Archive

Archive for the ‘hikmah’ Category

Menguatkan & Dikuatkan

October 27, 2009 yustha tt 8 comments

Pernahkah kamu harus menyemangati orang lain padahal kamu sendiri sedang butuh disemangati? Pernahkah kamu justru menjadi kuat dengan menguatkan orang lain? Saya pernah, bahkan boleh dikata sering. Seringkali saat saya sedang melemah semangatnya, tiba-tiba ada teman yang curhat tentang sesuatu dan dengan niat baik saya berusaha menyemangatinya. Dan terkadang justru saya mendapatkan semangat dari apa yang saya katakana padanya, kadang berupa kutipan ayat, kadang juga muncul sendiri –mungkin dari pengalaman–, yang jelas mengembalikan pada TUHAN adalah langkah pertama yang harus dilakukan ketika kita jatuh.

Suatu hari teman mengeluh tentang cobaan yang bertubi-tubi dialaminya. Dari ditinggal kekasih, kemudian menemukan pengganti, namun gagal lagi, menemukan pengganti lagi, ternyata ada masalah lagi, dan…..ya….dia merasa cobaan yang ditanggungnya terlalu berat.

“Aku nggak kuat mbak…..” katanya waktu itu.

“Hey, bukankan TUHAN tidak memberikan cobaan yang melampaui kekuatan manusia? Kalau kamu merasa itu berat, TUHAN tau kapasitasmu sehingga DIA mengizinkan pencobaan itu terjadi padamu.”

Suatu hari lagi ada yang mengeluhkan masalahnya yang tidak kunjung usai dengan pacarnya.

“Sabar ya Ndut. Lo butuh sabar dan ikhlas menjalani ini semua. Ikhlas memang sulit Ndut, tapi lo pasti bisa. Minta sama DIA, dan DIA akan memberikannya kepadamu. Jangan berharap pada manusia, berharaplah hanya kepada ALLAH.”

Ada lagi yang melihat hidupku. Dia bilang hidupku juga penuh cobaan.

“Ah, lo juga banyak cobaan gitu. Lo bilang TUHAN sayang ma lu, tapi lu juga masih mengalami banyak cobaan gitu.”

“Pencobaan yang datang itu buat nguji gw. Gw berusaha ngerjain, tapi wajar kan kalo gw kadang lupa, namanya juga manusia. Makanya TUHAN kasih remedial buat gw supaya gw bisa lulus ujian yang satu itu. Kalo gw udah lulus, bukan berarti gw bakal selesai ngejalanin ujian. Setelah melewati pelajaran hidup selanjutnya, akan ada ujian lagi. Begitu seterusnya. Kalo kita berhasil lulus dari satu ujian, kita akan naik tingkat ke derajat yang lebih tinggi. Lu tau, kalo TUHAN kasih cobaan itu justru karena TUHAN sayang sama kita.”

Dan banyak lagi yang akhirnya justru kembali pada diri saya sendiri. Justru menguatkan diri saya sendiri, atau justru mengingatkan saya saat saya jatuh. Benar bahwa lidah itu bagai pedang bermata dua. Apa yang kita ucapkan tidak hanya berlaku bagi mereka yang mendengar, tapi juga bagi kita yang mengucapkan.

Aku memang bukan pribadi yang sepenuhnya kuat. Seringkali lemah dan rapuh. Tapi TUHAN selalu punya cara untuk menguatkan umatNya. Kadang justru saat kita lemah, TUHAN pakai kita untuk menjadi kuat dengan menguatkan saudara-saudara di sekitar kita. Puji nama TUHAN yang menjadi kekuatan kita. Maukah kita dipakai TUHAN menjadi alatNya?

.:tt:

Kamar kost, Mijil 35, 27.10.2009:23.13

Categories: Tuhan, hikmah

melepasmu….

September 17, 2009 yustha tt 11 comments

Langkahnya terseret memasuki pelataran rumahnya, seakan enggan tapi harus. Sekali ia menoleh ke belakang, dan dia tahu betul, tidak akan ada siapa-siapa di belakangnya.

***

“Dia meninggalkanku, Yah.”

“Dia siapa?” ayah tak menghentikan aktivitasnya melukis. Aktivitasnya selepas pensiun.

“Abang!” Keyla pun tak menatap ayahnya, dan terus memainkan ujung bajunya.

“Rizki maksudmu?” hanya membetulkan kacamata tanpa menoleh.

“Iya Yah.”

“Apa alasannya dia meninggalkanmu?”

“Ada yang lebih dicintainya Yah.”

Kali ini ayah menoleh dan memperhatikan putri cantiknya. Diamatinya putrinya yang sedari tadi duduk lesu, memainkan ujung bajunya, memutar-mutarnya tanpa berhenti, sambil berbicara pada ayah, sambil terus menunduk. Ayah membetulkan kacamatanya dan memutar tubuhnya menghadap putrinya.

“Sejak kapan kamu menjadi yang kedua Nak? Sejak kapan kamu tahu ada orang lain yang lebih dicintai Rizki?”

“Sejak lama Yah. Sejak awal Key mengenal Abang. Sejak saat itu pun Key telah tahu, ada orang lain yang dicintai Rizki.”

“Lalu kenapa kamu mau menjadi kekasihnya, kenapa kalian menyusun angan-angan untuk hidup bersama di masa depan?”

“Karna Key sayang sama Abang. Abang juga sayang sama Key. Ayah dan mama juga sayang dengan Abang.”

“Lalu kalau kalian saling menyayangi, kenapa Rizki masih perlu orang lain untuk dia cintai, lalu meninggalkanmu hingga membuatmu bersedih seperti ini?” ayah sedikit emosi.

Keyla terdiam beberapa saat, tidak menjawab pertanyaan ayah. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.

“Key telah melepasnya Yah. Key melepas dia pergi, meninggalkan Key di sini.”

“Nak…. Kamu benar-benar ikhlas?”

“Iya Yah. Tentu saja Key ikhlas.”

Key mengangkat mukanya. Memandang ayahnya yang memandangnya dengan wajah iba. Lalu….

“Hahahahahaha……. ayah serius sekali sih!” tawa Key tiba-tiba meledak.

Ayah hanya kebingungan dengan sikap putrinya.

“Ayah, Abang pergi ninggalin Key. Mudik maksudnya Yah. Kan ada mama & papa Abang yang Abang sayangi. Tadi Key nganter ke stasiun, melepas kepergiannya. Abang tadi juga kemari mau pamitan sama Ayah dan Mama, tapi kalian masih belanja tadi itu. Minta Key yang mamitin. Ntar mau telpon ayah dan mama juga katanya. Hehehe….”

Cubitan ayah pun mendarat ke pipi Key dan Key berlarian menghindar. Ayah dan anak yang menyenangkan.

***

:: buat teman-teman semua: selamat liburan.Yang mudik, selamat mudik ya. Semoga selamat di jalan, bertemu dengan keluarga. Buat yang merayakan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Buat semua teman-teman: mohon maaf lahir batin ya, apabila selama ini banyak salah-salah kata, salah-salah ucap, salah-salah balas komen, salah-salah kasih komen, dan lain-lain… Salam penuh cinta dari tt.. :) ::

17 September 2009

.:tt:.

Masih ada orang baik di dunia ini…

September 10, 2009 yustha tt 14 comments

Judulnya panjang ya. Biarlah. Memang dalam satu kalimat itu inti dari tulisan saya kali ini. Ya. Saya mau bilang bahwa: Masih ada orang baik di dunia ini.

Cerita saya ini mungkin sederhana. Tapi karena rasa syukur saya sehingga saya ingin bagikan buat teman2. Ceritanya sore tadi saya ada acara buka puasa bersama di kantor pkl.16.00. Saya pulang dari kantor pkl.15.00, berniat mandi lalu berangkat ke kantor lagi. Tapi ternyata ada sedikit masalah di kost sehingga saya harus selesaikan masalah itu terlebih dahulu. Selesai itu saya bergegas mandi & berangkat. Saya hanya membawa 1 dompet berupa tempat handphone yang saya gantung di gantungan sepeda motor. Saya memacu sepeda motor dengan lebih cepat. Setelah hampir sampai kantor, saya melirik ke gantungan motor dan ya TUHAN!! Dompetku gk ada di gantungan!!! Ya Allah.. Semua-muanya ada di sana: hanphone 2 biji, sim, stnk, atm, uang, uang ‘organisasi’, beberapa kuitansi. Ya Allah……….

Saya memutar motor balik. Memeriksa sepanjang perjalanan yang saya lalui, berharap ada kantong kotak berwarna coklat tergeletak di jalan. Sepanjang jalan saya tak henti menyebut namaNYA, sambil gemeteran tentu saja. Saya teliti pelan2, terutama di polisi tidur & jalan berlubang. Sampai tiba kembali di kost, tak jua saya temukan. Saya ambil kunci kamar & tangan saya kesulitan memasukkan anak kunci ke lubangnya karna tangan terserang tremor hebat. Begitu berhasil, saya sapu setiap sudut kamar dengan pandangan, meski saya yakin betul bahwa dompet saya sudah tergantung di motor dan bukan tertinggal di kamar. Tentu saja saya tak menemukan yang saya cari. Ya Allah……

Dengan hati pasrah untuk kehilangan (lagi), saya berangkat lagi ke kantor. Puasa cukup mengingatkan saya untuk sabar. Ah,syukur padaMU ya Allah.. Pelan2 saya menuju ke kantor. Saya tanyai orang2 yang ada di pinggir jalan apakah melihat dompet terjatuh atau tidak. Tidak ada yang melihat. Sampai di polisi tidur berikutnya hendak saya bertanya di sebuah warung, bapak di warung tersebut mendahului bertanya: “mbak kehilangan sesuatu ya?”. Sedetik itu juga saya merasakan kelegaan dan melihat harapan. “Iya Pak,saya kehilangan dompet berisi hp, bla bla bla.” Bapak, Ibu, dan seorang pemuda yang ada di warung tersebut sangat mengerti kegelisahan saya. Beliau segera menyerahkan dompet saya dan meminta saya memeriksa kembali isinya. Puji Tuhan, alhamdulillah, syukur kepada Allah. Ucapan syukur meluncur dari mulut saya. “Terimakasih Pak, Bu, Mas.” tak henti2 saya ucapkan.

Ah,sungguh bersyukur saya kepada Tuhan bahwa Dia memiliki umat yang berhati baik, tulus, dan ikhlas membantu. Beliau bahkan sudah berniat mengembalikan dompet saya pada alamat yang ada pada dompet saya. Sungguh mulia niat beliau di zaman seperti ini. Semoga TUHAN melimpahkan berkat yang berlipat ganda pada Bapak sekeluarga. Semoga rahmat TUHAN senantiasa tercurah,terlebih di bulan ini, bulan yang penuh berkah.

Terimakasih TUHAN karna masih izinkan saya ‘merawat’ barang2 saya ini. Terimakasih terus ingatkan saya akan sebuah titipan yang setiap saat bisa diambil. Terimakasih terus ajarkan pada saya tentang kesabaran & keikhlasan. Terimakasih..

Masih ada orang baik di dunia ini. Dah hari ini saya telah buktikan…

.:tt:.
8.9.9

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

August 20, 2009 yustha tt 11 comments

Dua hari lagi, umat muslim menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Satu bulan lamanya berpuasa. Semoga teman-teman semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan penuh keikhlasan. Semoga ibadah kita semua diterima olehNya. Amin.

Oiya, bagi teman-teman yang berada di Yogyakarta, kebetulan saya dapat kiriman Jadwal Imsakiyah untuk daerah Yoyakarta. Saya posting di sini, siapa tahu berguna.

YOGYAKARTA (DIY) : f = -07° 48¢ l = 110° 21¢  BT. (WIB), Arah Kiblat: 65° 17¢  U-B

TANGGAL

IMSAK

SHUBUH

TERBIT

ZHUHUR

‘ASHAR

MAGHRIB

‘ISYA’

Ramadan

Agts-Sept.

1

22

4:18

4:28

5:42

11:44

15:04

17:41

18:51

2

23

4:17

4:27

5:41

11:43

15:04

17:41

18:51

3

24

4:17

4:27

5:41

11:43

15:03

17:41

18:51

4

25

4:16

4:26

5:41

11:43

15:03

17:41

18:51

5

26

4:16

4:26

5:40

11:42

15:03

17:41

18:50

6

27

4:16

4:26

5:40

11:42

15:02

17:41

18:50

7

28

4:15

4:25

5:39

11:42

15:02

17:41

18:50

8

29

4:15

4:25

5:39

11:42

15:01

17:41

18:50

9

30

4:14

4:24

5:38

11:41

15:01

17:40

18:50

10

31

4:14

4:24

5:38

11:41

15:00

17:40

18:50

11

1

4:13

4:23

5:37

11:41

15:00

17:40

18:49

12

2

4:12

4:22

5:36

11:40

14:59

17:40

18:49

13

3

4:12

4:22

5:36

11:40

14:59

17:40

18:49

14

4

4:12

4:22

5:35

11:40

14:58

17:40

18:49

15

5

4:11

4:21

5:35

11:39

14:57

17:40

18:49

16

6

4:11

4:21

5:34

11:39

14:57

17:40

18:48

17

7

4:10

4:20

5:34

11:39

14:56

17:39

18:48

18

8

4:10

4:20

5:33

11:38

14:56

17:39

18:48

19

9

4:09

4:19

5:33

11:38

14:55

17:39

18:48

20

10

4:09

4:19

5:32

11:38

14:54

17:39

18:48

21

11

4:08

4:18

5:32

11:37

14:54

17:39

18:48

22

12

4:08

4:18

5:31

11:37

14:53

17:39

18:47

23

13

4:07

4:17

5:30

11:37

14:53

17:39

18:47

24

14

4:07

4:17

5:30

11:36

14:52

17:38

18:47

25

15

4:06

4:16

5:29

11:36

14:51

17:38

18:47

26

16

4:06

4:16

5:29

11:35

14:51

17:38

18:47

27

17

4:05

4:15

5:28

11:35

14:50

17:38

18:47

28

18

4:05

4:15

5:28

11:35

14:49

17:38

18:46

29

19

4:04

4:14

5:27

11:34

14:49

17:38

18:46

.

Selamat menunaikan ibadah puasa

.:tt:.

20 Agustus 2009

Dan W.S. Rendra pun sampai..

August 6, 2009 yustha tt 13 comments

6 Agustus 2009. 23:11

Saya tiba-tiba tersentak membaca status facebook seorang teman yang mengatakan bahwa seniman dan sastrawan Indonesia W.S. Rendra telah berpulang ke sisi TUHAN. Dua hari setelah sahabatnya, Mbah Surip, berpulang, dia pun menyusulnya.

Hidup itu misteri dan kematian datang seperti pencuri. Tak disangka dan tak ditunggu. Datang tiba-tiba tanpa kita tau kapan waktunya.

Kita semua ‘dulu’ adalah ’satu’. Lalu ledakan mencipta ruang, dan waktu mulai merayap. Sekarang kita sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah kita yang satu itu (Joan JT). Seperti antrian menuju ‘pintu rumah Tuhan’, kita semua sedang berdiri mengantri. Suatu saat semua kita akan sampai pada giliran. Hanya saja kita tak pernah tau pada antrian nomor berapa kita sekarang dan pula tak pernah tau kapan tiba giliran kita tiba di depan pintu, menerima panggilan untuk masuk rumah Tuhan.

Dan… Jika kita tau kita pasti sampai di ‘rumah kita dulu’ sementara kita tak pernah tau kapan tiba waktunya, maka hidup adalah bersiap, jika sewaktu-waktu kita menerima giliran masuk rumah Tuhan, sorga yang baka… Amin.

.:tt:.

Categories: Tuhan, hikmah Tags: , ,