Daily Archives: September 11, 2011

enam bulan yang lalu

Hari ini 6 bulan yang lalu adalah kesedihan bagi Jepang dan juga dunia. Masih ingat kan? Ya, tanggal 11 Maret 2011 Jepang diguncang gempa berkekuatan 8.8 SR yang diikuti dengan tsunami. Tanggal itu adalah 10 hari sebelum hari keberangkatan sy ke Jepang. Dan pada saat itu sy masih disibukkan dengan pekerjaan kantor yang kejar deadline (mau berangkat ke Jepang pun masih nyelesaikan kerjaan kantor, bahkan sampai hari terakhir masuk kantor :D ). Sy sedang di ruang sidang, sengaja menepi ke ruang sidang supaya bisa fokus dengan pekerjaan yang kejar deadline tersebut. Begitu ada kabar gempa dan tsunami di Jepang, semua mata terarah padaku. Mereka lantas bertanya “kamu trus gimana Tik? Jadi berangkat tidak?”. Dan taukah bahwa sy bahkan menanyakan pertanyaan yang sama: “apa kabar keberangkatanku 10 hari ke depan?”

Dengan adanya kabar gempa tersebut, akhirnya kami menyalakan tv (yg memang ada di ruang sidang, layar datar dan luebar pula) dan mengikuti perkembangan gempa. Maha besar Tuhanku, sungguh kita hanya serupa debu yang dihempas gelombang tsunami. Bergidik kami menyaksikannya. Tak lama SMS dan telepon berdatangan menanyakan kabar keberangkatanku, menanyakan lokasiku, menguatkanku, dll. Ada yang dengan nada panik, ada yang dengan nada sabar, ada pula yang cuma sepatah kata: “ambil hikmahnya”. Saya sendiri? Sy mencoba sok sabar. Apapun yang Tuhan kehendaki terjadi bagiku, terjadilah menurut kehendak-Mu. :) So, karna memang sy belum tau kabar keberangkatan sy selanjutnya maka sy jawab pertanyaan-pertanyaan tadi dengan pernyataan bahwa sy belum tau. Dan yang terpikirkan oleh sy saat itu malah kabar kak Imel dan Inga Fety. Beruntung kak Imel ‘muncul’ di FB sehingga bisa mengikuti perkembangan kabar di sana.

Saat itu sy benar-benar stuck. Sy shock tapi juga harus sabar dan juga harus menyelesaikan pekerjaan. Complicated. Hari itu sy menelepon rumah, ‘menenangkan’ Bapak bahwa sy akan menanyakan ke Jakarta tentang keberangkatan sy dan mengabarkan hasilnya pada Bapak. Tapi sy pikir Jakarta juga belum bisa berkeputusan hari itu. Maka sy baru telpon ke Jakarta besok harinya. Dan benar saja, Jakarta mengatakan bahwa tidak ada informasi apa-apa dari Jepang, apakah ditunda atau tidak. Akhirnya sy pun mengambil jalan pintas, langsung kirim email ke Jepang, menyampaikan bela sungkawa sy atas musibah yang menimpa Jepang, juga menanyakan kabar keberangkatan sy. Dan dari Jepang pun mengirim email balasan bahwa tidak ada pembatalan atau penundaan keberangkatan karena jarak Tohoku dan Shikoku adalah +/- 900km, jadi lokasi tempat sy belajar tidak terkena dampak tsunami. Plus dikirim peta dengan keterangan2nya. Ah…sementara lega.

Kelegaan disesakkan lagi dengan kabar kebocoran reaktor nuklir PLTN Fukushima. Dan ini lebih mengkhawatirkan dibanding kabar gempa kemarin. Apa pasal? Karena nama yang mirip antara Fukushima dan Tokushima tempat sy belajar. Saya pun menjawab pertanyaan tentang itu berkali-kali:”bukan Pak, tempat sy nanti Tokushima bukan Fukushima”, “jauh Pak, 900km dari Fukushima”, “insyAllah tempat sy aman dari kebocoran nuklir itu”, dst. Lalu akhirnya, ketika sy berpamitan dengan teman-teman kantor setelah senam hari Jumat dan sy menjelaskan lokasi saya, lokasi gempa, lokasi Fukushima, teman-teman pun menjadi tenang melepas kepergian sy.

Sepuluh hari menjelang keberangkatan saya itu menjadi sepuluh hari yang penuh dengan serba-serbi. Berbagai perasaan campur aduk menjadi satu. Namun puji nama Tuhan, Tuhan menguatkan dan melancarkan semuanya. Maka tak heran jika ada kegalauan di wajah Bapak ketika melepas kepergian saya. Antara bahagia, sedih, khawatir, semua berbaur menjadi satu.

Ketika Tuhan berkehendak, maka sangat mudah bagi Dia untuk menjadikannya.

Hari ini sy mengikuti simulasi penanganan bencana. Apa yang harus dilakukan ketika gempa datang, bagaimana menggunakan fire extinguisher ketika terjadi kebakaran, dsb. Mudah2an bisa sy share kapan2.

Flash back ke enam bulan yang lalu, dan tiba-tiba saya jadi sadar: ternyata sudah 6 bulan saya di Jepang. Semoga terus dikuatkan, dilancarkan, dan dimudahkan segala sesuatunya. Untuk orang2 yang sy kasihi di rumah, semoga senantiasa dalam lindungan-Nya, beroleh kesehatan, dan kedamaian senantiasa. Amin. Puji nama Tuhan.