Dan W.S. Rendra pun sampai..

6 Agustus 2009. 23:11

Saya tiba-tiba tersentak membaca status facebook seorang teman yang mengatakan bahwa seniman dan sastrawan Indonesia W.S. Rendra telah berpulang ke sisi TUHAN. Dua hari setelah sahabatnya, Mbah Surip, berpulang, dia pun menyusulnya.

Hidup itu misteri dan kematian datang seperti pencuri. Tak disangka dan tak ditunggu. Datang tiba-tiba tanpa kita tau kapan waktunya.

Kita semua ‘dulu’ adalah ‘satu’. Lalu ledakan mencipta ruang, dan waktu mulai merayap. Sekarang kita sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah kita yang satu itu (Joan JT). Seperti antrian menuju ‘pintu rumah Tuhan’, kita semua sedang berdiri mengantri. Suatu saat semua kita akan sampai pada giliran. Hanya saja kita tak pernah tau pada antrian nomor berapa kita sekarang dan pula tak pernah tau kapan tiba giliran kita tiba di depan pintu, menerima panggilan untuk masuk rumah Tuhan.

Dan… Jika kita tau kita pasti sampai di ‘rumah kita dulu’ sementara kita tak pernah tau kapan tiba waktunya, maka hidup adalah bersiap, jika sewaktu-waktu kita menerima giliran masuk rumah Tuhan, sorga yang baka… Amin.

.:tt:.

1 Agustus 2006

Tiga tahun yang lalu. Mengenakan baju putih dan rok panjang hitam aku datang ke sebuah kantor di sebelah utara Yogyakarta. Sebelas orang akan berkumpul hari itu, satu orang di antaranya sudah kukenal karena dia teman satu kelasku di kampus. Hari itu adalah hari pertama kami bersebelas masuk kerja. Ceremonial penerimaan kami, ucapan selamat datang oleh lembaga, dan perkenalan warga baru, anggota keluarga baru di PPPG Matematika pun digelar di ruang sidang. Kami masing-masing memperkenalkan diri kepada Bapak Kepala juga para pejabat semua. Kenangan saat pertama kali aku memasuki dunia kerja (yang sesungguhnya, krn waktu kuliah pun aku sudah nyambi kerja sebagai tutor di berbagai lembaga bimbel).

Tiga tahun yang lalu,mulailah aku mengenal 11 teman seangkatan yang luar biasa. Kami menjadi 1 tim yang kompak, sampai sekarang. Merasa menjadi 1 keluarga. Hingga kini keluarga kami telah semakin besar dengan bertambahnya ‘teman ipar’ dan ponakan2. Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan kami,kami mulai memasuki tahap kehidupan selanjutnya: menikah & melanjutkan keturunan.

Tiga tahun yang lalu. Aku mengenal kerja pada sebuah lembaga pemerintah. Mulai memberikan diri & hati untuk kebijakan negeri ini dalam pendidikan. Mulai belajar tentang kebijakan, tentang program, tentang peningkatan mutu pendidikan, yang sampai sekarang masih terus belajar & gk pinter2..hehe..

Tiga tahun yang lalu adalah sebuah awal. Awal saat aku harus bisa mandiri,bertanggung jawab atas hidupku. Mengatur keuangan keluarga (yang mana kepala keluarganya adl aku & anggotanya juga aku,hehe..) dengan penghasilan yang kuterima dari hasil pekerjaanku. Mengizinkan orang tua pensiun membiayaiku bertahun-tahun.

Tiga tahun yang lalu. Ternyata sudah 3 tahun aku bekerja. Bukan waktu yang lama,tapi juga bukan waktu yang singkat. Apa yang sudah kuberikan pada lembaga?? Terlebih lagi pada negara??

.:tt:.
1 Agustus 2009
Mengenang saat hidupku memasuki level selanjutnya..
Juga saat hidupku berubah karenanya…