celoteh .:tt:.

– dengar, lihat, rasakan –

Monthly Archives: July 2011

Pensil kesayangan

Saya sedang sedih ——————————– Teman-teman, apakah teman-teman punya suatu barang yang teman-teman sayangi? Saya punya. Banyak. Salah satunya adalah pensil mekanik saya. Pensil ini sudah saya miliki sejak tahun 2008 lalu. Saya suka sekali dengan pensil ini. Selain pensilnya yang enak dipakai, isi pensilnya juga empuk (saya memilih merk yg sama untuk isinya). Selama tiga [...]

rindu bulan baru

memandang bulan di akhir masanya adakah kau memandang bulan yang sama? rinduku kubiarkan lepas biar terbawa angin dan sampai padamu sebelum bulan berganti maafkanlah aku dan sambutlah ia yang tlah kaurindu setahun lamanya ~tt~ Marhaban Yaa Ramadhan, teman2.. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga bulan Ramadhan tahun ini memberi lebih banyak berkah untuk teman-teman semua. [...]

Poetry Hujan: rindu bumi pada kemarau

bulan penuh terapung di langit timur muson menghela awan akankah hujan ikhlas menepi? mengerti bumi merindu kemarau _c_  Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.

Typhoon

Typhoon datang… Angin menari-nari dengan irama cepat.. Daun-daun kelimpungan.. Berputar-putar ke kiri, balik ke kanan.. Beberapa terbang ke langit..lepas dari dahannya… Hujan mengiringi Tuhan, lindungi kami…           :: ketika itu sebuah hati pun sedang dilanda hujan ::   #kuliah hari ini diliburkan!! Besok juga diliburkan setengah hari. Menunggu informasi selanjutnya. Jika masih [...]

Kado Pernikahan untuk Sahabat

Di usia saya yang sudah merapat mendekati kepala tiga, tentunya banyak sanak saudara juga kawan-kawan yang ingin segera melihat saya menikah. Sudah banyak yang membuat daftar kado pernikahan untuk saya. Bukan saya lho yang membuat daftar, tapi justru mereka. Hihi…lucu ya. Teman-teman satu ruangan saya di kantor, malah membuat semacam janji: “Mbak Titik, kalau mb [...]

Poetry Hujan: kemarau kata hujan

Hujan datang, memberi kabar bahwa kemarau telah tiba. Aku harus menunggu tanah mengering sebelum mengiyakan kata-katanya. ~tt~ 22 Juni 2010  Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.