celoteh .:tt:.

– dengar, lihat, rasakan –

Monthly Archives: April 2010

saya tidak bisa menulis

Ow..ow..ow…kenapa judulnya memelas pucat pasi begitu? Lha selama ini kamu punya blog itu trus diapain kalo gk ditulisin? Ah, sy tidak bisa menulis kok. Tidak bisa menulis bagus. Sepuluh hari yang lalu saya bikin account di kompasiana. Gara-garanya saya mau komen di tulisan teman saya, e ternyata harus login. Jadilah saya bikin account di kompasiana. [...]

update: jadwal prameks kutoarjo-jogja pp

Ini update’an dari jadwal prameks jogja-solo. Kebetulan ada perjalanan ke solo lagi, dan menemukan jadwal kutoarjo-jogja pp tertempel di dinding kereta. Dari Kutoarjo ke Jogja pukul: 05.30, 09.00, 14.55, 17.40 Dari Jogja ke Kutoarjo pukul: 04.20, 06.45, 13.45, 16.25 Semoga bermanfaat ya…

Bu, besok Sabtu mbah uti ulang tahun lho…

Begitu cara ponakan ‘mengingatkan’ ibu’nya bahwa dia mau ulang tahun. Ya, dia tidak langsung bilang bahwa hari minggu dia ulang tahun, tapi lewat ultah almarhum mbah uti-nya, karna ultahnya sehari setelah ultah almarhum mbah uti-nya (alias ibu saya). Di Gombong sana ibu’nya senyum-senyum membaca sms anaknya. Hihi…ada-ada saja… Saya jadi inget alm ibu waktu ultah [...]

menangis

apa yang ingin kautunjukkan? ketegaran menipu kerapuhan? senyum mengelabuhi kesedihan? atau sebuah kejujuran? menangis dalam hati lebih jahat daripada membiarkan air mata mengalir.. meski esok pagi kaudapati matamu sembab tapi itu lebih baik daripada nafasmu sesak dalam pedih menangislah bila harus menangis karna kita semua: manusia.. manusia bisa terluka manusia pasti menangis dan manusia pun [...]

cita-citaku jadi chef… :-o

“Jadi chef” Begitu jawab ponakan ketika kutanya: “cita-citamu jadi apa Gas?” Kontan saja saya menegaskan pertanyaan sy tadi: “Wueh, mb itu nanya serius je.” dan langsung pula dijawab dengan gemes sama ponakan: “Bagas juga seriuuuuuussss mbaaaakkkk.” Wogh Saya mau kenalin dulu ponakan saya ini. Dia laki-laki, masih duduk di kelas VIII atau 2 SMP. Sejak SD [...]

kenapa bukan aku?

Setelah kemarin kutulis posting berjudul “kenapa harus aku?”, sekarang kutulis kebalikannya: “kenapa bukan aku?” Pernahkah kita mengucapkan itu ketika seseorang yang kita cintai mendapatkan masalah yang berat atau sakit yang parah, lalu kita berdoa atau memohon kepada Tuhan: “kenapa bukan aku yang menanggungnya Tuhan? Kalau boleh, biar aku saja yang menanggung beban itu”. Sebuah cinta yang [...]