Archive

Archive for the ‘fiksi’ Category

mengantar rindu..

October 5, 2009 yustha tt 12 comments

Ini malam minggu. Saat yang selalu kita tunggu karna malam minggu adalah saat kita bertemu. Jarak kita memang tak jauh, tapi bukankah satu jengkal itu juga jarak. Dan jarak kita pun membuat kita tak bisa bertemu. Lalu waktu ikut mengambil perannya dalam memisahkan kita. Ah, untunglah kita masih punya setia, masih saling percaya, dan tentu saja dengan dasar: ‘cinta’.

Saat weekday kita hanya berjumpa lewat suara, atau barisan kata2 di layar handphone kita. Kita sama2 menahan rindu. Beruntung cinta kita tumbuh mendewasa. Pada langit yang sama membiru, kita leburkan rindu kita. Pada cinta yang sama membara, kita menyatu dalam percaya. Ah, aku bersyukur karenanya.

Malam ini aku melaju, menuju ke kotamu. Tak peduli dingin menyerangku. Aku ingin bertemu. Ingin cepat2 aku sampai di tempatmu, mengantarkan rinduku, memberikan cintaku, hanya untukmu kekasihku, hanya untukmu. Siapkan dirimu dengan hangat cintamu, karna kau akan kuhujani dengan deras rinduku. Tunggulah aku di kotamu. Kita akan segera bertemu.

-3.10.2009: 18.50-

dalam vw kodok, pada sebuah perjalanan :D

under: fiksi

melepasmu….

September 17, 2009 yustha tt 11 comments

Langkahnya terseret memasuki pelataran rumahnya, seakan enggan tapi harus. Sekali ia menoleh ke belakang, dan dia tahu betul, tidak akan ada siapa-siapa di belakangnya.

***

“Dia meninggalkanku, Yah.”

“Dia siapa?” ayah tak menghentikan aktivitasnya melukis. Aktivitasnya selepas pensiun.

“Abang!” Keyla pun tak menatap ayahnya, dan terus memainkan ujung bajunya.

“Rizki maksudmu?” hanya membetulkan kacamata tanpa menoleh.

“Iya Yah.”

“Apa alasannya dia meninggalkanmu?”

“Ada yang lebih dicintainya Yah.”

Kali ini ayah menoleh dan memperhatikan putri cantiknya. Diamatinya putrinya yang sedari tadi duduk lesu, memainkan ujung bajunya, memutar-mutarnya tanpa berhenti, sambil berbicara pada ayah, sambil terus menunduk. Ayah membetulkan kacamatanya dan memutar tubuhnya menghadap putrinya.

“Sejak kapan kamu menjadi yang kedua Nak? Sejak kapan kamu tahu ada orang lain yang lebih dicintai Rizki?”

“Sejak lama Yah. Sejak awal Key mengenal Abang. Sejak saat itu pun Key telah tahu, ada orang lain yang dicintai Rizki.”

“Lalu kenapa kamu mau menjadi kekasihnya, kenapa kalian menyusun angan-angan untuk hidup bersama di masa depan?”

“Karna Key sayang sama Abang. Abang juga sayang sama Key. Ayah dan mama juga sayang dengan Abang.”

“Lalu kalau kalian saling menyayangi, kenapa Rizki masih perlu orang lain untuk dia cintai, lalu meninggalkanmu hingga membuatmu bersedih seperti ini?” ayah sedikit emosi.

Keyla terdiam beberapa saat, tidak menjawab pertanyaan ayah. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.

“Key telah melepasnya Yah. Key melepas dia pergi, meninggalkan Key di sini.”

“Nak…. Kamu benar-benar ikhlas?”

“Iya Yah. Tentu saja Key ikhlas.”

Key mengangkat mukanya. Memandang ayahnya yang memandangnya dengan wajah iba. Lalu….

“Hahahahahaha……. ayah serius sekali sih!” tawa Key tiba-tiba meledak.

Ayah hanya kebingungan dengan sikap putrinya.

“Ayah, Abang pergi ninggalin Key. Mudik maksudnya Yah. Kan ada mama & papa Abang yang Abang sayangi. Tadi Key nganter ke stasiun, melepas kepergiannya. Abang tadi juga kemari mau pamitan sama Ayah dan Mama, tapi kalian masih belanja tadi itu. Minta Key yang mamitin. Ntar mau telpon ayah dan mama juga katanya. Hehehe….”

Cubitan ayah pun mendarat ke pipi Key dan Key berlarian menghindar. Ayah dan anak yang menyenangkan.

***

:: buat teman-teman semua: selamat liburan.Yang mudik, selamat mudik ya. Semoga selamat di jalan, bertemu dengan keluarga. Buat yang merayakan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Buat semua teman-teman: mohon maaf lahir batin ya, apabila selama ini banyak salah-salah kata, salah-salah ucap, salah-salah balas komen, salah-salah kasih komen, dan lain-lain… Salam penuh cinta dari tt.. :) ::

17 September 2009

.:tt:.

masihkah kau mencintaiku

August 13, 2009 yustha tt 12 comments

“masihkah kau mencintaiku?”

tiba-tiba jantungku berdegup saat kau tanyakan itu

tak pernah kusangka kau akan menanyakannya

setelah sekian lama bungkam tentang perasaanmu

aku mencintaimu

kau telah merasakan itu sejak dulu

sejak kau rasa nyaman bersamaku

sejak kau selalu mencurahkan isi hatimu kepadaku

sejak kusediakan bahuku untuk tangismu

sejak dulu……bahkan -mungkin- sejak pertama kita bertemu

aku mencintaimu

meski kau selalu bertutur tentang cintamu

meski kau selalu tertawa karna cintamu

meski kau menangis di pundakku karna cintamu

cintamu……yang bukan untukku….

tapi aku semakin mencintaimu karenanya

karena apa adanya kamu dengan dirimu….di hadapanku

aku mencintaimu

cinta yang tak kusadari tumbuh dalam hatiku

membuatku tak lupa membawamu dalam doa-doaku

membuatku selalu mengingatmu dalam senang sedihku

membuatku memikirkanmu setiap waktu

bahkan di saat aku bersama dengan yang lain, tetap kamu yang ada di kepalaku

aku mencintaimu

tak ada yang bisa menggantikanmu dari hatiku

meski telah berkali kucoba

membunuh perasaanku untukmu dan menggantikanmu dengan yang lain

namun selalu aku tak bisa….aku tak mampu…

aku merasa nyaman bersamamu

kamu membuatku menjadi diriku sendiri

aku….apa adanya aku di hadapanmu

aku mencintaimu

meski kutau hatimu telah terisi

meski kutau cintamu telah kauberi

kepada dia…yang kau cintai tanpa kau tau alasannya…

meski dia pun diam di sana, tak peduli pada apa yang kau rasa

aku mencintaimu

kau pun telah mendengarnya dari mulutku

saat hujan tebarkan aroma rinduku

saat kita hanya berjumpa lewat suara

dan deretan kata-kata pada sebuah layar

aku mencintaimu

telah kuakui perasaan yang kusimpan bertahun-tahun untukmu

namun….

sejak itu kau diam…

tak pernah lagi kau mencurahkan perasaanmu

tak pernah lagi kau beritakan kabar bahagiamu

tak pernah lagi kau tersedu di bahuku

kau terdiam

hilang

dan aku rindu

hingga tiba-tiba setelah sekian lama kita tak bersapa

kau kejutkanku dengan pertanyaanmu:

masihkah kau mencintaiku?

aku tersentak

tak menjawab

hanya gelisah yang ada dalam hatiku

ada apa denganmu, perempuanku???

.

.:tt:.

~: 13 agustus 2009 :~

>>> puisi ini saya ikukan dalam Acara Unggulan Parade Puisi Cinta yang diselenggarakan oleh Pakdhe Cholik.

perjalanan

August 11, 2009 yustha tt 3 comments

detik terus bergegas

seolah-olah berjalan amat perlahan

namun tiba-tiba kita sadari musim telah berubah berkali-kali

lalu aku menoleh

jalan yang kita tempuh telah panjang

kita akan segera sampai……..ya……kita akan segera sampai

pada tujuan kita

tujuan kita semula

……

……
……
rintik menderas

dan perjalanan kita hampir tuntas

….

.:tt:.
~: 11 Agustus 2009 :~

Categories: fiksi, puisi Tags: , , , , ,

kembali

May 16, 2009 yustha tt 6 comments

detik berarak pergi

perlahan tapi pasti dengan langkah yang tetap

angin pun berlalu membawa pergi semua mimpi

dan semua yang pernah tertulis telah terhapus

bersama bayang yang terbang

namun……

siapa gerangan telah menabur benih yang sama

sehingga semua yang hilang kembali datang

adakah kamu?

ataukah……..dia?

.: tt :.

16 Mei 2009

21.00 WIB waktu duduk di sudut kantor

Categories: cinta, fiksi, hati, puisi