Poetry Hujan: rindu bumi pada kemarau

bulan penuh
terapung di langit timur
muson menghela awan
akankah hujan ikhlas menepi?
mengerti bumi merindu kemarau

_c_

 Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.

About these ads

12 thoughts on “Poetry Hujan: rindu bumi pada kemarau

  1. “Akankah hujan ikhlas menepi?”
    Dalem banget Mbak.

    sedalam hati ya Mas? :P

    Ohya itu foto suramadukah?

    Bukan mas. Itu foto jembatan di Naruto-shi, Tokushima, Japan. Foto diambil 16 Juli pukul 19.50 waktu nyebrang dengan boat. :)

    Semoga sukses ya Mbak..

    Amin.. Terimakasih doanya ya mas… :)

  2. terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan..^^

    *kemarau rindu hujan…

    Mb Puteriiiii…….
    Ini judulnya keliru…
    Kuganti udahan… Mau nulis “rindu bumi pada kemarau” lha kok jadi “rindu bumi pada hujan”
    Puisi ini ditulis waktu hujan turun sehari-hari dan bumi merindukan kemarau..
    Tapi pj Tuhan tahun ini udah ada kemarau ya mb… :)

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s