Archive

Archive for the ‘cinta’ Category

mengantar rindu..

October 5, 2009 yustha tt 12 comments

Ini malam minggu. Saat yang selalu kita tunggu karna malam minggu adalah saat kita bertemu. Jarak kita memang tak jauh, tapi bukankah satu jengkal itu juga jarak. Dan jarak kita pun membuat kita tak bisa bertemu. Lalu waktu ikut mengambil perannya dalam memisahkan kita. Ah, untunglah kita masih punya setia, masih saling percaya, dan tentu saja dengan dasar: ‘cinta’.

Saat weekday kita hanya berjumpa lewat suara, atau barisan kata2 di layar handphone kita. Kita sama2 menahan rindu. Beruntung cinta kita tumbuh mendewasa. Pada langit yang sama membiru, kita leburkan rindu kita. Pada cinta yang sama membara, kita menyatu dalam percaya. Ah, aku bersyukur karenanya.

Malam ini aku melaju, menuju ke kotamu. Tak peduli dingin menyerangku. Aku ingin bertemu. Ingin cepat2 aku sampai di tempatmu, mengantarkan rinduku, memberikan cintaku, hanya untukmu kekasihku, hanya untukmu. Siapkan dirimu dengan hangat cintamu, karna kau akan kuhujani dengan deras rinduku. Tunggulah aku di kotamu. Kita akan segera bertemu.

-3.10.2009: 18.50-

dalam vw kodok, pada sebuah perjalanan :D

under: fiksi

sebuah nama, sebuah cerita

September 7, 2009 yustha tt 18 comments

Ini bukan tentang Peterpan lho ya. Ini tentang saya pribadi. Jadi buat temen2 yang kebetulan searching ’sebuah nama, sebuah cerita’ dan pengen tau tentang Peterpan tapi nyantol kemari, maaf kalau ini bukan yang kamu cari. Tapi nerusin baca juga gk rugi. Hehe..

Teman2, saya mau ngaku wal jujur tentang nama saya. Di blog, di facebook, di plurk, di email, di mana2 saya punya nama “Yustha Titik Sutanti”. Kalau teman SD s.d. SMA pasti pada nanya: ‘dapat tambahan nama dari mana tu Bu?’, tapi kalau teman kuliah sudah tau kalau ada tambahan nama (tak resmi yaitu) ‘Yustha’ di depan nama asli saya. Nama ‘yustha’ punya kisahnya sendiri. Inilah makanya postingan ini saya kasih judul ’sebuah nama,sebuah cerita’. Saya ceritain ya..

Alkisah jaman SMA saya mengalami masa orientasi siswa atawa mos. Salah seorang kakak kelas yang mengorientasi saya, (saat itu) cukup menarik hati saya. Kebetulan setelah itu kami sering dipertemukan dalam satu kegiatan, satu event, dll. Akhirnya kami menjadi akrab & bersahabat. Diam2 saya menaruh hati padanya. Tapi karna kami sudah bersahabat, jadi saya benar2 diam dengan perasaan saya. Hehe.. :) Kami pun sering bertukar cerita, sering mengobrol di depan kelas sepulang sekolah, sering ketemu di kantin atau perpustakaan, hihi..masa SMA lucu juga untuk dikenang. Sampai saking akrabnya kami, saya pun kena teror dari mantan2nya. Alah…ada2 saja.. Gara2 teror itulah akhirnya kita memutuskan untuk menjaga jarak.

O’ow.. Rupanya kami jadi benar2 terpisah. Sedih nian hati ini. Tak ada lagi yang nunggu saya di depan kelas untuk sekedar ngobrol sepulang sekolah. Tak ada lagi yang nemuin saya di perpustakaan pas jam istirahat. Tak ada lagi yang tuker2an cerita. Hmm..dan saya kehilangan.. Saya lampiaskan perasaan saya yang terdiam a.k.a terpendam itu lewat tulisan2 di majalah dinding dan majalah sekolah. Di sinilah lahir ‘nama pena’ saya yaitu ‘yustha’. Nama itu terbentuk dari perpaduan nama saya & nama kakak tingkat saya tadi. Dia bernama ‘yus**’ sedang saya di rumah dipanggil ‘tanti’. Jadi terbentuklah nama ‘yusta’ yang disamarkan lagi menjadi ‘yustha’. Nama itu selalu menghiasi majalah dinding sekolah dengan puisinya, cerpennya, dan tulisan2 tak jelas lainnya. Lagi2 saya senyum sendiri mengingat itu.

Kami kembali berhubungan setelah dia punya pacar. Kebetulan pacar dia adalah sahabat saya jaman smp. Jadi setelah itu kami jadi sering ngobrol lagi. Dia sering curhat ke saya, demikian juga pacarnya. Hehe..kadang heran juga,kok saya bisa ya waktu itu.. Meski dia sudah berpacaran,tapi puisi2 saya masih mengalir di mading. Kupikir nama ‘yustha’ tidak akan ada yang mengenali. Tapi ternyata saya keliru. Suatu hari sebelum dia menjalani ujian akhir (waktu itu namanya EBTANAS), dia menemui saya di perpustakaan untuk meminta doa restu. Sambil mengobrol dia membuka2 buku catatan yang sedang saya pelajari dan menemukan secarik tulisan di buku saya. O’ow.. Ketahuan deh kalau selama ini saya menaruh hati padanya. Dan ternyata dia juga mengetahuinya dan berkata: “aku sudah tau sebenernya. Kamu kan yang nulis2 di mading dengan nama ‘yustha’ “. Haih.. Sayang gk ada cermin di situ,kalau ada pasti saya akan periksa semerah apa muka saya waktu itu. Dengan nama pena pun dia masih mengenali saya. Jadi apa mau di kata,saya pun mengakui perasaan saya.. Kita sama2 terbuka. Saling minta maaf & saling mengakui perasaan kita masing2. Dan kita melanjutkan hubungan kita sebagai….sahabat…

Karena sudah terlanjur cinta dengan nama ‘yustha’ akhirnya saya pakai terus nama itu sampai sekarang. Dan ternyata nama itu memiliki makna  yang bagus yaitu ‘dilapangkan’. Hehe….gk jelek juga kalau terus kupakai.

Ah, saya jadi mengenang masa sma nih. Jadi curhat pula. Tak apalah. Ini karna saya ingat, bulan depan si kakak mengakhiri masa lajangnya dan menikah dgn perempuan yang dia sebut ‘mbakmu’ setiap kali menceritakannya pada saya. Ya, kami masih bersahabat sampai sekarang. Selama 10th berpisah, baru 1x kita bertemu yaitu 3th yang lalu. Komunikasi kita paling cuma email, hp jarang2 karna sinyal sulit di lautan.

Selamat menempuh hidup baru kakak. Semoga bahagia sampai maut memisahkan. Jadi nahkoda yang baik buat bahtera rumah tangga kalian ya.. Tuhan memberkati… Saya pakai terus nama ‘yustha’ ya kakak.. ^^

.

.:tt:.

Categories: cerita, cinta, curhat, serba-serbi, teman

masihkah kau mencintaiku

August 13, 2009 yustha tt 7 comments

“masihkah kau mencintaiku?”

tiba-tiba jantungku berdegup saat kau tanyakan itu

tak pernah kusangka kau akan menanyakannya

setelah sekian lama bungkam tentang perasaanmu

aku mencintaimu

kau telah merasakan itu sejak dulu

sejak kau rasa nyaman bersamaku

sejak kau selalu mencurahkan isi hatimu kepadaku

sejak kusediakan bahuku untuk tangismu

sejak dulu……bahkan -mungkin- sejak pertama kita bertemu

aku mencintaimu

meski kau selalu bertutur tentang cintamu

meski kau selalu tertawa karna cintamu

meski kau menangis di pundakku karna cintamu

cintamu……yang bukan untukku….

tapi aku semakin mencintaimu karenanya

karena apa adanya kamu dengan dirimu….di hadapanku

aku mencintaimu

cinta yang tak kusadari tumbuh dalam hatiku

membuatku tak lupa membawamu dalam doa-doaku

membuatku selalu mengingatmu dalam senang sedihku

membuatku memikirkanmu setiap waktu

bahkan di saat aku bersama dengan yang lain, tetap kamu yang ada di kepalaku

aku mencintaimu

tak ada yang bisa menggantikanmu dari hatiku

meski telah berkali kucoba

membunuh perasaanku untukmu dan menggantikanmu dengan yang lain

namun selalu aku tak bisa….aku tak mampu…

aku merasa nyaman bersamamu

kamu membuatku menjadi diriku sendiri

aku….apa adanya aku di hadapanmu

aku mencintaimu

meski kutau hatimu telah terisi

meski kutau cintamu telah kauberi

kepada dia…yang kau cintai tanpa kau tau alasannya…

meski dia pun diam di sana, tak peduli pada apa yang kau rasa

aku mencintaimu

kau pun telah mendengarnya dari mulutku

saat hujan tebarkan aroma rinduku

saat kita hanya berjumpa lewat suara

dan deretan kata-kata pada sebuah layar

aku mencintaimu

telah kuakui perasaan yang kusimpan bertahun-tahun untukmu

namun….

sejak itu kau diam…

tak pernah lagi kau mencurahkan perasaanmu

tak pernah lagi kau beritakan kabar bahagiamu

tak pernah lagi kau tersedu di bahuku

kau terdiam

hilang

dan aku rindu

hingga tiba-tiba setelah sekian lama kita tak bersapa

kau kejutkanku dengan pertanyaanmu:

masihkah kau mencintaiku?

aku tersentak

tak menjawab

hanya gelisah yang ada dalam hatiku

ada apa denganmu, perempuanku???

.

.:tt:.

~: 13 agustus 2009 :~



katresnan sejati

June 15, 2009 yustha tt 15 comments

Akhir-akhir ini blogwalking ke blog teman-teman lagi banyak yang membahas tentang ibu atau ayah atau keduanya. Gk bisa enggak aku jadi inget my mom…

Aku ingat pernah menulis tentang cinta ibu dan ayah di blog sebelah. Judulya katresnan sejati. Kubaca lagi dan aku mrebes mili… Kubagikan buat temen-temen ya apa yang pernah kutulis dulu waktu bulan Desember 2007. Read more…

sebuah pengabdian….

June 5, 2009 yustha tt 13 comments

Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang
petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan
pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah
langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang
agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada
sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali
waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala.
Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu
duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu
dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? “

” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”

” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”

” Maksud, bapak? “

” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”

”Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah
saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu
dengan suara lambat.

” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”

” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Read more…

Categories: Tuhan, cerita, cinta, hati, hikmah, keluarga Tags: , ,