Ngemut vespa…

bracket

Eits…….jangan heran jangan bingung kalau begitu liat judulnya dan liat gambarnya kelihatan tidak sesuai. Tapi jelas ada hubungan antara judul dengan isi postingan. Ini cerita tentang gigi saya.

Dulu semasa kecil hingga SMA, gigi saya rapi dan tidak bermasalah. Tidak berantakan juga tidak berlubang. Masalah mulai datang ketika kuliah kira-kira semester dua. Waktu itu ada abses (bengkak) di belakang gigi seri saya. Bengkak itu pun mengandung nanah. Ih…jijik ya. Entah karna bandel atau karena oon, saya tidak segera periksakan ke dokter gigi, malah saya biarkan dan dengan kreatifnya saya keluarkan nanah itu dengan lidah. Absesnya pun hilang. Namun kemudian mucul lagi abses tersebut berulang-ulang, dan saya pun tetap tidak memeriksakan ke dokter dan tetap mengeluarkan nanah dengan lidah. Tidak disangka tidak diduga, bersamaan dengan keluarnya nanah itu, keluar jugalah gigi seri saya, alias jadi jontor. Hanya satu gigi saja yang jadi maju, tapi ya…cukup mengganggu.

Setelah saya masuk kerja, barulah saya kenal dengan teman yang kuliah di kedokteran gigi. Melihat gigi saya yang maju, tertariklah dia untuk menjadikanku pasien prakteknya. Hehe….saya pun nurut-nurut saja. November 2006 saya mulai digarap. Dengan bermacam proses dari ukur rahang, cetak gigi, nunggu si teman bikin alat, lalu pemasangan, dan akhirnya saya pun memakai kawat gigi. Waktu itu kawat gigi yang saya pakai adalah kawat gigi lepasan. Diawali dengan expand untuk melebarkan rahang memberi ruang bagi gigi saya yang maju, kemudian dimundurkan, dan itu memerlukan waktu yang cukup lama dan cukup menyakitkan. Sudah begitu ada masalah yang menyebabkan abses yang sudah lama tidak muncul itu akhirnya muncul lagi bahkan menjadi lebih parah. Saya pun dilarikan ke klinik konservasi, mendapatkan perawatan saluran akar dan diisi (diisi apa saya juga tidak begitu tau). Selama sekitar dua minggu saya tidak boleh memakai kawat gigi dulu. Gigi saya yang sudah agak mundur kembali bergerak maju. Oh…proses yang begitu melelahkan. Setelah saya kontrol lagi ke klinik konservasi dan diperbolehkan memakai kawat gigi, saya melanjutkan perawatan bersama teman saya tadi. Gigi saya sudah mundur sih, tapi jadi turun, jadi tidak sama tingginya dengan gigi sebelahnya.  Huff…sudah cukup lelah dengan proses yang begitu rumit ditambah ketubruk kegiatan di kantor yang cukup padat sehingga saya mulai jadi jarang kontrol, akhirnya sekitar november 2008 kawat gigi saya lepas.

Yah…seperti burung lepas dari sangkar… Dengan begitu cepatnya gigi saya bergerak maju…maju…dan maju…. Kembali seperti semula dulu sebelum perawatan.

konstruksi gigiku...

konstruksi gigiku...

Teman-teman mulai menyayangkan tindakanku melepas kawat gigi. Tapi bagaimana lagi, teman saya pun akhirnya sudah lulus dari kedokteran gigi dan sudah menjadi dokter gigi di Banyumas sana. Saya sudah tidak bisa kontrol lagi dengan dia. Dan temannya yang diwarisi pasien bernama Titik, tidak kunjung memberi kabar. Akhirnya saya lepas saja kawat giginya, toh tidak ada perkembangan. Sampai sebulan yang lalu seorang teman mengajakku untuk melakukan perawatan orthodentis lagi, tapi kali ini dengan kawat gigi cekat atau biasa dikenal dengan bracket atau beghel. Mulanya saya hanya mengantar dia ke rumah sakit gigi dan mulut tempat di mana gigi saya dulu dirawat. Tapi akhirnya saya tertarik juga. Obrol punya obrol dengan kakak saya, saya pun dikenalkan dengan dokter gigi, kepala puskesmas tempat kakak saya bekerja. Dengan diiming-imingi discount, akhirnya saya kembali ‘berjuang’ merapikan gigi saya yang maju tadi. Bersamaan dengan gelaran pesta demokrasi di Indonesia dan televisi yang berlomba-lomba menampilkan hasil quick count pemilihan presiden, saya duduk di kursi perawatan gigi menikmati satu per satu alat cekat dipasang di gigi saya.

Yup!! Namanya juga usaha. Mudah-mudahan kali ini berhasil menjadikan gigi saya rapi kembali. Semoga….

Eitsss…jangan kabur dulu tt. Apa hubungannya pasang kawat gigi dengan vespa?!

Hehe…itu cuma bercandaan temanku saja. Waktu dia nanya harga pasang kawat gigi cekat, dia langsung komentar:

“Hwah!!! Segitu bisa buat beli vespa tt!! Gila, ngemut vespa kamu Tik!”

Hehehehe……ada-ada aja….

.:tt:.

10.07.09: 18.07: di kantor sambil nemenin temen lembur…