Tag Archives: tahap perkembangan anak

Langkah Pertamaku..

Usia berapa kamu bisa melangkah sendirian? Tanpa dibantu tuntunan ibumu, tanpa merambat (bahasa Indonesianya apa ya?) di dinding? Saya sendiri tidak tahu pada usia berapa saya mulai bisa berjalan. Kalaupun saya tanya pada Bapak, mungkin beliau juga sudah lupa persisnya.

Pada usia berapa umumnya anak mulai bisa berjalan? Merujuk teori perkembangan, 25% anak dapat berjalan pada usia 11,1 bulan, 50% di usia 12,3 bulan, dan 90% di usia 14,9 bulan. Kebanyakan anak memulai langkah pertamanya pada usia 11-14 bulan, meskipun hal itu tetap bervariasi antara satu anak dengan anak yang lain. Lalu apa tahapan anak berjalan?

Pada usia 8 bulan umumnya bayi sudah bisa mengesot (jawa: ngasut) dan merangkak. Pada usia ini juga bayi bisa duduk tanpa dibantu kemudian dia akan berlatih berdiri dengan bertumpu pada benda kokoh misalnya meja atau kursi dan lain-lain. Lalu dia juga akan belajar merambat dengan bergeser ke kanan atau ke kiri dengan tangan tetap bertumpu pada benda tadi.  Di usia 9 bulan bayi sudah bisa dititah atau dipegang kedua tangannya dan dia akan mulai melangkahkan kakinya. Setapak demi setapak sambil menstimulasi otot2 kakinya supaya semakin kuat. Di usia ini bayi sedang senang-senangnya merangkak. Trus di usia 10-12 bulan bayi makin giat berlatih berjalan. Mulai lebih sering berdiri dengan bertumpu pada benda-benda, berjalan ke sana-kemari dengan dititah/dituntun. Bayi juga sudah belajar berdiri tanpa berpegangan, meskipun hanya berkisar 2-3 detik. Di usia 1 tahun bayi sudah bisa dituntun dengan 1 tangan. Lalu di usia 13 bulan bayi sudah bisa berlatih melangkahkan kaki 2-3 langkah dan mulai bisa berjalan. Karena sedang belajar berjalan sementara keterampilan merangkak sudah dia ‘kuasai’, so di usia ini dia masih akan banyak melakukan moving dengan merangkak. Tapi jangan khawatir bunda, baby juga excited kok dengan kemampuan berjalannya.

Pada saat belajar berjalan, bayi perlu ditumbuhkan ‘kepercayaan diri’-nya. Jatuh bangun adalah hal yang biasa. Bunda juga jangan jadi kapok atau takut atau kasihan kalo putra/inya jatuh saat belajar jalan. Tumbuhkan kepercayaan pada anak bahwa dia bisa. Jadi bunda juga harus percaya dulu pada si anak. Iya.. Percaya bahwa si kecil itu bisa. Karna kadang ketakutan2 orang tua yang justru menyurutkan kepercayaan si anak. Ahay…sy mulai sok tau :P .

Tips dari tt: Bila bunda takut anak terluka saat belajar jalan, bunda harus siapin sepatu yang pas buat kaki si kecil, jangan yang kegedean karna bisa nyerimpet, atau kekecilan karna bikin kaki bayi sakit. Trus pakai-in celana panjang, biar kalo jatuh dengkulnya gk luka banget. Untuk menumbuhkan kepercayaan si kecil, bunda bisa ‘menjaga’ si kecil dengan memegang ujung baju belakang anak (di leher itu lho). Nah, anak akan merasa sudah tidak dipegangi, padahal masih dipegangi. Lalu perlahan2 lepaskan pegangan bunda. Dan….hahay…..anakku sudah bisa berjalan sendiri!!!

Mengapa saya tiba2 menulis tentang ini?

Karena saya sangat excited dengan semangat pantang menyerah anak ponakan saya belajar jalan. Ya! Ponakan terkecil saya (karna ponakan saya 17 jumlahnya) usianya 13 bulan. Menurut buku yang saya baca pada umumnya anak akan bisa berjalan pada usia 14 bulan. Jadi setiap kali saya telpon kk, sy selalu nanya: “d’kris udah bisa jalan belum?”, dan kk-ku ini akan menceritakan perkembangan anaknya. Lalu kemarin, 17 Januari 2010, saya mampir ke rumah kk sy sebelum kembali ke jogja. Ponakan yang ganteng itu habis mandi dan begitu liat saya langsung menyambut dengan tawa. Lalu dia mengajak saya ‘jalan-jalan’. Ibunya memberi tahu bahwa d’kris sudah bisa dituntun dengan 1 tangan. Saya pun bawa dia jalan2 dengan menuntun 1 tangan. Sampai di lapangan bulu tangkis, ibunya memberi tahu saya lagi cara ‘nuntun’ si kecil yaitu dengan memegang ujung bajunya. Gini ni lho maksud saya:

nuntun d'kris ala bunda krisna

Nah, tu d’kris udah ngerasa dia jalan sendiri tuh. Lalu pelan-pelan ibunya melepas pegangannya dan…..hyaaaaa…..dik krishna bisa jalan sendiri!!!

horee...aku bisa jalan!!!

17 januari 2010: hari pertama dik kris menemukan kepercayaan dirinya bahwa: “Aku bisa jalan!”. Saya excited sekali melihat dia tiba-tiba berjalan cukup jauh, namun karna sedikit oleng lalu saya tangkap dan dia tertawa seolah takjub dengan keberaniannya sendiri. Saya senang bukan main, lebih2 ibunya, dan tentunya dia sendiri. Terbukti setelah itu dia jadi semangat berlatih dan berlatih lagi. Lalu ‘pamer’ sama ayahnya dan mb yang ngasuh dia. Mau terus-terusan jalan, lalu tertawa ketika dia sampai di tempat ayahnya atau ibunya atau saya. Hihi…lucu ya….

Satu tahap perkembangan lagi Nak. Tante abadikan langkah pertamamu di sini. Kelak kamu dewasa kamu bisa membacanya. Terus berlatih ya Nak… :)

#tt

Sumber: Majalah NAKITA Edisi 80 Masalah Perkembangan Anak, balita-anda, pengalaman mengamati perkembangan d’krishna