celoteh .:tt:.

– dengar, lihat, rasakan –

Monthly Archives: March 2010

maafkan saya

*dalam suasana sedih* Hari ini saya melakukan kesalahan. Ya, itu yang membuat saya bersedih. Satu kalimat yang terdiri atas 5 kata telah membuat seseorang tersinggung dan sedikit marah. Apalagi sewaktu dia menjelaskan, saya tidak langsung menerima dan sempat ngeyel, meskipun akhirnya setelah saya berdiam saya menyesal setengah mampus telah ‘menjawab’ kata-katanya. Saya menyesal. Saya menyesal telah [...]

kenapa harus aku?

*ini pengingat buat diri sendiri* “Kenapa harus aku??” begitu yang sering terucap di mulut kita di sela tangis yang mengharu biru ataupun terjeritkan di hati kita saat kita mengalami permasalahan yang berat ataupun kesulitan hidup. “Kenapa harus aku yang mengalami ini, kenapa bukan yang lain?” Dan coba kita tengok kembali, kepada siapakah kita bertanya? Kepada [...]

empat tahun yang lalu…

30 Maret 2006, empat tahun yang lalu bunda pergi meninggalkan kami, menuju bahagia abadi kemarin bapak melihat kalender, lalu berkata: “sudah empat tahun hidup tanpa ibu.” empat tahun dalam kesendirian tanpa seorang pendamping hidup, semoga bapak terus kuat. anak-anak menyayangimu Pak.. Ibu….kami selalu merindukanmu. Ketika kami meraih sesuatu, kami sedih karna ibu tidak ikut bersama [...]

merenda

Manusia memang punya naluri penasaran juga punya naluri berontak. Tersebutlah seorang manusia yang hidupnya kurang bersyukur. Dia merasa kehidupannya sangat sengsara dan menderita. Suatu hari manusia ingin sekali melihat bagaimana gambaran kehidupannya. Manusia memohon-mohon pada malaikat supaya meminjamkan gambar kehidupannya. Lalu dengan berbagai pertimbangan akhirnya manusia bisa meminjam gambar kehidupannya. Wajah yang tadinya berseri-seri setelah [...]

Selamat tinggal senja

Senja melenggang tanpa sepatah kata Tak sisakan jingga berhias kilau sedikit saja Lalu tanggallah lelah itu di sudut dengan setitik perih Biar merata dengan fatamorgana, tepisku Senja melenggang semakin jauh Merentang jarak tak kasat mata dan sia-sia Lalu tanggallah segenggam asa yang tertanam Biar layu sebelum menuai sekotak narasi Senja itu ada di sudut mataku [...]

jatuh

ada yang terjatuh tepat di jantungmu lalu kucari yang terhilang dariku . . . . . . . cinta . . . . . [12 Maret 2010, 16.54, Lab. Matematika]