saat berpisah…

Kita mungkin tak pernah berbincang dengan akrab hingga berjam-jam. Kita mungkin hanya saling bersapa ketika bertemu. Pernah sekali waktu kita sedikit berbincang, tapi itupun terbatas jarak jabatan dan untuk urusan pekerjaan. Ya, kita mungkin tidak bisa disebut akrab dan karib.

Tapi kalau hari-hari terakhir kutinggalkan pekerjaan rutinku dan berjibaku dengan kawan-kawanku menyelesaikan memori akhir jabatan, atau pagi-pagi tadi aku berangkat lebih pagi, pukul 07.00 meskipun semalam baru pulang pukul 23.43, itu pasti karena ada hati yang enggan kau tinggal pergi. Iya. Jujur kukatakan aku enggan kau tinggal pergi.

Tapi hidup adalah siklus. Bayi pun tumbuh menjadi anak-anak, lalu remaja dan dewasa, menjadi tua itu sudah pasti, dan tentunya kita butuh waktu untuk beristirahat dari kesibukan yang memeras otak dan tenaga. Begitu pula dengan engkau. Waktumu di sini bersama kami, berbagi ilmu, berbagi pikiran, menjadi pemimpin, menjadi tauladan, menjadi penentu kebijakan, hari ini berakhir.

Selamat Bapak. Selamat memasuki masa purna tugas. Selamat menikmati hari-hari bersama keluarga, menikmati pagi, menikmati hidup, menikmati hasil perjuanganmu selama ini. Apa yang telah kau perjuangkan, semua  yang baik akan kami lanjutkan. Maafkan kami jika selama ini telah melakukan kesalahan-kesalahan baik padamu secara pribadi maupun pada lembaga yang kau pimpin ini. Doakan kami menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…..

.

.:tt:.

31.07.09

untuk Kepala-ku yang besok hari memasuki purna tugas