cincin..
ups..! maaf-maaf, ini bukan dalam rangka narsis kalau saya tampilkan foto diri di sini,hehe…. Bukan juga pamer cincin kalo kebetulan ada dua cincin di jari tengah saya
Kenapa cincin kawin (nikah) itu dilingkarkan di jari manis?
Coba kalian lakukan seperti yang saya lakukan di samping. Kedua jari tengah dilipat dan kesepuluh jari disatukan, ya seperti foto saya itu lah (susah jelasinnya,hehe).
Sudah semua???
Ibu jari itu ibarat orang tua, telunjuk ibarat mertua, kelingking ibarat anak, dan jari manis ibarat pasangan kita.
Masih dengan posisi jari jemari seperti semula, coba kita buka tutup ibu jari kita. Bisa? Ya, mudah. Lalu telunjuk kita, bisa juga. Kelingking? Bisa. Coba kita buka jari manis kita. Apa yang terjadi? Ternyata kita sulit melepaskan jari manis kita, tidak seperti saat kita melepaskan ibu jari, telunjuk, dan kelingking kita.
Yupz, itulah mengapa cincin kawin (nikah) dilingkarkan di jari manis. Karna pernikahan ibarat suatu ikatan yang tidak bisa dilepaskan. Kita bisa lepas dari orang tua kita, dari mertua kita, ditinggalkan anak kita kelak, tapi pasangan hidup kita, dia akan selalu bersama-sama dengan kita, terikat erat dengan kita, dan tidak terlepas sepanjang hidup kita.
Trus, napa lo pake cincin di jari tengah Tik?
Biar ketahuan kalo gue belum merid.
.
.
12.10.2009:16.40
Ballroom I, The Sunan Hotel Solo
mengantar rindu..
Ini malam minggu. Saat yang selalu kita tunggu karna malam minggu adalah saat kita bertemu. Jarak kita memang tak jauh, tapi bukankah satu jengkal itu juga jarak. Dan jarak kita pun membuat kita tak bisa bertemu. Lalu waktu ikut mengambil perannya dalam memisahkan kita. Ah, untunglah kita masih punya setia, masih saling percaya, dan tentu saja dengan dasar: ‘cinta’.
Saat weekday kita hanya berjumpa lewat suara, atau barisan kata2 di layar handphone kita. Kita sama2 menahan rindu. Beruntung cinta kita tumbuh mendewasa. Pada langit yang sama membiru, kita leburkan rindu kita. Pada cinta yang sama membara, kita menyatu dalam percaya. Ah, aku bersyukur karenanya.
Malam ini aku melaju, menuju ke kotamu. Tak peduli dingin menyerangku. Aku ingin bertemu. Ingin cepat2 aku sampai di tempatmu, mengantarkan rinduku, memberikan cintaku, hanya untukmu kekasihku, hanya untukmu. Siapkan dirimu dengan hangat cintamu, karna kau akan kuhujani dengan deras rinduku. Tunggulah aku di kotamu. Kita akan segera bertemu.
-3.10.2009: 18.50-
dalam vw kodok, pada sebuah perjalanan
under: fiksi
ucapan idul fitri
Selamat bertemu lagi temans. Sudah balik dari mudik kah? Gimana lebarannya? Gimana kumpul2 dan silaturahmi dengan keluarganya? Wah, pasti menyenangkan. Apalagi yang keluarga besar seperti saya. Momen lebaran waktunya buat berkumpul dengan keluarga, meski sebenarnya jarak kami tidak jauh-jauh amat, tapi waktu yang membuat jadi sulit untuk berkumpul pul semua keluarga. Hmm…ya..dari 6 anak bapak-ibu, hanya 1 yang jauh, itu pun cuma di jakarta. Kami ber6 hanya bisa berkumpul saat lebaran, saat ada acara keluarga, atau momen-momen tertentu saja. Sering sih ngumpul, tapi paling cuma 5 keluarga atau 4 keluarga saja. Kalau dikumpulkan semua, wawawawaw….rame betul. Hitung saja. Bapak, kk1 + suami + 3 anak + 1 menantu + 1 cucu, kk2 + suami + 5 anak, kk3 + suami + 5 anak, kk4 + istri + 3 anak, kk5 + suami + 1 anak, saya sendiri = wuih…31 orang bow’!
Wow… Banyak ya… Kalau sudah liat cucu2nya + 1 buyutnya pada ngumpul dan bercanda-canda dengan ramenya, bapak senyum2 sambil bilang: “segini semua kok dulu asalnya dari bapak sama ibu ya.” Hiihii…. TUHAN memang luar biasa…
Btw, sebelum saya ngelantur ke mana-mana, saya mau mengucapkan dulu:
Selamat Idul Fitri 1430 H
Banyak kata yang menyakitkan hati, banyak sikap yang tidak terpuji, banyak janji yang belum ditepati. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah mengampuni kita dan mengembalikan kita pada kesucian diri. Amin
#20092009-titik’s#
Buat semua teman-teman yang berkunjung kemari atau yang saya kunjungi blognya, atau yang tidak sengaja kecantol kemari, atau yang tidak sengaja saya cantoli
, maaf lahir batin ya. Lebaran kemarin jatuh pada tanggal yang cantik ya, 20 September 2009, 20.09.2009, 20092009. Semoga hikmah lebaran secantik tanggalnya. Amin.
Saya juga mendapatkan berbagai ucapan dari teman-teman. Meskipun ada beberapa yang saya tidak paham artinya dan harus saya tranfer dulu ke teman untuk ditransletkan, hehe..maklum tidak pinter.. :p . Terimakasih ya teman-teman
. Dengan kalimat-kalimatnya yang indah, wah, saya jadi pengen menuliskannya di sini… Hyuk….
——
!duL FiTri y9 a9uN9, s’a9un9 KaLimaT TayY!baH, s’a9un9 DiNuL ISLAM y9 kAFFah, s’a9un9 siLaturRahm! Y9 m9andun9 CintA&KdaMaiaN. MinaL AidiZin WaL fa!DziN. MaaF Lhr BatiN. -eka/kel-
—–
Aslmkm. Tumangkeping asta sumembah ing sangajenging jaja, apuranta sedaya lepating atur & solah bawa ing dinten fitri menika. -nurani rosmadi-
—–
Tante Titik, nyuwun pangapunten lahir & batin awit sedoyo kalepatan ingkang sengojo & mboten sengojo. -Hamid & keluarga-
—–
Sungguh mulia hati bagi yang memaafkan. Bukan memaksa, tapi hanya merayu. Maafkan aku jika ada kesalahan. Selamat hari raya. Selamat bersukacita. -Kost Faiz-
—–
Jika hati seindah bintang & bulan, hiasi ia dengan takwa & iman. Jika hati seterang matahari, bukakan maaf tuk diri ini. Taqabalallahuminnawaminkum, shiyamanawashiyamakum. -m’Is-
—–
Taqabalallahu minna wa minkum. Kullu amin wa antum bi khoirin. Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. -Tato & Mey-
—–
Dengan segala ketulusan & kerendahan hati, tiada kata yang bisa diucapkan selain maaf & memaafkan. Selamat Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir & batin. -Anita & klrga-
—–
Bila pedang melukai tubuh, masih ada harapn sembuh.. Jika perkataan dan perbuatan melukai hati, kemana obat hendak dicari.. Seiring datangnya hari nan fitri, ijinkan Pujiati & Harwasono memohon maaf setulus hati. MINAL AIDIN WAL FAIZIN, mohon maaf lahir & batin.
—–
soft as silk.. white as milk..sweet as honey..full of money.. ~wishing you ‘Selamat Idul Fitri’..minal aidin wal faidzin~ putih lagi ya mbak… -Kost Lia-
—–
Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap. Tiada kata kecuali “Saling Maaf”. Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir & Bathin. (tituk~rudi)
—–
Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hambaMu yang senantiasa saling memaafkan. Saudaraku terkasih, sahabatku terbaik: mohon maaf lahir & batin. (SP Surya-Yogya)
—–
Kekayaan hati adalah memaafkan, ketenangan jiwa adalah memberi maaf, kemuliaan hidup adalah saling memaafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin. -Endah & kel-
—–
Sajadah indah nan berseri, jadi hiasan di hari suci. Sms hadir sebagai pengganti tanda silaturahmi, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, Mohon maaf lahir dan batin. -Safii & klg-
—–
Taqabalallahu minna waminkum. Taqabal yaa karim. “Selamat Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir dan batin” -isma-
—–
Ramadhan baru saja berlalu, mudah2an masih bertemu ramadhan tahun depan. Mohon maaf lahir dan batin, Selamat hari Raya Idul Fitri 1430H. (Rina dan keluarga)
—–
Ya Allah kulalui ramadhan dengan sukacita, serasa tak ingin berpisah. Panjangkanlah usia hamba agar bertemu lagi dengan ramadhanMu yang pebuh berkah. Mohon maaf lahir & batin. -Esti lpmp jateng-
—–
Terimakasih semuanya… Maaf tidak semua saya tuliskan di sini, saking banyaknya. Selamat Idul Fitri buat yang merayakan. Mari saling memaafkan buat kita semuanya……. Terimakasih. Salam penuh cinta dari tt…
25.09.2009
.:tt:.




yang ikut berceloteh...