Archive

Archive for the ‘Tuhan’ Category

Dan W.S. Rendra pun sampai..

August 6, 2009 yustha tt 13 comments

6 Agustus 2009. 23:11

Saya tiba-tiba tersentak membaca status facebook seorang teman yang mengatakan bahwa seniman dan sastrawan Indonesia W.S. Rendra telah berpulang ke sisi TUHAN. Dua hari setelah sahabatnya, Mbah Surip, berpulang, dia pun menyusulnya.

Hidup itu misteri dan kematian datang seperti pencuri. Tak disangka dan tak ditunggu. Datang tiba-tiba tanpa kita tau kapan waktunya.

Kita semua ‘dulu’ adalah ’satu’. Lalu ledakan mencipta ruang, dan waktu mulai merayap. Sekarang kita sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah kita yang satu itu (Joan JT). Seperti antrian menuju ‘pintu rumah Tuhan’, kita semua sedang berdiri mengantri. Suatu saat semua kita akan sampai pada giliran. Hanya saja kita tak pernah tau pada antrian nomor berapa kita sekarang dan pula tak pernah tau kapan tiba giliran kita tiba di depan pintu, menerima panggilan untuk masuk rumah Tuhan.

Dan… Jika kita tau kita pasti sampai di ‘rumah kita dulu’ sementara kita tak pernah tau kapan tiba waktunya, maka hidup adalah bersiap, jika sewaktu-waktu kita menerima giliran masuk rumah Tuhan, sorga yang baka… Amin.

.:tt:.

Categories: Tuhan, hikmah Tags: , ,

PAGI

June 19, 2009 yustha tt 10 comments

Aku terbangun dalam dingin pagi sepi
Tak ada bunyi menemani sunyi
Belalang di luar masih bersembunyi
Binatang2 masih tertidur dalam sarang

Aku sendiri…dalam dingin pagi sepi…..

Kuambil air penyucian
Di luar bulan sabit & bintang pagi bersinar terang
Berdua bersanding dalam belantara langit yang kelam
Sungguh indah perpaduan yang IA ciptakan…

Aku mengarahkan hatiku kepadaMU

Ya TUHAN, jikalau mungkin, biarlah cawan ini lalu daripadaku
Tetapi bukan menurut kehendakku
Melainkan kehendakMUlah yang jadi…

KAU bukakan padaku sebuah perjalanan
Saat dua pasang kaki berjalan beriringan
Melewati waktu-waktu dalam kehidupan
Tapi TUHAN,mengapa di saat masa sulitku,
hanya sepasang kaki saja yang kulihat?
Ke manakah sepasang kaki lagi?
Mengapa dibiarkan aku sendiri??
Aku meronta..kecewa..

“AnakKU,
dua pasang kaki yang berjalan beriringan itu
adalah kakiKU dan kakimu
dan ketika masa sulitmu, kaulihat hanya sepasang kaki
itu adalah sepasang kakiKU
karna di saat masa sulitmu, AKU menggendong kamu”

Aku tergugu…malu….

Dalam dingin pagi sepi ENGKAU menemukanku…

Di kejauhan kudengar bersahutan suara memanggil umatMU..

Aku bersyukur..
BersamaMU kusambut embun pagiku….

.:tt:.
200609
04.45

Categories: Tuhan, hati

sebuah pengabdian….

June 5, 2009 yustha tt 13 comments

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang
petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan
pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah
langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang
agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada
sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali
waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala.
Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu
duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu
dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? “

” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”

” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”

” Maksud, bapak? “

” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”

”Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah
saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu
dengan suara lambat.

” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”

” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Read more…

Categories: Tuhan, cerita, cinta, hati, hikmah, keluarga Tags: , ,

Berdamai dengan Kenyataan

June 3, 2009 yustha tt 1 comment

Soe Hok Gie adalah tokoh muda penulis buku “Catatan Seorang Demonstran”. Ia meninggal dunia dalam usia 27th d puncak gunung Semeru. Riwayat hidupnya pernah dibukukan & difilmkan. Dalam puisinya berjudul “Mandalawangi Pangrango”,ia menulis: “Hidup adl soal keberanian,menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti,tanpa kita bisa menawar,terimalah & hadapilah.”

Ya,dalam hidup ini kerap kita tidak dapat memilih. Seumpama makanan,seolah semuanya sdh disediakan dr sononya. Kita hanya bisa ‘makan’ tanpa protes. Kita,misalnya,tdk pernah memilih utk terbaring sakit,melahirkan anak dgn kebutuhan khusus,menjalani kehidupan yg tidak kita inginkan. Kita hanya bisa menerimanya.

Pergumulan itu jg dialami Yeremia. Ia tdk pernah memilih mjd nabi. Bahkan sebetulnya ia ingin menolak jabatan itu. Namun kenyataannya ia tak dapat mengelak. Keadaan itu membuatnya merasa tertekan dan terus didera peperangan batin. Sampai2 ia berkata “Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!”

Ketika menghadapi situasi demikian,tak ada cara lain yang lebih tepat selain menerimanya dgn rela. Kalaupun kita terus memberontak,tidak akan ada gunanya,hanya melelahkan bahkan menambah masalah baru. Ketika kita tak dapat mengubah keadaan di luar,yg bisa kita lakukan adalah mengubah sikap & pandangan kita terhadap keadaan itu. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa hidup kita selalu dalam kendali kasih & kuasa Tuhan. Amin.

(Diambil dr Renungan Harian Selasa,18 November 2008)

Categories: Tuhan, hikmah, serba-serbi

bintang

May 14, 2009 yustha tt 8 comments

Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]

Lihat ke langit luas
Dan semua musim terus berganti
Tetap bermain awan
Merangkai mimpi dengan khayalku
Selalu bermimpi dengan hariku
 
Pernah kau lihat bintang
Bersinar putih penuh harapan
Tangan halusnya terbuka
Coba temani, dekati aku
Selalu terangi gelap malamku
 
Dan rasakan semua bintang
Memanggil tawamu terbang ke atas
Tinggalkan semua, hanya kita dan bintang
Yang terindah meski terlupakan
Dan selalu terangi dunia
Mereka-reka, hanya aku dan bintang
(peterpan: Aku dan Bintang)

Betapa senangnya aku dengan ciptaan Tuhan yang satu ini...
Indah banget.
Apalagi saat bertaburan di langit cerah dan ada sebulat bulan bersamanya.
Dia yang kecil bersinar dalam langit yang gelap...hitam.
Wow...indah banget....
Aku menyukai bintang.... Aku sangat menyukai bintang.....
Ada hembusan kedamaian saat kupandangi kilaunya di malam hari.
Ada ketenangan saat aku melepaskan kepenatan dengan memandangi bintang
dan mengagumi keindahannya.
Aku bisa melompat-lompat kegirangan karna aku telah bebas dari beban.
Ada kelepasan saat berpuluh2 kilometer kuhabiskan di bawah taburan bintang,
meski aku berjalan sendirian.
Serasa aku berjalan bersama ribuan teman.
Bintang....
Aku memang mengagumimu,
tapi terlebih lagi aku mengagumi DIA yang telah membentukmu
dengan begitu sempurna....

.: tt :.

Categories: Tuhan, hati, teman