celoteh .:tt:.

– dengar, lihat, rasakan –

Monthly Archives: June 2010

Sabar Menunggu

Pengantar: Nulis. Ya. Nulis adalah pelampiasan mujarab sy dari segala jenuh, sedih, marah, jengkel, juga bahagia, haru, bangga, dan seabreg perasaan lainnya. Tulisan tak melulu berat dengan daftar pustaka berlembar-lembar. Apa saja yang ingin sy tuliskan, tuliskan. Juga tak terpancang pada apakah tulisan sy bermanfaat bagi orang lain atau tidak, karna sy tau tulisan sy [...]

KHITAN

Biarpun judulnya sama dengan postingan Om Nh yang ini, tapi ceritanya beda lho. Hehe… Sabtu kemarin ponakan saya dikhitan. Mumpung liburan dan memang sudah lama dia ingin dikhitan waktu naik kelas 2 SMP (sudah kegedhean belum si, soalnya di tempat saya rata2 usia segitu baru dikhitan). Ponakan sy ini dulu tinggal di rumah kakek-neneknya (serumah [...]

bertambah satu usiamu

Bertambah satu usiamu Oh semoga penuh warna Semakin indah hatimu Berikan cinta tuk semua . Syukur tuk Yang Kuasa atas beragam anugrah Kusertakan doa panjang umur kasih berlimpah . Ikuti hidup yang mengalir dan reguklah hingga akhir Karna dunia terus berubah jangan kau terlena dan goyah (Tambah Usia, KLA Project) Jari jemari ini telah menari-nari [...]

Laki-laki baik akan mendapatkan perempuan baik..

(begitu juga sebaliknya) Saya teringat pesan itu ketika beberapa waktu kemarin saya dan dua orang teman saya lembur di kantor, keduanya laki-laki. Seorang teman sudah menikah dan memiliki anak usia 3 tahunan. Yang seorang lagi (mudah2an) segera menikah. Teman saya yang sudah menikah, sebut saja namanya Sabar, orangnya memang sabaaaaaarrrrr banget. Hampir tiap hari dia [...]

Gerimis

Musim penghujan hadir tanpa pesan Bawa kenangan lama t’lah menghilang Saat yang indah dikau di pelukan Setiap nafasmu adalah milikku Surya terpancar dari wajah kita Bagai menghalau mendung hitam tiba Sekejap badai datang Mengoyak kedamaian Segala musnah Lalu gerimis, langit pun menangis Kekasih, andai saja kau mengerti Harusnya kita mampu lewati itu semua Dan bukan [...]

kemarau kata hujan

Hujan datang, memberi kabar bahwa kemarau telah tiba. Aku harus menunggu tanah mengering sebelum mengiyakan kata-katanya. #fiksimini