celoteh .:tt:.

– dengar, lihat, rasakan –

kenapa harus aku?

*ini pengingat buat diri sendiri*

“Kenapa harus aku??” begitu yang sering terucap di mulut kita di sela tangis yang mengharu biru ataupun terjeritkan di hati kita saat kita mengalami permasalahan yang berat ataupun kesulitan hidup. “Kenapa harus aku yang mengalami ini, kenapa bukan yang lain?” Dan coba kita tengok kembali, kepada siapakah kita bertanya? Kepada Dia yang mengatur hidup kita?

Kehidupan manusia tentu tak selalu mulus-mulus saja. Kadang Tuhan pun izinkan pencobaan terjadi dalam hidup kita, entah itu untuk menguji kita, entah itu untuk mengingatkan kita. Kadang pula kita merasa pencobaan yang kita alami terlalu berat sehingga kita tak sanggup menanggungnya. Karna itulah kita bertanya: “kenapa harus aku?”

Namun ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah memberi pencobaan yang melampaui kekuatan kita. Ingatlah selalu janji Tuhan itu. Bila kita mendapatkan pencobaan, Dia tau kemampuan kita, Dia tau kapasitas kita menghadapi pencobaan itu. Dia Maha Tahu, dan Dia tidak pernah salah mengukur kemampuan kita.

Pencobaan yang datang akan meningkatkan derajat kita jika kita mampu melewatinya dengan sabar. Naik kelas, begitulah istilah yang sering digunakan. Seperti seorang anak yang akan mendapat ujian sebelum naik ke kelas selanjutnya, begitupun kita dalam sekolah kehidupan. Jika kita tak mampu menyelesaikan, maka kita akan menyadari bahwa manusia kecil dan tak berdaya sehingga hanya Tuhan sajalah yang menjadi pengharapan kita dan pertolongan kita. Dengan pencobaan kita kembali diingatkan akan ketidakberdayaan kita. Dengan pencobaan kita menjadi kuat karna kita bergantung dan berpegang pada Yang Kuasa. Jangan berharap pada kekuatan sendiri, namun berharaplah hanya pada kekuatan-Nya.

Jika kau rasa lelah dan tak berdaya menjalani pencobaan hidup, ingatlah kembali bahwa pencobaan yang kau alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Seperti renda yang tampak rumit di belakangnya, padahal sesungguhnya ada karya luar biasa yang sedang dibuat untuk hidup kita. Percayalah bahwa kasih Allah ada di setiap pencobaan yang menimpa kita. Jadi jika kau bertanya: “kenapa harus aku?”, maka jawabnya adalah “karna kamu mampu, dan Tuhan mengasihimu untuk menjadikanmu meningkat derajat hidupmu”.

Semoga kita semua dapat menjalani setiap pencobaan yang hadir dalam hidup kita dengan sabar dan meyakini bahwa ada hal indah di balik semua yang terjadi. Amin.

—-sudah diketik mulai tadi pagi, lalu terendap lama tidak dilanjutkan, akhirnya selepas magrib dilanjut lagi.—-

16 Responses to kenapa harus aku?

  1. gerhanacoklat March 30, 2010 at 12:43 pm

    cihuyyy aku pertamaaxx
    hidup selalu penuh ujian
    berkunjung ke rumah tt
    *kangen* :D

  2. mawi wijna March 30, 2010 at 1:17 pm

    mungkin pula Tuhan menjawab pertanyaan itu, “…kenapa tidak?”

  3. Sash March 31, 2010 at 2:06 am

    Pernah baca kisah seorang anak kecil yang menderita sakit sejak lahir dan divonis usianya maksimal hanya sampe hitungan belasan. Dalam kesakitannya dia terus melakukan yang terbaik, dan yang bikin ‘mbrebes mili’ dia bilang kurang lebih gini

    “Dulu aku selalu bertanya Tuhan kenapa harus aku yang menderita sakit? namun sekarang aku bisa menerimanya dan berkata -kenapa tidak aku?- karena belum tentu orang lain sekuat aku dalam menghadapi cobaan ini. Jadi aku bersyukur untuk setiap kesakitan yang Kau beri”

    Bukankah kalo kita tidak pernah menderita sakit kita tak pernah tau bahwa Tuhan kita adalah Sang Penyembuh? dan kalau kita tidak pernah merasakan pencobaan maka kita tak kan pernah tau bahwa Dia adalah sang penolong.

    Heheh komennya kepanjangan mbak :) thx bwt tulisannya.

    • yustha tt March 31, 2010 at 5:10 am

      benar Sash…
      Anak itu sudah mengimani setiap pencobaan yang dialami tidak melebihi kekuatannya. Dan dia sanggup karna Tuhan beserta.

      Terimakasih sudah melengkapi tulisanku Sash,… :)

  4. jeunglala March 31, 2010 at 2:50 am

    Aku pernah menulis soal ini, T.
    Bahwa kita diberi ujian yang spesifik adalah karena dianggap kuat oleh Tuhan… jadi berbanggalah kita yang bisa mendapatkan kesempatan untuk melewati ujian itu, ya, T… :)

    Tulisan lengkapnya ada di sini T, The Strong One

  5. darahbiroe March 31, 2010 at 5:45 am

    hidup memang penuh dgn cobaan dan ujian
    tetep bersyukur ajah untuk menjali smuanya

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih :D

  6. Batavusqu March 31, 2010 at 6:10 am

    Salam Takzim
    Salam kenal buat mbak Yustha, semoga berkenan dikunjungi dan ditunggu kunjungan baliknya, terima kasih
    Salam Takzim Batavusqu

  7. AFDHAL March 31, 2010 at 10:23 am

    AMINNNN….
    sehat2 ya ti

  8. Pingback: kenapa bukan aku? « celoteh .:tt:.

  9. anna April 5, 2010 at 8:12 am

    wah sering T…
    bertanya seperti itu??
    tapi kemudian aku sadar, bahwa segala sesuatu itu sudah menjadi ketetapanNya.

    dan segala ujian yang diberikan kepada kita, berarti kita sanggup menjalani dan melewatinya.

  10. kikakirana May 4, 2010 at 11:19 am

    :D wah koq aq kelewatan nggak baca yang ini mbak :D
    iya bener banged,,, karena cuma kita yang mampu,, ;)

    HIDUP!!! ^_^

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s