Archive

Archive for the ‘puisi’ Category

masihkah kau mencintaiku

August 13, 2009 yustha tt 7 comments

“masihkah kau mencintaiku?”

tiba-tiba jantungku berdegup saat kau tanyakan itu

tak pernah kusangka kau akan menanyakannya

setelah sekian lama bungkam tentang perasaanmu

aku mencintaimu

kau telah merasakan itu sejak dulu

sejak kau rasa nyaman bersamaku

sejak kau selalu mencurahkan isi hatimu kepadaku

sejak kusediakan bahuku untuk tangismu

sejak dulu……bahkan -mungkin- sejak pertama kita bertemu

aku mencintaimu

meski kau selalu bertutur tentang cintamu

meski kau selalu tertawa karna cintamu

meski kau menangis di pundakku karna cintamu

cintamu……yang bukan untukku….

tapi aku semakin mencintaimu karenanya

karena apa adanya kamu dengan dirimu….di hadapanku

aku mencintaimu

cinta yang tak kusadari tumbuh dalam hatiku

membuatku tak lupa membawamu dalam doa-doaku

membuatku selalu mengingatmu dalam senang sedihku

membuatku memikirkanmu setiap waktu

bahkan di saat aku bersama dengan yang lain, tetap kamu yang ada di kepalaku

aku mencintaimu

tak ada yang bisa menggantikanmu dari hatiku

meski telah berkali kucoba

membunuh perasaanku untukmu dan menggantikanmu dengan yang lain

namun selalu aku tak bisa….aku tak mampu…

aku merasa nyaman bersamamu

kamu membuatku menjadi diriku sendiri

aku….apa adanya aku di hadapanmu

aku mencintaimu

meski kutau hatimu telah terisi

meski kutau cintamu telah kauberi

kepada dia…yang kau cintai tanpa kau tau alasannya…

meski dia pun diam di sana, tak peduli pada apa yang kau rasa

aku mencintaimu

kau pun telah mendengarnya dari mulutku

saat hujan tebarkan aroma rinduku

saat kita hanya berjumpa lewat suara

dan deretan kata-kata pada sebuah layar

aku mencintaimu

telah kuakui perasaan yang kusimpan bertahun-tahun untukmu

namun….

sejak itu kau diam…

tak pernah lagi kau mencurahkan perasaanmu

tak pernah lagi kau beritakan kabar bahagiamu

tak pernah lagi kau tersedu di bahuku

kau terdiam

hilang

dan aku rindu

hingga tiba-tiba setelah sekian lama kita tak bersapa

kau kejutkanku dengan pertanyaanmu:

masihkah kau mencintaiku?

aku tersentak

tak menjawab

hanya gelisah yang ada dalam hatiku

ada apa denganmu, perempuanku???

.

.:tt:.

~: 13 agustus 2009 :~



perjalanan

August 11, 2009 yustha tt 3 comments

detik terus bergegas

seolah-olah berjalan amat perlahan

namun tiba-tiba kita sadari musim telah berubah berkali-kali

lalu aku menoleh

jalan yang kita tempuh telah panjang

kita akan segera sampai……..ya……kita akan segera sampai

pada tujuan kita

tujuan kita semula

……

……
……
rintik menderas

dan perjalanan kita hampir tuntas

….

.:tt:.
~: 11 Agustus 2009 :~

Categories: fiksi, puisi Tags: , , , , ,

kembali

May 16, 2009 yustha tt 6 comments

detik berarak pergi

perlahan tapi pasti dengan langkah yang tetap

angin pun berlalu membawa pergi semua mimpi

dan semua yang pernah tertulis telah terhapus

bersama bayang yang terbang

namun……

siapa gerangan telah menabur benih yang sama

sehingga semua yang hilang kembali datang

adakah kamu?

ataukah……..dia?

.: tt :.

16 Mei 2009

21.00 WIB waktu duduk di sudut kantor

Categories: cinta, fiksi, hati, puisi

tak selamanya

May 4, 2009 yustha tt 3 comments

genggamlah tanganku, sayang..
karna tak selamanya kau kan nikmati jemariku..

`
peluklah tubuhku, sayang..
tak selamanya raga ini luluh dalam hangatnya rengkuhmu..

`
kecuplah keningku, sayang..
karna kepala ini tak selamanya mampu memikirkanmu..

`
ciumlah bibirku, sayang..
karna tak selamanya kau pagut bahagiamu dalam mesraku..

`
jagalah hatiku,sayang..
karna cinta tak selamanya menyala tanpa kita jaga..

.: tt :.

4 Mei 2009

di kamarku, nyoba pake m.wordpress.com

diedit di kantor… :P

Categories: hati, puisi

SiGin

April 1, 2009 yustha tt 3 comments

situgintung

matahari masih redup

saat deru air menerpa dinding rumah kami

mengisi ruang tamu dan kamar kami

meninggi…semakin tinggi…dan menyeret segala yang kami miliki…

pun kami mencoba berlari

tapi kaki kami tak mampu menahan laju bah yang menderas

jerit kepanikan kami dengar dari kanan kiri

juga kepasrahan yang tak henti diserukan

……………………………..

inilah diri yang kecil ya Tuhan

hamba menengadah dan mengadu

memohon pertolongan hanya dariMu

telingaMu tak kurang tajam untuk mendengar

dan tanganMu tak kurang panjang untuk menolong

dan dibalik semua ini kutau hikmah pun bersembunyi

:: tt ::

1 April 2009

gambar: okezone

Categories: Tuhan, puisi