celoteh .:tt:.

– dengar, lihat, rasakan –

saat berpisah…

Kita mungkin tak pernah berbincang dengan akrab hingga berjam-jam. Kita mungkin hanya saling bersapa ketika bertemu. Pernah sekali waktu kita sedikit berbincang, tapi itupun terbatas jarak jabatan dan untuk urusan pekerjaan. Ya, kita mungkin tidak bisa disebut akrab dan karib.

Tapi kalau hari-hari terakhir kutinggalkan pekerjaan rutinku dan berjibaku dengan kawan-kawanku menyelesaikan memori akhir jabatan, atau pagi-pagi tadi aku berangkat lebih pagi, pukul 07.00 meskipun semalam baru pulang pukul 23.43, itu pasti karena ada hati yang enggan kau tinggal pergi. Iya. Jujur kukatakan aku enggan kau tinggal pergi.

Tapi hidup adalah siklus. Bayi pun tumbuh menjadi anak-anak, lalu remaja dan dewasa, menjadi tua itu sudah pasti, dan tentunya kita butuh waktu untuk beristirahat dari kesibukan yang memeras otak dan tenaga. Begitu pula dengan engkau. Waktumu di sini bersama kami, berbagi ilmu, berbagi pikiran, menjadi pemimpin, menjadi tauladan, menjadi penentu kebijakan, hari ini berakhir.

Selamat Bapak. Selamat memasuki masa purna tugas. Selamat menikmati hari-hari bersama keluarga, menikmati pagi, menikmati hidup, menikmati hasil perjuanganmu selama ini. Apa yang telah kau perjuangkan, semua  yang baik akan kami lanjutkan. Maafkan kami jika selama ini telah melakukan kesalahan-kesalahan baik padamu secara pribadi maupun pada lembaga yang kau pimpin ini. Doakan kami menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…..

.

.:tt:.

31.07.09

untuk Kepala-ku yang besok hari memasuki purna tugas

9 Responses to saat berpisah…

  1. Eka Situmorang-Sir July 31, 2009 at 11:38 am

    So nice… !
    Semoga bapak Kepala ditempatmu bertugas boleh menghabiskan masa purna tugasnya dengan terus berkaya :)

    dan semoga pengganti beliau dapat memimpin departemenmu dengan baik ya Tik :)

    kamu ngasih kado perpisahan kan tik?
    hayooo jangan lupa…

  2. mawi wijna July 31, 2009 at 12:55 pm

    Semoga pengganti bapak bisa melanjutkan prestasi yang sudah ditorehkan beliau dan mbak beserta teman-teman makin semangat dan giat dalam bekerja yah!

  3. Kurotsuchi July 31, 2009 at 8:09 pm

    ada awal, ada akhir. tapi yang paling penting adalah hal-hal yang baik yang dilakukan selama proses masih bersama itu kan? setidaknya itulah hal yang patut dikenang, diperjuangkan dan diteruskan oleh mereka yang ditinggalkan…

  4. Hary4n4 July 31, 2009 at 8:45 pm

    Semangat terus mbak…! Semoga ke depan nanti..akan semakin lebih baik lagi… Salam hangat dan… sukses selalu…

  5. meidy August 1, 2009 at 2:02 pm

    Klo orgh jawa blg semedoit, hati susah untuk berpisah, apalg dg org yg berkesan..

  6. yustha tt August 1, 2009 at 3:34 pm

    @kurotsuchi: iya mas. Pesan beliau: lanjutkan yang baik2..tinggalkan yang buruk

    @hary4n4: iya mas,tetap semangat & berharap penggantinya sebaik beliau bhkn lebih..

    @meidy: semedhot.. Krn semenjak sy msk krj 3 thn yll,beliau adl kepala sy.. Jd br sekali ini ditinggal kepala pusat,pensiun..
    Btw salam kenal ya.. Makasih udah berkunjung..

  7. Pingback: Berjalan Tanpa Kepala « celoteh .:tt:.

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s