama itu selalu menghiasi majalah dinding sekolah dengan puisinya, cerpennya, dan tulisan2 tak jelas lainnya. Lagi2 saya senyum sendiri mengingat itu.

Kami kembali berhubungan setelah dia punya pacar. Kebetulan pacar dia adalah sahabat saya jaman smp. Jadi setelah itu kami jadi sering ngobrol lagi. Dia sering curhat ke saya, demikian juga pacarnya. Hehe..kadang heran juga,kok saya bisa ya waktu itu.. Meski dia sudah berpacaran,tapi puisi2 saya masih mengalir di mading. Kupikir nama ‘yustha’ tidak akan ada yang mengenali. Tapi ternyata saya keliru. Suatu hari sebelum dia menjalani ujian akhir (waktu itu namanya EBTANAS), dia menemui saya di perpustakaan untuk meminta doa restu. Sambil mengobrol dia membuka2 buku catatan yang sedang saya pelajari dan menemukan secarik tulisan di buku saya. O’ow.. Ketahuan deh kalau selama ini saya menaruh hati padanya. Dan ternyata dia juga mengetahuinya dan berkata: “aku sudah tau sebenernya. Kamu kan yang nulis2 di mading dengan nama ‘yustha’ “. Haih.. Sayang gk ada cermin di situ,kalau ada pasti saya akan periksa semerah apa muka saya waktu itu. Dengan nama pena pun dia masih mengenali saya. Jadi apa mau di kata,saya pun mengakui perasaan saya.. Kita sama2 terbuka. Saling minta maaf & saling mengakui perasaan kita masing2. Dan kita melanjutkan hubungan kita sebagai….sahabat…

Karena sudah terlanjur cinta dengan nama ‘yustha’ akhirnya saya pakai terus nama itu sampai sekarang. Dan ternyata nama itu memiliki makna  yang bagus yaitu ‘dilapangkan’. Hehe….gk jelek juga kalau terus kupakai.

Ah, saya jadi mengenang masa sma nih. Jadi curhat pula. Tak apalah. Ini karna saya ingat, bulan depan si kakak mengakhiri masa lajangnya dan menikah dgn perempuan yang dia sebut ‘mbakmu’ setiap kali menceritakannya pada saya. Ya, kami masih bersahabat sampai sekarang. Selama 10th berpisah, baru 1x kita bertemu yaitu 3th yang lalu. Komunikasi kita paling cuma email, hp jarang2 karna sinyal sulit di lautan.

Selamat menempuh hidup baru kakak. Semoga bahagia sampai maut memisahkan. Jadi nahkoda yang baik buat bahtera rumah tangga kalian ya.. Tuhan memberkati… Saya pakai terus nama ‘yustha’ ya kakak.. ^^

.

.:tt:.