Daily Archives: September 9, 2011

Keberangkatan tanpa air mata

Pertama, mau ucapin happy first anniversary buat teh Orin dan suami. Selamat ya, semoga pernikahan yang udah dibangun selama 1 tahun ini semakin kokoh, semakin penuh kedamaian, kebahagiaan, dan cinta. Semoga cepat dikaruniai momongan. Amin.

Nah, dalam rangka ‘syukuran’ ulang tahun pernikahannya, teh Orin ngadain semacam giveaway/kontes yang bertajuk ‘the sweetest memories‘. Susah juga buat saya untuk memilih foto mana yang memiliki kenangan terindah. Karna setiap foto punya kenangannya tersendiri. Tapi akhirnya saya memilih foto ini untuk saya ikutkan meramaikan acara syukurannya teh Orin.

Ini adalah foto sy dan Bapak waktu keberangkatan sy ke Jepang tanggal 20 Maret 2011 lalu. Sy memang sudah bertekad untuk berangkat tanpa air mata. Kita semua harus bahagia dengan keberangkatanku ke Jepang. Begitu juga ketika berpisah dengan Bapak dan keluarga di bandara internasional Soekarno-Hatta. Saya tahu Bapak terharu. Dari matanya tidak dapat menipu. Ada haru, ada bangga, ada bahagia, juga ada khawatir di sana. Tapi Bapak tetap tersenyum. Bapak melepas keberangkatan sy dengan senyuman.

Beberapa minggu sebelum hari itu, Bapak sempat jatuh sakit. Dan apa yang Bapak bilang saat beliau sakit adalah: “Bapak harus cepat sembuh. Bapak mau ngantar Tanti ke bandara tanggal 20 nanti”. Oh….bukan hanya saya yang tidak bisa menyembunyikan air mata, tapi juga kakak2 sy. Sy sangat terharu, betapa keberangkatan sy memberi semangat yang besar untuk Bapak sembuh dari sakit. Dan puji nama Tuhan, Bapak pun segera sehat kembali. Bapak berangkat ke Jakarta dengan kakak seminggu sebelum sy berangkat.

Akhirnya, hari keberangkatan itu pun tiba. Dan Bapak dengan senyum bahagianya mengantar kepergian sy. Saya sangat bersyukur sekali akhirnya Bapak bisa mengantar saya dan akhirnya saya bisa diantar Bapak. Saya membawa kenangan terindah di bandara itu selama sy di sini. Terakhir kalimat yang Bapak bilang adalah: “Hati-hati. Besok pas pulang Bapak jemput lagi”. Amin. Puji Tuhan. Sehat terus ya Pak. Bapak adalah motivasi terbesarku….

Saya pun berangkat. Dan ketika pulang nanti, orang pertama yang ingin sy lihat begitu keluar dari bandara adalah Bapak. Dengan senyumnya seperti ketika melepas kepergiaan saya. Amin.