Archive

Archive for the ‘teman’ Category

SAKIT

November 8, 2009 yustha tt 10 comments

Hari ini status facebook teman-teman banyak yang menuliskan tentang sakit-penyakit. Seorang teman menuliskan bahwa anaknya panas, deman, tidak mau makan, badannya lemas. Lalu ada pula status yang berupa doa, mohon kepada TUHAN untuk memberi kesembuhan dari penyakitnya karena masih banyak hal yang ingin dia lakukan. Ada lagi yang mengeluh demam karena baru saja di Jakarta dia berhujan-hujan, kini di jogja panas tak terkira. Dan seterusnya. Dan dari semuanya itu, aku pun ikut menundukkan kepala bagi saudara-saudaraku ini, supaya TUHAN menjamah mereka dan menyembuhkan mereka dari sakit-penyakitnya.

Weekend ini, aku membagi waktuku untuk menjenguk ponakanku yang sakit di hari sabtu dan mengantar bapak pijat di hari minggu. Ponakan beberapa waktu yang lalu sakit. Demam. Kakak berulang kali mengabarkan keadaan anaknya. Namun saya sedang ada dinas di luar kota sehingga tidak bisa datang menjenguk. Namun tak lupa kubawa si kecil kepada TUHAN dalam doa malamku. Tante percaya nak, doa itu besar kuasanya.

Kemarin kujenguk ponakan. Dia sudah cukup sehat meskipun masih minum obat. Dan bersyukur meski masih 10 bulan, dia tidak sulit minum obat. Ketika saya datang, dia masih bermain dengan ibunya. Syukurlah nak, tante seneng melihatmu ceria lagi. Tante sempat khawatir waktu ibumu mengabarkan keadaanmu. Tapi meski tante tidak menjengukmu, tante percaya TUHAN sendiri yang datang untukmu dan menyembuhkanmu.

Hari minggunya saya pulang. Dan seperti janji saya pada bapak, saya mengantar beliau ke tempat kakak ketiga untuk pijat dengan alat pijat getar yang dimiliki kakak. Bapak bahkan membawa alat itu pulang dan mengulangi pemijatan di rumah.

Sorenya kami ke gereja. Tak lupa saya memohonkan kesehatan untuk beliau juga untuk teman-teman & saudara-saudara yang sedang sakit. Di akhir doa saya tetap berpasrah: jadilah kehendak-MU ya Allah.

Sepulang dari gereja kami bersiap nonton MotoGP. Tapi tiba-tiba bapak mengeluh kepalanya sedikit pusing. Saya coba periksa tekanan darahnya dengan alat tensi yang kami punya. Ya Tuhan, ternyata tekanan darahnya tinggi: 190/100 (menurut hasil pemeriksaan saya). Saya segera mencari persediaan obat bapak. Ternyata habis, tinggal obat dosis rendah yang sudah tidak mempan untuk bapak. Lalu dengan tenang (bapak tidak boleh liat saya panik, karna beliau pasti akan ikut panik lalu stress lalu tensinya akan semakin tinggi), saya ajak bapak untuk periksa ke dokter spesialis penyakit dalam yang biasa memeriksa bapak. Bapak bersedia dan kami pun berangkat. Ternyata hari minggu tutup. Duh. Kami kembali pulang. Berbekal salinan resep dari dokter saya kembali pergi mencarikan obat untuk bapak. Berkeliling kota purworejo, ternyata apotek2 sudah tutup. Akhirnya saya ke RS Panti Waluyo, rumah sakit yang sudah seperti rumah buat saya karena dulu kakak kerja di sana selama 8 tahun, ibu saya juga dirawat di sana setiap kali sakit, bapak juga sering saya bawa ke sana kalau sakit. Sampai di sana saya langsung bertemu dengan perawat yang kebetulan juga sudah saya kenal. Maksud hati ingin menebus obat, tapi ternyata obat yang dimaksud di resep tidak ada. Saya menunduk lemas. Numpang nangis sebentar lalu pulang. Ya Tuhan…

Sesampai di rumah, bapak masih bermain-main dengan alat tensi. Beliau memang bisa mengukur tekanan darahnya sendiri. Tadi saya berbohong pada beliau bahwa tekanan darah beliau 170/100 bukan 190/100 supaya beliau tidak stress. Ternyata waktu saya tinggal nyari obat, beliau memeriksa sendiri dan tahu berapa sebenarnya tekanan darahnya. Saya lalu ajak beliau untuk periksa ke rumah sakit saja. Dan untungnya beliau bersedia (maklum orang tua kadang tidak mau diajak periksa kalau bukan dengan dokter yang biasanya). Saya kembali datang ke RS Panti Waluyo untuk kedua kalinya dalam satu malam. Sudah pukul 21 lebih, sudah ganti shift. Ditemui perawat yang saya tidak kenal, bapak diperiksa. Ternyata hasil pemeriksaan di RS, tensi beliau 180/110. Lalu dipanggilkan dokter. Dan lagi-lagi saya bersyukur karna dokter yang memeriksa malam ini adalah teman kakak yang sudah bapak kenal. Ini cukup mengurangi tingkat stress bapak. Apalagi dokter ini suka bercanda. Kami diberi obat, dokter langung menelepon kakak saya dan memberi ‘instruksi2’ langsung pada dia tentang kesehatan bapak, dengan bahasa kedokteran yang saya nggak maksud. Puji Tuhan bapak cukup minum obat dan rawat jalan. Kamipun pulang.

Sekarang, saat saya mengetik ini, beliau sudah tidur. Saya berdoa supaya TUHAN memberikannya kesehatan, pemulihan, dan kebahagiaan di usianya yang sudah tua. Masih banyak keinginannya yang belum terwujud dan masih ada satu ‘tanggungjawab’ yang masih membebani beliau. Aku paham betul Pak. Tetaplah sehat Bapak. Berbahagialah di hari tuamu. Lihatlah kami anak2mu yang sudah kau antarkan menuju kemandirian. Engkau adalah gambaran keberhasilan yang menginspirasi banyak orang. Tidak ada satu pun anakmu yang kau izinkan bekerja menggunakan alat cangkul sepertimu, tapi dengan alat pena & komputer. Tidak bekerja di bawah terik matahari sepertimu, tapi di dalam ruangan yang teduh. Dan seperti cita-citamu, mengantarkan anak-anak untuk bekerja yang memberi guna bagi orang lain, dan TUHAN pun memberikannya: pendidikan & kesehatan. Berbahagialah Bapak dengan semuanya itu. TUHAN, tolonglah bapak, sembuhkanlah dia, pertolonganMU menyembuhkan ya Allah…

Ya TUHAN, ku tidak pantas Kau datang padaku

namun  bersabdalah saja maka aku akan sembuh…

tangan TUHAN tak kurang panjang untuk menolong

telinga TUHAN tak kurang tajam untuk mendengar

dan kini TUHAN ampuni sgala dosaku

dan kutahu KAU sanggup tolongku…

Kami serahkan hidup kami kepadaMU ya ALLAH….sakit penyakit kami semua: bapak, teman, saudara, semuanya… Amin.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Yakobus 5:16

bapak

bapak 75th

::Purworejo, 8 November 2009, 23.34 WIB::

Categories: Tuhan, hati, keluarga, teman Tags: , ,

ucapan idul fitri

September 25, 2009 yustha tt 5 comments

Selamat bertemu lagi temans. Sudah balik dari mudik kah? Gimana lebarannya? Gimana kumpul2 dan silaturahmi dengan keluarganya? Wah, pasti menyenangkan. Apalagi yang keluarga besar seperti saya. Momen lebaran waktunya buat berkumpul dengan keluarga, meski sebenarnya jarak kami tidak jauh-jauh amat, tapi waktu yang membuat jadi sulit untuk berkumpul pul semua keluarga. Hmm…ya..dari 6 anak bapak-ibu, hanya 1 yang jauh, itu pun cuma di jakarta. Kami ber6 hanya bisa berkumpul saat lebaran, saat ada acara keluarga, atau momen-momen tertentu saja. Sering sih ngumpul, tapi paling cuma 5 keluarga atau 4 keluarga saja. Kalau dikumpulkan semua, wawawawaw….rame betul. Hitung saja. Bapak, kk1 + suami + 3 anak + 1 menantu + 1 cucu, kk2 + suami + 5 anak, kk3 + suami + 5 anak, kk4 + istri + 3 anak, kk5 + suami + 1 anak, saya sendiri = wuih…31 orang bow’!

Wow… Banyak ya… Kalau sudah liat cucu2nya + 1 buyutnya pada ngumpul dan bercanda-canda dengan ramenya, bapak senyum2 sambil bilang: “segini semua kok dulu asalnya dari bapak sama ibu ya.” Hiihii…. TUHAN memang luar biasa…

Btw, sebelum saya ngelantur ke mana-mana, saya mau mengucapkan dulu:

Selamat Idul Fitri 1430 H

Banyak kata yang menyakitkan hati, banyak sikap yang tidak terpuji, banyak janji yang belum ditepati. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah mengampuni kita dan mengembalikan kita pada kesucian diri. Amin

#20092009-titik’s#

Buat semua teman-teman yang berkunjung kemari atau yang saya kunjungi blognya, atau yang tidak sengaja kecantol kemari, atau yang tidak sengaja saya cantoli :D , maaf lahir batin ya. Lebaran kemarin jatuh pada tanggal yang cantik ya, 20 September 2009, 20.09.2009, 20092009. Semoga hikmah lebaran secantik tanggalnya. Amin.

Saya juga mendapatkan berbagai ucapan dari teman-teman. Meskipun ada beberapa yang saya tidak paham artinya dan harus saya tranfer dulu ke teman untuk ditransletkan, hehe..maklum tidak pinter.. :p . Terimakasih ya teman-teman :) . Dengan kalimat-kalimatnya yang indah, wah, saya jadi pengen menuliskannya di sini… Hyuk….

——

!duL FiTri y9 a9uN9, s’a9un9 KaLimaT TayY!baH, s’a9un9 DiNuL ISLAM y9 kAFFah, s’a9un9 siLaturRahm! Y9 m9andun9 CintA&KdaMaiaN. MinaL AidiZin WaL fa!DziN. MaaF Lhr BatiN. -eka/kel-

—–

Aslmkm. Tumangkeping asta sumembah ing sangajenging jaja, apuranta sedaya lepating atur & solah bawa ing dinten fitri menika. -nurani rosmadi-

—–

Tante Titik, nyuwun pangapunten lahir & batin awit sedoyo kalepatan ingkang sengojo & mboten sengojo. -Hamid & keluarga-

—–

Sungguh mulia hati bagi yang memaafkan. Bukan memaksa, tapi hanya merayu. Maafkan aku jika ada kesalahan. Selamat hari raya. Selamat bersukacita. -Kost Faiz-

—–

Jika hati seindah bintang & bulan, hiasi ia dengan takwa & iman. Jika hati seterang matahari, bukakan maaf tuk diri ini. Taqabalallahuminnawaminkum, shiyamanawashiyamakum. -m’Is-

—–

Taqabalallahu minna wa minkum. Kullu amin wa antum bi khoirin. Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. -Tato & Mey-

—–

Dengan segala ketulusan & kerendahan hati, tiada kata yang bisa diucapkan selain maaf & memaafkan. Selamat Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir & batin. -Anita & klrga-

—–

Bila pedang melukai tubuh, masih ada harapn sembuh.. Jika perkataan dan perbuatan melukai hati, kemana obat hendak dicari.. Seiring datangnya hari nan fitri, ijinkan Pujiati & Harwasono memohon maaf setulus hati. MINAL AIDIN WAL FAIZIN, mohon maaf lahir & batin.

—–

soft as silk.. white as milk..sweet as honey..full of money.. ~wishing you ‘Selamat Idul Fitri’..minal aidin wal faidzin~ putih lagi ya mbak… -Kost Lia-

—–

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap. Tiada kata kecuali “Saling Maaf”. Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir & Bathin. (tituk~rudi)

—–

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai hambaMu yang senantiasa saling memaafkan. Saudaraku terkasih, sahabatku terbaik: mohon maaf lahir & batin. (SP Surya-Yogya)

—–

Kekayaan hati adalah memaafkan, ketenangan jiwa adalah memberi maaf, kemuliaan hidup adalah saling memaafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin. -Endah & kel-

—–

Sajadah indah nan berseri, jadi hiasan di hari suci. Sms hadir sebagai pengganti tanda silaturahmi, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, Mohon maaf lahir dan batin. -Safii & klg-

—–

Taqabalallahu minna waminkum. Taqabal yaa karim. “Selamat Idul Fitri 1430H. Mohon maaf lahir dan batin” -isma-

—–

Ramadhan baru saja berlalu, mudah2an masih bertemu ramadhan tahun depan. Mohon maaf lahir dan batin, Selamat hari Raya Idul Fitri 1430H. (Rina dan keluarga)

—–

Ya Allah kulalui ramadhan dengan sukacita, serasa tak ingin berpisah. Panjangkanlah usia hamba agar bertemu lagi dengan ramadhanMu yang pebuh berkah. Mohon maaf lahir & batin. -Esti lpmp jateng-

—–

Terimakasih semuanya… Maaf tidak semua saya tuliskan di sini, saking banyaknya. Selamat Idul Fitri buat yang merayakan. Mari saling memaafkan buat kita semuanya……. Terimakasih. Salam penuh cinta dari tt…

25.09.2009

.:tt:.

melepasmu….

September 17, 2009 yustha tt 11 comments

Langkahnya terseret memasuki pelataran rumahnya, seakan enggan tapi harus. Sekali ia menoleh ke belakang, dan dia tahu betul, tidak akan ada siapa-siapa di belakangnya.

***

“Dia meninggalkanku, Yah.”

“Dia siapa?” ayah tak menghentikan aktivitasnya melukis. Aktivitasnya selepas pensiun.

“Abang!” Keyla pun tak menatap ayahnya, dan terus memainkan ujung bajunya.

“Rizki maksudmu?” hanya membetulkan kacamata tanpa menoleh.

“Iya Yah.”

“Apa alasannya dia meninggalkanmu?”

“Ada yang lebih dicintainya Yah.”

Kali ini ayah menoleh dan memperhatikan putri cantiknya. Diamatinya putrinya yang sedari tadi duduk lesu, memainkan ujung bajunya, memutar-mutarnya tanpa berhenti, sambil berbicara pada ayah, sambil terus menunduk. Ayah membetulkan kacamatanya dan memutar tubuhnya menghadap putrinya.

“Sejak kapan kamu menjadi yang kedua Nak? Sejak kapan kamu tahu ada orang lain yang lebih dicintai Rizki?”

“Sejak lama Yah. Sejak awal Key mengenal Abang. Sejak saat itu pun Key telah tahu, ada orang lain yang dicintai Rizki.”

“Lalu kenapa kamu mau menjadi kekasihnya, kenapa kalian menyusun angan-angan untuk hidup bersama di masa depan?”

“Karna Key sayang sama Abang. Abang juga sayang sama Key. Ayah dan mama juga sayang dengan Abang.”

“Lalu kalau kalian saling menyayangi, kenapa Rizki masih perlu orang lain untuk dia cintai, lalu meninggalkanmu hingga membuatmu bersedih seperti ini?” ayah sedikit emosi.

Keyla terdiam beberapa saat, tidak menjawab pertanyaan ayah. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.

“Key telah melepasnya Yah. Key melepas dia pergi, meninggalkan Key di sini.”

“Nak…. Kamu benar-benar ikhlas?”

“Iya Yah. Tentu saja Key ikhlas.”

Key mengangkat mukanya. Memandang ayahnya yang memandangnya dengan wajah iba. Lalu….

“Hahahahahaha……. ayah serius sekali sih!” tawa Key tiba-tiba meledak.

Ayah hanya kebingungan dengan sikap putrinya.

“Ayah, Abang pergi ninggalin Key. Mudik maksudnya Yah. Kan ada mama & papa Abang yang Abang sayangi. Tadi Key nganter ke stasiun, melepas kepergiannya. Abang tadi juga kemari mau pamitan sama Ayah dan Mama, tapi kalian masih belanja tadi itu. Minta Key yang mamitin. Ntar mau telpon ayah dan mama juga katanya. Hehehe….”

Cubitan ayah pun mendarat ke pipi Key dan Key berlarian menghindar. Ayah dan anak yang menyenangkan.

***

:: buat teman-teman semua: selamat liburan.Yang mudik, selamat mudik ya. Semoga selamat di jalan, bertemu dengan keluarga. Buat yang merayakan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Buat semua teman-teman: mohon maaf lahir batin ya, apabila selama ini banyak salah-salah kata, salah-salah ucap, salah-salah balas komen, salah-salah kasih komen, dan lain-lain… Salam penuh cinta dari tt.. :) ::

17 September 2009

.:tt:.

sebuah nama, sebuah cerita

September 7, 2009 yustha tt 18 comments

Ini bukan tentang Peterpan lho ya. Ini tentang saya pribadi. Jadi buat temen2 yang kebetulan searching ’sebuah nama, sebuah cerita’ dan pengen tau tentang Peterpan tapi nyantol kemari, maaf kalau ini bukan yang kamu cari. Tapi nerusin baca juga gk rugi. Hehe..

Teman2, saya mau ngaku wal jujur tentang nama saya. Di blog, di facebook, di plurk, di email, di mana2 saya punya nama “Yustha Titik Sutanti”. Kalau teman SD s.d. SMA pasti pada nanya: ‘dapat tambahan nama dari mana tu Bu?’, tapi kalau teman kuliah sudah tau kalau ada tambahan nama (tak resmi yaitu) ‘Yustha’ di depan nama asli saya. Nama ‘yustha’ punya kisahnya sendiri. Inilah makanya postingan ini saya kasih judul ’sebuah nama,sebuah cerita’. Saya ceritain ya..

Alkisah jaman SMA saya mengalami masa orientasi siswa atawa mos. Salah seorang kakak kelas yang mengorientasi saya, (saat itu) cukup menarik hati saya. Kebetulan setelah itu kami sering dipertemukan dalam satu kegiatan, satu event, dll. Akhirnya kami menjadi akrab & bersahabat. Diam2 saya menaruh hati padanya. Tapi karna kami sudah bersahabat, jadi saya benar2 diam dengan perasaan saya. Hehe.. :) Kami pun sering bertukar cerita, sering mengobrol di depan kelas sepulang sekolah, sering ketemu di kantin atau perpustakaan, hihi..masa SMA lucu juga untuk dikenang. Sampai saking akrabnya kami, saya pun kena teror dari mantan2nya. Alah…ada2 saja.. Gara2 teror itulah akhirnya kita memutuskan untuk menjaga jarak.

O’ow.. Rupanya kami jadi benar2 terpisah. Sedih nian hati ini. Tak ada lagi yang nunggu saya di depan kelas untuk sekedar ngobrol sepulang sekolah. Tak ada lagi yang nemuin saya di perpustakaan pas jam istirahat. Tak ada lagi yang tuker2an cerita. Hmm..dan saya kehilangan.. Saya lampiaskan perasaan saya yang terdiam a.k.a terpendam itu lewat tulisan2 di majalah dinding dan majalah sekolah. Di sinilah lahir ‘nama pena’ saya yaitu ‘yustha’. Nama itu terbentuk dari perpaduan nama saya & nama kakak tingkat saya tadi. Dia bernama ‘yus**’ sedang saya di rumah dipanggil ‘tanti’. Jadi terbentuklah nama ‘yusta’ yang disamarkan lagi menjadi ‘yustha’. Nama itu selalu menghiasi majalah dinding sekolah dengan puisinya, cerpennya, dan tulisan2 tak jelas lainnya. Lagi2 saya senyum sendiri mengingat itu.

Kami kembali berhubungan setelah dia punya pacar. Kebetulan pacar dia adalah sahabat saya jaman smp. Jadi setelah itu kami jadi sering ngobrol lagi. Dia sering curhat ke saya, demikian juga pacarnya. Hehe..kadang heran juga,kok saya bisa ya waktu itu.. Meski dia sudah berpacaran,tapi puisi2 saya masih mengalir di mading. Kupikir nama ‘yustha’ tidak akan ada yang mengenali. Tapi ternyata saya keliru. Suatu hari sebelum dia menjalani ujian akhir (waktu itu namanya EBTANAS), dia menemui saya di perpustakaan untuk meminta doa restu. Sambil mengobrol dia membuka2 buku catatan yang sedang saya pelajari dan menemukan secarik tulisan di buku saya. O’ow.. Ketahuan deh kalau selama ini saya menaruh hati padanya. Dan ternyata dia juga mengetahuinya dan berkata: “aku sudah tau sebenernya. Kamu kan yang nulis2 di mading dengan nama ‘yustha’ “. Haih.. Sayang gk ada cermin di situ,kalau ada pasti saya akan periksa semerah apa muka saya waktu itu. Dengan nama pena pun dia masih mengenali saya. Jadi apa mau di kata,saya pun mengakui perasaan saya.. Kita sama2 terbuka. Saling minta maaf & saling mengakui perasaan kita masing2. Dan kita melanjutkan hubungan kita sebagai….sahabat…

Karena sudah terlanjur cinta dengan nama ‘yustha’ akhirnya saya pakai terus nama itu sampai sekarang. Dan ternyata nama itu memiliki makna  yang bagus yaitu ‘dilapangkan’. Hehe….gk jelek juga kalau terus kupakai.

Ah, saya jadi mengenang masa sma nih. Jadi curhat pula. Tak apalah. Ini karna saya ingat, bulan depan si kakak mengakhiri masa lajangnya dan menikah dgn perempuan yang dia sebut ‘mbakmu’ setiap kali menceritakannya pada saya. Ya, kami masih bersahabat sampai sekarang. Selama 10th berpisah, baru 1x kita bertemu yaitu 3th yang lalu. Komunikasi kita paling cuma email, hp jarang2 karna sinyal sulit di lautan.

Selamat menempuh hidup baru kakak. Semoga bahagia sampai maut memisahkan. Jadi nahkoda yang baik buat bahtera rumah tangga kalian ya.. Tuhan memberkati… Saya pakai terus nama ‘yustha’ ya kakak.. ^^

.

.:tt:.

Categories: cerita, cinta, curhat, serba-serbi, teman

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

August 20, 2009 yustha tt 11 comments

Dua hari lagi, umat muslim menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Satu bulan lamanya berpuasa. Semoga teman-teman semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan penuh keikhlasan. Semoga ibadah kita semua diterima olehNya. Amin.

Oiya, bagi teman-teman yang berada di Yogyakarta, kebetulan saya dapat kiriman Jadwal Imsakiyah untuk daerah Yoyakarta. Saya posting di sini, siapa tahu berguna.

YOGYAKARTA (DIY) : f = -07° 48¢ l = 110° 21¢  BT. (WIB), Arah Kiblat: 65° 17¢  U-B

TANGGAL

IMSAK

SHUBUH

TERBIT

ZHUHUR

‘ASHAR

MAGHRIB

‘ISYA’

Ramadan

Agts-Sept.

1

22

4:18

4:28

5:42

11:44

15:04

17:41

18:51

2

23

4:17

4:27

5:41

11:43

15:04

17:41

18:51

3

24

4:17

4:27

5:41

11:43

15:03

17:41

18:51

4

25

4:16

4:26

5:41

11:43

15:03

17:41

18:51

5

26

4:16

4:26

5:40

11:42

15:03

17:41

18:50

6

27

4:16

4:26

5:40

11:42

15:02

17:41

18:50

7

28

4:15

4:25

5:39

11:42

15:02

17:41

18:50

8

29

4:15

4:25

5:39

11:42

15:01

17:41

18:50

9

30

4:14

4:24

5:38

11:41

15:01

17:40

18:50

10

31

4:14

4:24

5:38

11:41

15:00

17:40

18:50

11

1

4:13

4:23

5:37

11:41

15:00

17:40

18:49

12

2

4:12

4:22

5:36

11:40

14:59

17:40

18:49

13

3

4:12

4:22

5:36

11:40

14:59

17:40

18:49

14

4

4:12

4:22

5:35

11:40

14:58

17:40

18:49

15

5

4:11

4:21

5:35

11:39

14:57

17:40

18:49

16

6

4:11

4:21

5:34

11:39

14:57

17:40

18:48

17

7

4:10

4:20

5:34

11:39

14:56

17:39

18:48

18

8

4:10

4:20

5:33

11:38

14:56

17:39

18:48

19

9

4:09

4:19

5:33

11:38

14:55

17:39

18:48

20

10

4:09

4:19

5:32

11:38

14:54

17:39

18:48

21

11

4:08

4:18

5:32

11:37

14:54

17:39

18:48

22

12

4:08

4:18

5:31

11:37

14:53

17:39

18:47

23

13

4:07

4:17

5:30

11:37

14:53

17:39

18:47

24

14

4:07

4:17

5:30

11:36

14:52

17:38

18:47

25

15

4:06

4:16

5:29

11:36

14:51

17:38

18:47

26

16

4:06

4:16

5:29

11:35

14:51

17:38

18:47

27

17

4:05

4:15

5:28

11:35

14:50

17:38

18:47

28

18

4:05

4:15

5:28

11:35

14:49

17:38

18:46

29

19

4:04

4:14

5:27

11:34

14:49

17:38

18:46

.

Selamat menunaikan ibadah puasa

.:tt:.

20 Agustus 2009