Saltong alias salah potong

Ah….lama nggak nulis-nulis yang berbau narsis. Kali ini aku terima tantangan frozzy buat menuliskan pengalaman tidak menyenangkanku berkaitan dengan potong rambut. Huff… *lho, belum2 udah menghela nafas*

Jadi begini ceritanya.

Jumat kemarin (260609) aku melakukan ritual jalan-jalan gk jelas. Sudah pasti sendirian, masa jalan-jalan gk jelas mau ngajak2, kasian donk yang diajak. Lalu tercetuslah ide untuk potong rambut. Ide itu dikarenakan rambutku sudah cukup panjang & temen2 kantor sudah pada gerah liat rambutku jeprak ke sana kemari, jadi mereka udah rewel menyarankan padaku untuk segera merapihkan rambut. Akhirnya di acara jalan2 gk jelasku itu aku membelokkan motorku menuju salon kecantikan khusus perempuan *aish, pake yg khusus perempuan segala toh Bu??*. Di salon sekaligus butik muslim itu aku biasa merapihkan ataupun memangkas rambutku. Sesampai di sana….o’ow…kok ada yang berubah ya… Kenapa salonnya jadi butik juga ya??? Setelah berkeliling di dalam, akhirnya aku tanya pada mbak2 pelayan yang memanggil semua pengunjung dengan panggilan ‘kakak’: “mb, salonnya sekarang di mana sih?”. Dan ternyata salonnya sudah pindah ke tempat lain yang cukup jauh… Aduh…. mana saya udah punya niat di hati mau potong rambut pula… Continue reading

PAGI

Aku terbangun dalam dingin pagi sepi
Tak ada bunyi menemani sunyi
Belalang di luar masih bersembunyi
Binatang2 masih tertidur dalam sarang

Aku sendiri…dalam dingin pagi sepi…..

Kuambil air penyucian
Di luar bulan sabit & bintang pagi bersinar terang
Berdua bersanding dalam belantara langit yang kelam
Sungguh indah perpaduan yang IA ciptakan…

Aku mengarahkan hatiku kepadaMU

Ya TUHAN, jikalau mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaku
Tetapi bukan menurut kehendakku
Melainkan kehendakMUlah yang jadi…

KAU bukakan padaku sebuah perjalanan
Saat dua pasang kaki berjalan beriringan
Melewati waktu-waktu dalam kehidupan
Tapi TUHAN,mengapa di saat masa sulitku,
hanya sepasang kaki saja yang kulihat?
Ke manakah sepasang kaki lagi?
Mengapa dibiarkan aku sendiri??
Aku meronta..kecewa..

“AnakKU,
dua pasang kaki yang berjalan beriringan itu
adalah kakiKU dan kakimu
dan ketika masa sulitmu, kaulihat hanya sepasang kaki
itu adalah sepasang kakiKU
karna di saat masa sulitmu, AKU menggendong kamu”

Aku tergugu…malu….

Dalam dingin pagi sepi ENGKAU menemukanku…

Di kejauhan kudengar bersahutan suara memanggil umatMU..

Aku bersyukur..
BersamaMU kusambut embun pagiku….

.:tt:.
200609
04.45

jauh di mata, dekat di…

15.06.09 pukul 15.30, setengah jam sebelum waktu pulang kerja adalah waktu santai. Maksudnya pekerjaan mulai kubereskan, file2 pekerjaan mulai kusave n close. Dan aku mulai bersantai dengan membuka YM, Gtalk, FB, Plurk, WP, etc…*haduh banyak betul yang kubuka, social networking semua pula,hahahaha* meskipun sesekali di waktu kerja mereka semua itu juga terbuka tanpa kuperhatikan dengan baik.  Then, mulailah bergaul dengan kawan2 di dunia maya. Ada sapaan dari jeng frozzy di dunia Gtalk.

F : eh, ntar kita mo kopdar ni ma Eka. Ma Isma juga.

T : huwaaaa………mauuuuu……

F : macangadungan mungkin ikut juga…

T : hihi…gw belum kenal sama macangadungan

F : kenalan sono, ni blognya….. macangadungan.com

*treret…..aku pun beranjak mengunjungi link yang dikirim mb frozy… Yang pertama keliatan di sana adalah gambar pensil. Trus gambar2 komik yang lucu2.. Aih..ternyata jeng yang satu ini hobby gambar. (bukan hobby lagi kali ya, udah dunianya ky’nya…)*

Then, aku liat Ibu Eka juga online di GTalk. Langsung deh kusapa.

T : Mb, mo kopdar ya?

E : kok tau?

T : mb Frozzy yg bilang….

E : hahaha….frozzy embeeer…..

lanjut lah ngobrol ke sana kemari dengan ibu yang satu ini. Makanya aku tau kalau kantong ajaibnya ketinggalan sampai2 dia hampir mem*****kan rencana kopdar. (Udah dipesen dilarang ngebocorin kalo dia mau nge*****in rencana kopdar…xixixixixi).

Then waktu mereka kopdar hampir tiba. Dan tanpa disadari, aku molor pulang dari kantor sampai 18.00 (bukannya udah biasa t 😛 ). Mb frozzy berjanji akan menceritakan kisah kopdar mereka lewat chatting. Untunglah HP jelekku bisa pake buat chatt jadi available everytime…hehehehe….

Aku pulang ke kost. Sampai kost kurebah badan sambil membuka jendela chatt di HPku. Ada sapaan dari c4pd3eh alias Coffee Life’s Maker. Mau dipatenkan katanya tu nama.

C : non..

T : ya mb..

C : Gw mo kopdar ni ma Eka… yang ceritaeka itu lho…

T : iya, tadi mereka cerita…

Dan seterusnya…. Lalu di sela2 mereka bertemu, mengobrol dan bercanda ria, aku dicuekin deh… Sesekali datang pesan dari mereka: mb frozzy dan mb isma. Tapi ada beberapa report yang kudapat, ada yang mengeluhkan berat badan juga: tambah melar katanya.

Hihi…aku cuma bisa bayangin, betapa menyenangkannya berkumpul dengan teman2 yang sudah biasa bersapa, bercanda, berbagi, menangis, di dunia maya…Kini mereka bertemu di dunia nyata. Bersapa, tertawa, bercerita dengan bertatap muka.  Sedang aku yang hanya mengikuti lewat chatting saja bisa merasakan kegembiraannya. Ah….sahabat2 baikku…. Kapan kita bisa bertemu ya… Ayo donk kalian ke Jogja… Atau kalo aku dapat tugas ke Jakarta, jangan lupa kita ketemuan ya…….

Mb Isma, Mb Eka, Mb Frozzy, n Jeng Lea… Meski kalian jauh di sana, tapi aku tetap merasa dekat…

Jauh di mata, dekat di chatting…

Jauh di mata, dekat di blog…

Jauh di mata, dekat di hati….. 🙂 🙂 🙂

.:tt:.

190609 di kantor, waktu pekerjaan agak senggang…

sebuah pengabdian….

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang
petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan
pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah
langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang
agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada
sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali
waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala.
Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu
duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu
dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”

” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”

” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”

” Maksud, bapak? ”

” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”

”Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah
saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu
dengan suara lambat.

” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”

” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Continue reading

Berdamai dengan Kenyataan

Soe Hok Gie adalah tokoh muda penulis buku “Catatan Seorang Demonstran”. Ia meninggal dunia dalam usia 27th d puncak gunung Semeru. Riwayat hidupnya pernah dibukukan & difilmkan. Dalam puisinya berjudul “Mandalawangi Pangrango”,ia menulis: “Hidup adl soal keberanian,menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti,tanpa kita bisa menawar,terimalah & hadapilah.”

Ya,dalam hidup ini kerap kita tidak dapat memilih. Seumpama makanan,seolah semuanya sdh disediakan dr sononya. Kita hanya bisa ‘makan’ tanpa protes. Kita,misalnya,tdk pernah memilih utk terbaring sakit,melahirkan anak dgn kebutuhan khusus,menjalani kehidupan yg tidak kita inginkan. Kita hanya bisa menerimanya.

Pergumulan itu jg dialami Yeremia. Ia tdk pernah memilih mjd nabi. Bahkan sebetulnya ia ingin menolak jabatan itu. Namun kenyataannya ia tak dapat mengelak. Keadaan itu membuatnya merasa tertekan dan terus didera peperangan batin. Sampai2 ia berkata “Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!”

Ketika menghadapi situasi demikian,tak ada cara lain yang lebih tepat selain menerimanya dgn rela. Kalaupun kita terus memberontak,tidak akan ada gunanya,hanya melelahkan bahkan menambah masalah baru. Ketika kita tak dapat mengubah keadaan di luar,yg bisa kita lakukan adalah mengubah sikap & pandangan kita terhadap keadaan itu. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa hidup kita selalu dalam kendali kasih & kuasa Tuhan. Amin.

(Diambil dr Renungan Harian Selasa,18 November 2008)

Berseru untuk Ibu Prita

Mbaca kabar tentang Ibu Prita yang ditahan gara2 mengungkapkan ‘keluhan pelanggan’, di sini, di sini, juga di sini…  hmmhh…sungguh miris.  Kenapa juga nggak diselesaikan secara baik-baik. Nulis di Suara Pembaca di surat kabar aja ditanggapi dengan baik-baik kok. Bahkan nulis di blog  aja ditanggapi dengan baik. Seperti yang dialami mas ini. Hmm…

Yang jelas sekarang mb Prita ini ditahan di penjara wanita di tangerang. Padahal beliau masih punya anak kecil2… Balita yang masih belum bisa lepas dari ibunda. O God! Gk kubayangkan tangis si anak ketika haus minta asi, atau ketika hendak tidur dan rindu gendongan atau pelukan bunda…. Sabar ya Nak! Banyak yang mendukung Bunda untuk bebas….

Mari teman2, kita dukung pembebasan Bu Prita. Pasang bannernya di blog teman2, seperti seruan ndorokakung ini…..

Berseru untuk keadilan!!! Berseru untuk kebenaran!!!