Hujan datang, memberi kabar bahwa kemarau telah tiba.
Aku harus menunggu tanah mengering sebelum mengiyakan kata-katanya.
~tt~
22 Juni 2010
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.
Hujan datang, memberi kabar bahwa kemarau telah tiba.
Aku harus menunggu tanah mengering sebelum mengiyakan kata-katanya.
~tt~
22 Juni 2010
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.
story of my recent life
apa yang sempat terlintas, tertangkap lalu terluapkan
THE FICTION STORY
Coretan ringan dari dan tentang kebon keseharian
... because revenge is a dish best served cold
kumpulan cerita gak penting untuk bahan ketawaan di hari tua
Melangkahkan Kaki Kemana Angin Mengarahkan
Cieh…, ini dia para pujangga kita
.
waaah singkat padat yaa
gudluck ya mbak
Puisi pendek yang manis, semoga sukses ya Mbak…
good luck ya mbak. hujan penuh berkah
sedangkan aku harus menunggu
sampai memerah jambu kata-katamu.
**sukses ya t..
Sukses ya Mba.
Salam
Ejawantah’s Blog
Puisi singkat yg padat makna
singkat dan padat ya mbak tt..
ehem.. aku pengen ikutan kuis ini, tapi kok ya ndilalah Jogja udah gak ujan lamma banget. jadi hawanya kurang dapeeet gitu loh
*heleh, udah komen ngelantur, pake colongan lagi..
anyhow, sukses yah mbak ti buat kuisnya.
tanahnya udah kering belon sekarang? udah bisa jawab belum..
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis Poetry Hujan..^^
*puisi singkat namun kaya makna ya mbak titi..
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis Poetry Hujan..^^
*puisi singkat namun kaya makna ya mbak titi..kemarau itu datang dan hujan pergi
tanah bergumam, ‘ini adalah musim yang salah’.
puisi yg cantik, t
moga menang
aiiissshh dalem deh
salam kenal
saya butuh waktu lama untuk meresapi baris pertama. hm…